Spotify Masuk Dunia Workout, 1.400 Kelas Peloton Gratis Bisa Mengusik Apple dan Fitbit

Spotify memperluas layanannya ke ranah kebugaran lewat fitur baru bernama “Fitness with Spotify”. Fitur ini ditanam langsung di aplikasi Spotify dan menghadirkan latihan terpandu dalam format audio maupun video.

Langkah ini membuat Spotify masuk ke jalur persaingan yang sama dengan Apple Fitness Plus dan Fitbit Premium milik Google. Ketiganya sama-sama menawarkan pengalaman olahraga terpandu dalam satu layanan digital.

Semua pengguna Spotify, baik versi gratis maupun Premium, disebut bisa mengakses playlist olahraga pilihan dan konten dari kreator kebugaran populer. Di antaranya ada Yoga With Kassandra dan Chloe Ting.

Pengguna Premium mendapat manfaat tambahan yang lebih besar. Melalui kemitraan dengan Peloton, pelanggan Premium bisa membuka lebih dari 1.400 kelas tanpa iklan tanpa biaya tambahan.

Pilihan kelas yang tersedia juga cukup luas. Materinya mencakup strength, cardio, yoga, meditasi, dan jenis latihan lain yang relevan untuk kebutuhan kebugaran harian.

Cara kerja Fitness with Spotify

Untuk menemukan fitur ini, pengguna cukup membuka aplikasi Spotify di ponsel, desktop, atau TV lalu mencari kata “fitness”. Dari sana, pengguna akan masuk ke hub khusus yang menampilkan berbagai opsi latihan.

Berdasarkan pratinjau yang dibagikan Spotify, pengalaman awal dirancang untuk menyesuaikan rekomendasi latihan. Sistem akan meminta pengguna memilih jenis gerakan atau sesi yang sedang diinginkan.

Pilihan kategorinya mencakup opsi seperti “Burn & Sweat”, “Strength & Tone”, dan “Calm & Restore”. Dengan pendekatan ini, Spotify tampak ingin mengarahkan pengguna pada latihan yang sesuai dengan tujuan dan suasana saat itu.

Aplikasi juga menanyakan tingkat intensitas yang diinginkan. Opsi yang ditampilkan antara lain “Full-on cardio” dan “Quick & intense”.

Tidak berhenti di situ, Spotify juga menyiapkan pengaturan untuk tingkat pengalaman pengguna. Lewat slider, pengguna dapat menunjukkan seberapa familiar mereka dengan tipe latihan yang dipilih.

Setelah preferensi tersebut diisi, sistem akan menyusun rekomendasi latihan yang lebih personal. Dalam contoh yang ditampilkan, pengguna bisa memperoleh paket seperti “Cardio Starter Pack” dan tetap dapat menelusuri semua kelas yang tersedia.

Fokus pada personalisasi dan fleksibilitas

Salah satu elemen yang menonjol dari fitur ini adalah cara Spotify membawa pola kurasi khas platformnya ke konten kebugaran. Alih-alih hanya menampilkan daftar kelas statis, layanan ini mencoba menyusun pengalaman yang terasa lebih relevan untuk setiap pengguna.

Pendekatan itu penting karena pasar kebugaran digital kini tidak hanya soal jumlah kelas. Pengalaman memilih latihan yang cepat, sederhana, dan sesuai kebutuhan juga menjadi faktor pembeda utama.

Spotify juga memberi ruang bagi pengguna untuk menjelajahi profil instruktur. Mekanismenya dibuat mirip dengan saat pengguna mengikuti artis musik atau kreator podcast di platform tersebut.

Artinya, instruktur seperti pelatih dari Peloton dapat diikuti secara langsung. Pengguna lalu bisa melihat pustaka latihan mereka dan menelusuri sesi yang paling sesuai.

Saat latihan dimulai, Spotify menghadirkan antarmuka pemutar hybrid. Pengguna dapat menonton panduan video atau beralih ke mode audio saja di tengah sesi.

Fleksibilitas ini menjadi salah satu nilai tambah yang cukup jelas. Bagi pengguna yang hanya membutuhkan arahan suara saat bergerak, mode audio dapat terasa lebih praktis tanpa harus terus menatap layar.

Bisa dipakai lintas perangkat

Spotify menyebut fitur ini bekerja di berbagai perangkat. Pengguna dapat memulai latihan dari aplikasi TV lalu melanjutkannya di ponsel dengan perpindahan yang mulus.

Kelas juga bisa diunduh untuk penggunaan offline. Dengan begitu, akses latihan tidak sepenuhnya bergantung pada koneksi internet saat sesi berlangsung.

Dari sisi bahasa, Spotify menyatakan mayoritas kelas tersedia dalam bahasa Inggris. Beberapa opsi juga hadir dalam bahasa Spanyol dan Jerman.

Kehadiran dukungan lintas perangkat dan mode offline menunjukkan bahwa Spotify tidak sekadar menambahkan video olahraga ke dalam aplikasi. Platform ini mencoba membangun pengalaman kebugaran yang terintegrasi dengan kebiasaan pengguna Spotify yang sudah terbiasa berpindah dari ponsel ke desktop atau TV.

Secara strategis, langkah ini memperlihatkan upaya Spotify memperluas fungsi aplikasinya di luar musik dan podcast. Dengan basis pengguna yang sudah besar, integrasi latihan terpandu berpotensi menjadi pintu masuk baru untuk mempertahankan pelanggan Premium sekaligus menambah nilai layanan tanpa membebankan biaya ekstra bagi pelanggan yang memenuhi syarat.

Source: www.androidauthority.com

Terkait