Canva resmi meluncurkan Canva AI 2.0 sebagai pembaruan besar yang mengubah cara pengguna membuat desain. Platform ini kini tidak lagi hanya diposisikan sebagai alat membuat visual, tetapi sebagai ruang kerja kreatif berbasis AI yang terintegrasi penuh.
Pembaruan ini diumumkan dalam ajang Canva Create di Los Angeles. Canva menyebut pendekatan baru ini membuat pengguna cukup menjelaskan ide, lalu sistem membantu mewujudkannya tanpa harus memulai dari halaman kosong atau bergantung sepenuhnya pada template.
Desain kini bisa dimulai dari percakapan
Fitur utama Canva AI 2.0 ada pada desain berbasis percakapan. Pengguna bisa mengetik atau mengucapkan instruksi sederhana, lalu AI akan menghasilkan desain lengkap yang masih bisa diedit.
Pendekatan ini membedakan Canva AI 2.0 dari AI generatif biasa yang umumnya hanya memberi satu output. Sistem baru ini tetap mengikuti alur diskusi pengguna sehingga revisi, brainstorming, dan pengembangan konsep bisa dilakukan dalam satu percakapan yang sama.
Bagi banyak pengguna, alur tersebut membuat proses terasa lebih natural. Proses desain juga menjadi lebih mirip berdiskusi dengan tim kreatif dibandingkan mengoperasikan software secara manual dari awal.
Satu perintah untuk banyak pekerjaan
Canva AI 2.0 juga membawa sistem orkestrasi agen yang bekerja otomatis di latar belakang. Dengan satu instruksi, AI dapat menyusun beberapa kebutuhan sekaligus, mulai dari visual, copywriting, hingga format distribusi.
Contohnya, ketika pengguna meminta pembuatan kampanye pemasaran, sistem bisa membantu menyiapkan elemen-elemen yang dibutuhkan dalam satu alur kerja. Dengan begitu, Canva berfungsi sebagai pusat workflow dan bukan sekadar tempat membuat desain.
Pergeseran ini penting karena banyak pekerjaan kreatif kini menuntut kecepatan dan konsistensi. Canva mencoba menjawab kebutuhan itu dengan menggabungkan beberapa proses yang biasanya tersebar di banyak aplikasi ke dalam satu platform.
Edit lebih presisi dan lebih sesuai gaya pengguna
Pembaruan lain yang menonjol adalah kecerdasan berbasis objek atau object-based AI. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah elemen tertentu tanpa mengganggu keseluruhan komposisi desain.
Pengguna bisa mengganti gambar, memperbaiki font, atau mengubah judul secara spesifik. Hasilnya, desain tetap rapi dan terstruktur, sekaligus memberi ruang revisi yang lebih presisi dibanding workflow manual pada umumnya.
Canva AI 2.0 juga dibekali memori persisten yang mampu mempelajari gaya desain pengguna. Seiring waktu, sistem dapat mengenali preferensi warna, identitas brand, dan pola kerja tim.
Kemampuan ini penting untuk kebutuhan branding yang konsisten. Setiap desain baru bisa menyesuaikan diri dengan gaya visual yang sudah terbentuk sebelumnya tanpa harus mengulang pengaturan dari nol.
Workflow kreatif ikut diperluas
Canva AI 2.0 tidak hanya berfokus pada desain visual. Platform ini juga memperluas fungsinya ke workflow harian melalui fitur konektor yang dapat terhubung dengan aplikasi seperti Slack, Notion, Zoom, dan Google Drive.
Dengan koneksi itu, AI bisa memanfaatkan data dari email, meeting, atau dokumen untuk membuat konten baru. Misalnya, hasil rapat dapat diubah menjadi laporan, atau email pelanggan dijadikan bahan promosi.
Selain itu, ada fitur penjadwalan yang memungkinkan AI menjalankan tugas otomatis di belakang layar. Fitur ini dapat membantu membuat konten mingguan atau merangkum email setiap hari tanpa perlu proses manual terus-menerus.
Canva Sheets dan impor HTML menjadi tambahan penting
Canva juga menghadirkan Canva Sheets berbasis AI yang bisa membuat spreadsheet dari deskripsi sederhana. Fitur ini dapat membantu menyusun anggaran, timeline proyek, hingga kalender konten secara otomatis.
Ada pula fitur impor HTML yang memungkinkan pengguna memasukkan kode atau proyek interaktif ke Canva. Setelah itu, konten bisa diedit secara visual tanpa perlu melakukan coding ulang.
Bagi pengguna yang sering bekerja di kondisi terbatas, Canva Offline menjadi fitur yang relevan. Fitur ini memungkinkan pekerjaan tetap berjalan tanpa internet, lalu perubahan disinkronkan ketika koneksi kembali tersedia.
Canva menempatkan pembaruan ini di atas riset tim CORE, singkatan dari Canva Original Research and Exploration. Tim tersebut mengembangkan model AI multimodal yang diklaim mampu menghasilkan gambar, video, dan desain terstruktur dengan lebih cepat serta efisien.
Canva juga menyebut beberapa model unggulan seperti Proteus, Lucid Origin, dan I2V lebih cepat hingga 7x serta lebih hemat biaya dibandingkan teknologi sejenis. Peluncuran awal Canva AI 2.0 akan dilakukan bertahap mulai 16 April 2026 kepada satu juta pengguna pertama, sebelum diperluas ke seluruh pengguna dalam beberapa minggu berikutnya.
Source: id.mashable.com






