Core Ultra 9 290HX Plus Nyaris Menyentuh Batas Aman, Laptop Gaming Kini Makin Panas

Author: Qoo Media

Core Ultra 9 290HX Plus mulai hadir di sejumlah laptop gaming kelas enthusiast seperti Alienware 16 Area-51 dan Acer Predator PHN18. Prosesor mobile ini menarik perhatian karena suhu kerjanya dilaporkan sangat tinggi saat diberi beban penuh, bahkan menembus 100 derajat Celsius.

Data pengujian dari Notebookcheck menunjukkan Core Ultra 9 290HX Plus menjadi salah satu CPU mobile paling panas dalam skenario beban berat. Dalam pengujian yang sama, suhu prosesor ini berada sangat dekat dengan batas temperatur maksimum yang umum ditemui pada CPU mobile modern.

Suhu tinggi saat beban penuh

Notebookcheck membandingkan dua konfigurasi Alienware 16 yang berbeda, masing-masing memakai Core Ultra 9 275HX dan Core Ultra 9 290HX Plus. Keduanya diuji dengan beban Prime95 yang sama dan mode Overdrive, yaitu mode kipas pada putaran maksimum.

Hasilnya, Core Ultra 9 275HX stabil di 3,8 GHz dengan suhu 92 C. Sementara itu, Core Ultra 9 290HX Plus stabil lebih tinggi di 4,1 GHz dengan suhu mencapai 103 C.

Angka itu tergolong ekstrem untuk laptop. Menurut Notebookcheck, 105 C merupakan suhu junction maksimum yang umum untuk banyak CPU mobile, sehingga 103 C dinilai sudah sangat mendekati batas atas operasional.

Masih satu platform dengan kebutuhan daya lebih tinggi

Core Ultra 9 290HX Plus disebut berjalan di platform Arrow Lake yang sama dengan Core Ultra 9 275HX. Karena itu, posisinya pada dasarnya adalah varian overclock dengan tuntutan daya yang lebih besar untuk mengejar clock rate dan performa lebih tinggi.

Konsekuensi langsung dari pendekatan itu adalah peningkatan temperatur inti. Dengan kata lain, kenaikan performa pada model Plus dibayar dengan panas yang juga lebih agresif saat prosesor dipaksa bekerja penuh.

Lebih panas dari sejumlah laptop gaming lain

CPU pada laptop gaming lain memang juga dapat berjalan cukup panas. Namun, dalam perbandingan yang dikutip Notebookcheck, beberapa model tetap terlihat jauh lebih dingin dibanding Alienware 16 yang memakai Core Ultra 9 290HX Plus.

Sebagai contoh, CPU pada MSI Vector 16 HX dan Lenovo Legion 7 16IAX10 disebut sama-sama stabil di 82 C saat menjalankan beban Prime95 yang sama. Itu berarti temperaturnya nyaris 20 C lebih rendah daripada prosesor Core Ultra 9 Plus pada Alienware dalam skenario pengujian tersebut.

Perbedaan ini penting karena menunjukkan bahwa suhu tinggi bukan sekadar karakter umum semua laptop gaming. Implementasi pendinginan, batas daya, dan tuning performa dari masing-masing pabrikan ikut sangat menentukan hasil akhirnya.

Apakah suhu 100 C akan sering terjadi saat dipakai bermain game?

Notebookcheck juga memberi konteks penting agar data ini tidak dibaca secara berlebihan. Pada penggunaan yang lebih mendekati kondisi nyata seperti bermain game, suhu inti pada Alienware 16 dengan Core Ultra 9 290HX Plus cenderung berada di kisaran rendah 80 C.

Artinya, suhu di atas 100 C bukan kondisi yang akan dialami kebanyakan pengguna setiap saat. Rentang tersebut dinilai tidak lazim kecuali CPU dijalankan pada utilisasi 100 persen secara terus-menerus.

Informasi ini relevan karena beban sintetis seperti Prime95 memang dirancang untuk menekan prosesor seberat mungkin. Dalam penggunaan sehari-hari, terutama gaming, pola beban CPU biasanya lebih dinamis dan tidak selalu mempertahankan tekanan penuh pada semua inti dalam waktu lama.

Yang perlu dicermati dari temuan ini

Temuan tersebut menegaskan posisi Core Ultra 9 290HX Plus sebagai prosesor yang mengejar performa tinggi dengan kompromi termal yang nyata. Laptop dengan chip ini berpotensi menawarkan clock lebih tinggi, tetapi sistem pendingin harus bekerja jauh lebih keras untuk menjaganya tetap dalam batas aman.

Bagi pengguna yang memprioritaskan performa puncak, data ini bisa menjadi pertimbangan penting sebelum memilih konfigurasi laptop. Sebaliknya, bagi pengguna yang lebih menekankan suhu lebih rendah dan karakter kerja yang tidak terlalu agresif, hasil pengujian tadi menunjukkan bahwa perbedaan implementasi antar laptop dapat menghasilkan jarak temperatur yang cukup besar meski sama-sama berada di kelas gaming premium.

Notebookcheck menyebut ulasan lengkap dan perbandingan tambahan tersedia dalam review Alienware 16 berbasis Core Ultra 9 Plus. Dari data yang sudah dipublikasikan, fokus utamanya jelas: Core Ultra 9 290HX Plus mampu berjalan lebih cepat, tetapi pada beban penuh juga menjadi salah satu CPU laptop paling panas dengan suhu yang nyaris menyentuh batas maksimum operasional.

Source: www.notebookcheck.net
Terbaru