Persaingan smartphone gaming di kelas Rp6–7 jutaan makin sengit dan membuat calon pembeli perlu melihat detail satu per satu. Dua nama yang paling sering muncul dalam perbandingan adalah Infinix GT 50 Pro dan POCO X8 Pro Max.
Keduanya sama-sama menawarkan performa tinggi, layar cepat, dan fitur yang dirancang untuk bermain game. Namun, karakter yang dibawa kedua perangkat ini cukup berbeda sehingga pilihan terbaik sangat bergantung pada kebutuhan pengguna.
Desain dan karakter penggunaan
Infinix GT 50 Pro tampil dengan bahasa desain yang sangat gamer-oriented. Aksen RGB dan motif serat karbon di bodi belakang membuatnya terlihat mencolok, terutama bagi pengguna yang ingin ponsel gaming dengan identitas visual yang kuat.
POCO X8 Pro Max mengambil jalan yang lebih aman dengan desain minimalis dan kesan premium. Model seperti ini lebih fleksibel dipakai untuk kebutuhan kasual maupun profesional karena tampilannya tidak terlalu agresif.
Perbedaan juga terlihat di sisi layar, karena Infinix memakai panel AMOLED 1.5K 144Hz. POCO membawa panel AMOLED 1.5K 120Hz yang tetap tajam dan tampil cerah, meski refresh rate-nya sedikit di bawah Infinix.
Performa jadi penentu utama
Di sektor dapur pacu, Infinix GT 50 Pro ditenagai MediaTek Dimensity 8400 Ultimate. Chipset ini sudah sangat kuat untuk menjalankan game berat seperti Mobile Legends dan PUBG dengan lancar.
POCO X8 Pro Max melangkah lebih jauh dengan Dimensity 9500s berbasis 3nm. Pada kelas ini, chipset tersebut disebut lebih kencang sekaligus lebih efisien, terutama saat dipakai untuk multitasking ekstrem dan penggunaan panjang.
Efisiensi daya ikut menjadi nilai tambah POCO karena fabrikasi yang lebih kecil. Dalam penggunaan harian, hal ini bisa membantu baterai bertahan lebih hemat dibandingkan perangkat dengan performa tinggi yang lebih boros.
RAM dan penyimpanan sama-sama kencang
Kedua smartphone sama-sama dibekali RAM 12GB LPDDR5X. Kapasitas ini memberi ruang lega untuk membuka banyak aplikasi sekaligus tanpa terasa berat.
Untuk penyimpanan, keduanya juga sudah memakai UFS 4.0 atau 4.1 yang mendukung akses data cepat. Namun, baik Infinix maupun POCO tidak menyediakan slot microSD, sehingga pengguna perlu memilih kapasitas internal sejak awal.
Di sisi kapasitas, POCO menawarkan varian hingga 512GB yang dinilai sudah cukup untuk banyak pengguna. Kombinasi ini membuat sektor memori kedua perangkat relatif seimbang, meski POCO memberi opsi penyimpanan yang lebih lapang.
Kamera bukan fokus utama, tetapi tetap kompetitif
Infinix GT 50 Pro membawa kamera utama 50MP dengan OIS dan kamera ultrawide 8MP. Susunan ini sudah cukup untuk kebutuhan harian, termasuk foto kasual dan dokumentasi cepat.
POCO X8 Pro Max juga mengusung kamera utama 50MP, tetapi dengan hasil yang disebut lebih konsisten. Kamera depannya bahkan mendukung perekaman 4K, yang memberi nilai plus untuk pembuatan konten dan video.
Untuk pengguna yang mencari ponsel gaming sekaligus tetap ingin kualitas kamera yang aman, POCO sedikit unggul di sisi video dan stabilisasi. Meski begitu, perbedaannya disebut tidak terlalu jauh untuk penggunaan biasa.
Baterai dan pengisian daya
Infinix GT 50 Pro mengandalkan baterai 6500mAh dengan pengisian 45W. Kombinasi ini masih tergolong memadai untuk penggunaan seharian, meski kecepatan isi dayanya tidak seagresif rivalnya.
POCO X8 Pro Max membawa baterai jauh lebih besar, yakni 8500mAh. Ditambah fast charging 100W dan fitur reverse charging, perangkat ini lebih fleksibel untuk aktivitas harian yang padat.
Kapasitas besar dan pengisian cepat menjadikan POCO lebih unggul untuk pengguna yang sering bermain game dalam durasi panjang. Fitur reverse charging juga berguna saat ada perangkat lain yang perlu diisi daya darurat.
Fitur gaming yang membedakan
Infinix GT 50 Pro unggul dalam fitur gaming fisik karena sudah membawa shoulder trigger dan sistem pendingin cair. Kombinasi ini memberi pengalaman bermain yang lebih responsif, terutama untuk game kompetitif.
Touch sampling tinggi pada Infinix juga membuat kontrol terasa lebih akurat. Bagi gamer yang mengutamakan respons sentuhan, fitur ini bisa jadi pembeda yang penting.
POCO X8 Pro Max tidak memiliki trigger fisik, tetapi tetap menawarkan pengalaman gaming yang kuat lewat performa mentah. Stereo speaker dan X-axis motor ikut memperkuat sensasi bermain agar terasa lebih imersif.
Harga menjadi faktor penentu
Infinix GT 50 Pro dipasarkan mulai Rp6.499.000 saat promo dan Rp6.999.000 untuk harga normal. Varian 512GB bahkan bisa mencapai Rp7.999.000, sehingga posisinya cukup kompetitif di kelas menengah premium.
POCO X8 Pro Max dibanderol mulai Rp6.999.000 untuk varian 256GB. Varian tertingginya berada di kisaran Rp7.499.000 hingga Rp7.999.000, membuatnya berada di rentang harga yang sangat dekat dengan Infinix.
Jika dilihat dari kebutuhan, Infinix GT 50 Pro lebih menarik untuk gamer yang mencari fitur lengkap dengan harga sedikit lebih rendah. POCO X8 Pro Max lebih cocok bagi pengguna yang memprioritaskan performa mentah, baterai besar, efisiensi daya, dan pengalaman pemakaian yang lebih tahan lama.







