iPhone Ultra Bocor, Baterainya Disebut Terbesar Sepanjang Sejarah iPhone

Apple disebut tengah menyiapkan ponsel lipat pertamanya dengan nama iPhone Ultra atau iPhone Fold. Bocoran terbaru justru menyorot satu hal yang paling mencolok: kapasitas baterainya disebut berada di kisaran 5.400mAh hingga 5.800mAh, yang akan menjadikannya baterai terbesar yang pernah dipasang pada iPhone.

Angka itu membuat perangkat ini langsung menarik perhatian pasar ponsel lipat premium. Dalam bocoran spesifikasi yang beredar, kapasitas tersebut bahkan disebut unggul sekitar 1.000mAh dari Galaxy Z Fold 7, sehingga membuka peluang bagi Apple untuk menjual daya tahan baterai sebagai pembeda utama.

Di tengah persaingan dengan Samsung, Honor, dan Oppo, Apple tampaknya tidak mengejar status sebagai yang pertama hadir. Perusahaan justru dikabarkan memilih pendekatan yang lebih hati-hati dengan menempatkan perangkat ini sebagai model papan atas di atas lini Pro Max.

Strategi itu terlihat dari nama yang disematkan pada perangkat ini. Label Ultra menandakan posisi produk sebagai flagship tertinggi, lengkap dengan desain tipis, material premium, dan fitur yang diarahkan untuk segmen pengguna awal serta konsumen yang mengutamakan inovasi.

Bocoran spesifikasi utama

Layar bagian dalam perangkat ini disebut berukuran 7,8 inci dengan panel OLED dan rasio 4:3. Format ini membuat tampilannya lebih lebar, dengan bentuk yang disebut menyerupai “paspor” dan mengingatkan pada pengalaman visual iPad mini.

Layar luarnya disebut memakai panel OLED 5,5 inci. Ukuran itu dinilai memberi bentuk yang lebih kotak dan berpotensi lebih nyaman untuk penggunaan satu tangan dibanding pendekatan beberapa pesaing di kategori ponsel lipat model buku.

Dari sisi performa, perangkat ini dikaitkan dengan chip A20 Pro berbasis proses 2nm. Bocoran yang sama menyebut efisiensinya bisa meningkat sekitar 30 persen, faktor yang ikut memperkuat narasi bahwa iPhone lipat pertama Apple akan menonjol dalam urusan baterai.

Untuk perangkat lunak, iPhone Ultra disebut akan menjalankan iOS 20 dengan mode khusus foldable. Dukungan ini dikabarkan menghadirkan multitasking berdampingan secara native pada iPhone, fitur yang selama ini menjadi nilai penting di perangkat layar lipat.

Desain tipis, tetapi tetap premium

Bocoran skematik menyebut ketebalan bodi saat dilipat berada di kisaran 9,2mm hingga 9,4mm. Saat dibuka, bagian chassis internal disebut bisa menyusut ke sekitar 4,5mm hingga 4,7mm, menjadikannya salah satu ponsel lipat tertipis di kelasnya.

Meski begitu, modul kamera belakang menambah tonjolan yang membuat titik paling tebalnya mencapai 13,9mm. Kompromi ini tampaknya diambil agar perangkat tetap membawa sistem kamera kelas atas tanpa mengorbankan karakter desain tipis yang menjadi sorotan utama.

Material yang disebut akan dipakai juga tergolong ambisius. Rangkanya dikabarkan menggunakan titanium alloy, sementara engselnya memakai Liquidmetal yang dalam bocoran disebut dua kali lebih kuat dari titanium untuk membantu durabilitas.

Apple juga dikabarkan menyiapkan teknologi lipatan yang nyaris tak terlihat. Panel CoE OLED disebut dipadukan dengan pelat logam penyebar tegangan untuk membantu meratakan area lipatan dan mengurangi bekas crease pada layar.

Kamera dan biometrik

Untuk kamera belakang, bocoran mengarah pada sistem ganda 48MP yang terdiri dari kamera utama dan ultra-wide. Susunannya disebut horizontal, sementara kemampuan zoom dikaitkan dengan pemrosesan berbasis Apple Intelligence.

Di sisi depan, ada dua informasi yang beredar. Satu bocoran menyebut kamera depan di layar dalam memakai desain punch-hole di sudut kiri atas, sementara tabel spesifikasi lain menyebut kamera 24MP under-display untuk layar dalam dan punch-hole untuk layar luar.

Pada sektor biometrik, Face ID disebut tidak hadir di layar dalam. Sebagai gantinya, perangkat ini dikabarkan akan memakai Touch ID yang terintegrasi ke tombol daya di sisi bodi, keputusan yang disebut berkaitan dengan upaya menjaga profil perangkat tetap sangat tipis.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa Apple kemungkinan memprioritaskan efisiensi ruang internal. Pada generasi pertama produk lipat, pendekatan ini bisa menjadi cara untuk menyeimbangkan desain, ketebalan, dan daya tahan tanpa memaksakan semua teknologi hadir sekaligus.

Posisi pasar dan jadwal peluncuran

Soal peluncuran, iPhone Ultra dikabarkan akan diperkenalkan pada September bersama iPhone 18 Pro dan Pro Max. Model lipat yang lebih terjangkau disebut belum akan hadir sebelum 2027, menandakan strategi ekspansi yang bertahap.

Dari sisi harga, perangkat ini diperkirakan berada di rentang $2,299 hingga $2,899. Banderol tersebut menempatkannya langsung di kelas paling premium, sejalan dengan positioning Ultra yang mengandalkan desain, material, dan pengalaman pakai sebagai daya tarik utama.

Apple juga disebut akan menjaga pendekatan desain yang minimalis. Varian warna yang beredar baru dua, yakni hitam dan putih, selaras dengan citra produk premium yang sederhana namun tegas.

Jika bocoran ini akurat, iPhone Ultra tidak hanya menjadi pintu masuk Apple ke pasar ponsel lipat. Perangkat ini juga berpotensi mengubah fokus persaingan, dari sekadar desain lipat yang tipis menjadi kombinasi tipis, kuat, dan berdaya tahan lama lewat baterai berkapasitas besar.

Source: www.geeky-gadgets.com
Terkait