Galaxy Book Flagship Berpotensi Tinggalkan Chrome OS, One UI 9 Bisa Ubah Arah Laptop Samsung

Author: Qoo Media

Samsung disebut tengah menyiapkan lini Galaxy Book baru yang tidak lagi bertumpu pada Chrome OS. Berdasarkan laporan yang dikutip Android Authority dari SamMobile, perangkat ini diduga akan memakai Aluminium OS, platform baru Google yang dirancang membawa Android ke PC.

Informasi awal menyebut Samsung tidak hanya menyiapkan satu model. Perusahaan itu dilaporkan mengembangkan Galaxy Book berbasis Android dalam tiga kelas sekaligus, yaitu entry-level, menengah, dan flagship.

Arah baru Galaxy Book berbasis Aluminium OS

Aluminium OS disebut sebagai proyek besar Google untuk memperluas Android ke perangkat komputasi yang lebih luas. Android Authority menuliskan bahwa sistem ini ditujukan untuk laptop, perangkat detachable, tablet, hingga PC box di berbagai segmen harga.

Jika laporan ini akurat, Samsung berpotensi menjadi salah satu mitra penting Google dalam fase awal ekosistem tersebut. Langkah itu juga sejalan dengan posisi Samsung yang selama ini sudah memiliki pengalaman di perangkat laptop dan Chromebook.

SamMobile, seperti dikutip dalam laporan tersebut, menyebut laptop Galaxy Book baru ini akan menjalankan One UI 9 berbasis Android 17. Artinya, Samsung tidak sekadar memindahkan Android ke layar besar, tetapi juga membawa lapisan antarmuka khasnya ke format laptop.

Hal ini penting karena One UI selama ini menjadi pembeda utama perangkat Galaxy. Dengan pendekatan itu, pengalaman penggunaan di laptop bisa dibuat lebih seragam dengan ponsel dan tablet Samsung.

Model flagship jadi sorotan

Dari tiga varian yang disebut sedang dikembangkan, model flagship menjadi bagian yang paling menarik perhatian. Laporan menyebut versi tertinggi ini akan hadir dengan desain yang sangat ramping.

Detail spesifik soal material memang belum dijabarkan dalam referensi. Namun, dengan fokus pada desain tipis dan posisi sebagai model flagship, spekulasi mengenai bodi aluminium menjadi pembahasan yang wajar di kalangan pengamat.

Meski begitu, laporan yang sama juga mengingatkan bahwa arah desain Samsung bisa saja berubah mengikuti dinamika pasar. Disebutkan pula bahwa produk seperti MacBook Neo diduga dapat memengaruhi prioritas desain perusahaan.

Karena itu, aspek premium pada Galaxy Book ini masih harus dibaca sebagai indikasi awal, bukan spesifikasi final. Belum ada rincian resmi mengenai ukuran layar, chipset, memori, atau bobot perangkat.

One UI 9 dan DeX yang lebih produktif

Penggunaan One UI 9 membuka kemungkinan besar hadirnya integrasi fitur yang lebih erat antarperangkat Galaxy. Android Authority menyebut laptop ini diperkirakan akan membawa Galaxy AI dan versi Samsung DeX yang ditingkatkan.

Kehadiran Galaxy AI bisa menjadi salah satu nilai jual utama bila Samsung benar-benar mengarah ke laptop Android premium. Namun, jenis fitur AI yang akan dibawa ke Galaxy Book ini belum dijelaskan dalam laporan sumber.

Sementara itu, DeX diperkirakan akan memainkan peran penting untuk produktivitas. Dalam laporan tersebut, DeX pada laptop “should” atau diperkirakan dapat terintegrasi dengan baik bersama DeX di ponsel dan tablet Galaxy.

Jika skenario itu terwujud, pengguna Samsung berpotensi mendapat pengalaman lintas perangkat yang lebih mulus. Laptop dapat menjadi pusat kerja, sementara ponsel dan tablet berfungsi sebagai perangkat pendukung dalam ekosistem yang sama.

Samsung berpotensi meninggalkan pendekatan Chromebook

Samsung sebenarnya bukan pemain baru di laptop berbasis sistem operasi Google. Perusahaan ini sudah memiliki lini Galaxy Chromebook yang berjalan dengan Chrome OS.

Namun, laporan tersebut berspekulasi bahwa Samsung kemungkinan akan beralih dari Chrome OS ke Aluminium OS. Perubahan ini dapat menandai pergeseran strategi besar, terutama bila Google memang ingin menjadikan Android sebagai fondasi utama untuk PC.

Bila Aluminium OS dirancang untuk banyak format perangkat, Samsung termasuk produsen yang paling siap memanfaatkannya. Portofolio perusahaan mencakup laptop, tablet, ponsel, dan perangkat layar besar yang bisa dihubungkan dalam satu ekosistem perangkat lunak.

Perpindahan dari Chrome OS ke platform baru juga dapat memberi Samsung ruang diferensiasi yang lebih luas. One UI, Galaxy AI, dan DeX adalah tiga elemen yang sulit ditanamkan sekuat itu bila tetap bertahan pada kerangka Chromebook tradisional.

Jadwal peluncuran masih belum pasti

Sampai saat ini, belum ada jadwal resmi untuk pengumuman Galaxy Book berbasis Aluminium OS. Laporan sumber menegaskan bahwa belum ada lini masa spesifik dari Samsung maupun Google.

Meski demikian, Android Authority menilai Google I/O 2026 dalam beberapa minggu ke depan bisa menjadi panggung yang masuk akal untuk memperkenalkan sisi perangkat lunaknya. Setelah itu, perangkat kerasnya disebut berpotensi meluncur sebelum akhir tahun, meski masih bersifat spekulatif.

Karena seluruh informasi ini masih berasal dari kebocoran dan laporan awal, detail final produk tetap bisa berubah. Namun, gambaran yang muncul sudah cukup jelas, yaitu Samsung diduga sedang menyiapkan Galaxy Book baru dari kelas bawah hingga flagship dengan fondasi Aluminium OS, antarmuka One UI 9 berbasis Android 17, serta integrasi Galaxy AI dan DeX yang ditujukan untuk pengalaman laptop Android yang lebih serius.

Source: www.androidauthority.com
Terbaru