Lonjakan minat pada AI dan meningkatnya kebutuhan chip dalam setahun terakhir ikut mendorong harga banyak perangkat konsumen naik. Di tengah situasi itu, masih ada laptop murah yang tetap layak dilirik, terutama bagi pelajar, gamer, pekerja lepas, dan pengguna kasual yang ingin menekan pengeluaran.
Fokus utama di segmen ini bukan spesifikasi paling tinggi, melainkan nilai yang didapat dari harga yang dibayar. Karena itu, empat model berikut menonjol sebagai pilihan paling terjangkau yang masih menawarkan kombinasi fitur, performa, dan daya tahan yang masuk akal di 2026 sejauh ini.
Acer Aspire Go 15
Acer Aspire Go 15 menjadi salah satu pilihan Windows paling populer di kelas hemat. Harga model entry-level-nya bahkan disebut berada di sekitar $300, dengan konfigurasi 128GB storage dan 8GB RAM, sementara unit lain dijual di bawah $500.
Laptop ini biasanya hadir dengan Intel Core i3 atau prosesor seri N, termasuk Intel Core i3-N355, meski varian AMD Ryzen 3 7320U juga tersedia. Kapasitas penyimpanan dan memori bisa naik hingga 1TB SSD dan 16GB RAM, dan masih ada opsi 512GB SSD serta 16GB RAM di bawah $500.
Di kelas harganya, kelengkapan port menjadi nilai plus. Perangkat ini menyediakan HDMI, jack audio 3,5 mm, USB-A, dan USB-C, meski tidak memiliki port Ethernet sehingga koneksi hanya mengandalkan Wi-Fi.
MacBook Neo
Untuk pengguna Apple, MacBook Neo muncul sebagai opsi paling murah yang pernah dijual Apple, dengan harga mulai $599. Laptop ini memakai chip Apple A18 Pro dengan CPU 6-core yang terdiri dari 2 performance core dan 4 efficiency core.
Konfigurasinya mencakup GPU 5-core, 8GB RAM, dan 256GB SSD. Apple menyebut daya tahan baterainya bisa mencapai 16 jam dalam kondisi tertentu, sementara penggunaan standar dilaporkan rata-rata sekitar 13 jam.
Dari sisi fisik, MacBook Neo memang tidak sefleksibel pesaingnya dalam urusan port. Hanya ada dua port USB-C, dan salah satunya berkecepatan USB 2, tetapi kritik terhadap keterbatasan itu dibayar dengan layar yang dinilai bagus dan bodi all-metal yang terasa premium.
Asus Chromebook Plus CX34
Bagi yang ingin mencoba Chromebook tanpa keluar biaya besar, Asus Chromebook Plus CX34 jadi salah satu pintu masuk yang menarik. Laptop 14 inci ini dijual di bawah $500 dan kadang turun hingga sekitar $400, tergantung retailer dan model.
Performa harian ditopang Intel i3-1215U, meski ada juga varian dengan Intel i3-1315U. Penyimpanan dan memorinya dapat mencapai 512GB dan 16GB, sementara daya tahan baterai berada di kisaran 7 hingga 11 jam rata-rata.
CX34 juga unggul pada kelengkapan port untuk kelasnya. Tersedia dua USB-C, dua USB-A, satu jack audio combo 3,5 mm, dan satu HDMI, ditambah keyboard yang dinilai nyaman dengan tombol besar.
Sebagai Chromebook, perangkat ini juga tidak membawa bloatware Windows yang kerap mengganggu sebagian pengguna. Itu membuatnya cocok untuk aktivitas browsing, menonton film, bekerja dengan dokumen, dan penggunaan umum lainnya.
Lenovo Chromebook Duet 11
Lenovo Chromebook Duet 11 (Gen 9) melanjutkan reputasi Lenovo di laptop murah dengan format yang lebih fleksibel. Model ini adalah 2-in-1 detachable yang ditujukan untuk pengguna muda, kebutuhan pendidikan, dan akses cepat ke aplikasi penting.
Layarnya berukuran 11 inci dan ditenagai MediaTek Kompanio 838. Pilihan memorinya 4GB atau 8GB, sedangkan penyimpanan tersedia dalam 64GB atau 128GB eMMC.
Harga perangkat ini berada di bawah $400, dan pada momen tertentu bisa ditemukan di bawah $300. Performa dan baterainya tidak ditujukan untuk kelas atas, tetapi layar sentuhnya dinilai bagus dan bagian tablet terasa dibangun dengan baik.
Meski begitu, keyboard-nya disebut agak ringkih dengan tombol yang lebih kecil dan tata letak yang rapat. Bagi pengguna dengan jari dan tangan besar, bagian ini bisa terasa kurang nyaman saat dipakai lama.







