
Apple lagi-lagi menarik perhatian lewat MacBook Neo, laptop termurah yang justru mencatat pencapaian besar di urusan servis. Berdasarkan uji bongkar iFixit, perangkat ini dinilai sebagai MacBook paling mudah diperbaiki dalam 14 tahun terakhir dan melampaui seri Air maupun Pro.
Pencapaian itu terasa menonjol karena harga MacBook Neo terbilang paling rendah di lini MacBook, yakni USD 699 atau sekitar Rp10,9 jutaan. Di tengah reputasi Apple yang kerap dikritik karena perangkatnya sulit dibongkar, hasil teardown ini memberi sinyal bahwa pendekatan desain perusahaan mulai berubah.
Desain yang Lebih Ramah Servis
Perubahan paling mencolok ada pada baterainya. Pada banyak MacBook sebelumnya, baterai dipasang dengan perekat kuat, tetapi MacBook Neo memakai sekrup untuk menahan komponen itu.
Skema ini membuat penggantian baterai jadi lebih cepat dan lebih aman. Teknisi juga punya peluang lebih kecil untuk merusak komponen lain saat melakukan perbaikan.
iFixit menyoroti bahwa beberapa bagian lain juga lebih mudah diakses. Speaker, trackpad, dan port tidak lagi tertimbun oleh susunan komponen lain yang rumit.
Komponen Modular Jadi Nilai Tambah
MacBook Neo juga membawa pendekatan modular pada sejumlah bagian penting. Port USB-C dan headphone jack disebut bisa dilepas pasang dengan lebih mudah dibandingkan banyak model MacBook sebelumnya.
Layar pun mendapat nilai positif dari sisi servis. Panel display lebih gampang dipisahkan dari bodi utama, sehingga proses pembongkaran tidak serumit yang biasa ditemukan pada laptop Apple.
Kemudahan seperti ini menjadi catatan penting bagi teknisi maupun pengguna yang memprioritaskan daya tahan perangkat. Dalam konteks perbaikan, akses yang lebih sederhana sering kali berarti waktu servis yang lebih singkat dan biaya yang lebih terkendali.
Diduga Berkaitan dengan Aturan Uni Eropa
Langkah Apple ini juga memunculkan dugaan bahwa perusahaan sedang bersiap menghadapi regulasi baru di Uni Eropa. Aturan tersebut mewajibkan perangkat portabel memiliki baterai yang dapat diganti dengan mudah mulai 2027.
Jika arah desain seperti MacBook Neo ini berlanjut, bukan tidak mungkin model MacBook Air dan MacBook Pro generasi berikutnya akan mengikuti pola serupa. Bagi Apple, perubahan ini bisa menjadi penyesuaian penting agar produk tetap relevan di pasar global yang makin ketat soal hak perbaikan.
Masih Ada Batasan pada RAM dan SSD
Meski mendapat pujian dalam hal servis, MacBook Neo belum sepenuhnya lepas dari kebiasaan lama Apple. RAM dan SSD tetap disolder menyatu dengan chip A18 Pro, sehingga pengguna tidak bisa melakukan upgrade setelah pembelian.
Kondisi ini berarti peningkatan memori atau penyimpanan tetap tidak tersedia secara mandiri. Bagi sebagian pengguna, batasan tersebut bisa menjadi kekurangan yang cukup besar meskipun sisi lain perangkat ini lebih bersahabat untuk dibongkar.
Skor iFixit Lebih Tinggi dari Model Lain
iFixit memberi MacBook Neo skor 6/10 untuk repairability. Nilai ini lebih tinggi dibanding MacBook Air M4 yang meraih 5/10 dan MacBook Pro M5 yang berada di angka 4/10.
Perbedaan skor itu mempertegas posisi MacBook Neo sebagai model yang paling mudah diservis di jajaran MacBook terbaru. Meski belum ideal karena masih ada komponen yang terkunci, hasil ini menunjukkan Apple mulai memberi ruang lebih besar bagi gerakan Right to Repair.
Bagi pasar laptop Apple, MacBook Neo kini bukan hanya menarik karena harganya yang paling terjangkau. Perangkat ini juga menjadi contoh bahwa desain MacBook bisa dibuat lebih mudah diakses dan diperbaiki tanpa sepenuhnya meninggalkan ciri khas Apple.









