Tanpa Sadar, Anda Masih Memakai FireWire, Teknologi Lama yang Menang Diam-Diam

Author: Qoo Media

FireWire mungkin sudah lama dianggap kalah oleh USB, tetapi jejaknya ternyata belum benar-benar hilang. Banyak orang masih memakainya hari ini tanpa sadar bahwa teknologi di balik alur kerja mereka punya DNA FireWire.

Yang membuatnya menarik, FireWire sejak awal memang bukan ditujukan untuk pengguna rumahan. Teknologi ini lahir sebagai jalur transfer data berperforma tinggi, terutama untuk perangkat eksternal yang butuh kecepatan dan kestabilan.

Bukan untuk mouse dan keyboard

FireWire terutama dipasarkan, terutama oleh Apple, sebagai teknologi transfer data berkinerja tinggi. Ia bukan dirancang sebagai pengganti umum untuk port serial, paralel, atau PS/2.

Karena tujuan awalnya spesifik, perangkat seperti mouse FireWire nyaris tidak pernah menjadi fokus. Yang lebih penting adalah penyimpanan eksternal yang bisa berjalan cepat dan benar-benar berguna, termasuk sebagai alternatif SCSI untuk perangkat seperti Iomega Jaz drive.

Keunggulan yang membuatnya berbeda

FireWire tidak hanya mengandalkan kecepatan. Teknologi ini menawarkan transfer data yang deterministik, sehingga perangkat bisa mengandalkan throughput yang konsisten tanpa banyak gangguan.

FireWire juga mendukung komunikasi peer-to-peer. Artinya, perangkat bisa saling berbicara langsung tanpa terus-menerus melibatkan CPU, sesuatu yang sangat berguna untuk pekerjaan berat.

Karena karakter itu, FireWire banyak dipakai di industri media. Perangkat penyimpanan eksternal, kamera, sound interface profesional, perangkat capture video, hingga jaringan komputer peer-to-peer pernah memanfaatkan port ini.

USB menang karena serbaguna

USB dan FireWire sebenarnya tidak sejak awal dirancang untuk saling bersaing langsung. Namun, USB yang lebih universal membuatnya cepat mengambil banyak fungsi yang sebelumnya identik dengan FireWire.

Versi publik pertama USB adalah USB 1.1 dengan kecepatan maksimum 12Mbps atau sekitar 1,5MB/s. Di sisi lain, generasi awal FireWire bisa mencapai 400Mbps atau sekitar 49MB/s.

Perbandingan itu tampak jauh, sampai USB 2.0 muncul dengan kecepatan 480Mbps. Bagi kebanyakan pengguna nonprofesional, kecepatan USB 2.0 sudah cukup, apalagi mereka tidak terlalu peduli pada minimnya beban CPU yang menjadi salah satu keunggulan FireWire.

Spesifikasi yang sempat berlari, lalu tertinggal

FireWire memang berkembang lagi dengan versi 1,6Gbps dan 3,2Gbps di akhir perjalanannya. Namun, versi itu jarang ditemui dan tidak punya cukup waktu untuk melahirkan ekosistem perangkat baru sebelum standar tersebut dihentikan oleh Steve Jobs dan para pengambil keputusan besar lainnya.

Pada periode yang sama, USB terus melaju dan pada 2008 sudah memasuki era USB 3.0 dengan kecepatan 5Gbps. FireWire sendiri disebut praktis mati pada tahun yang sama, meski USB 2.0 tetap bertahan lama sampai kini.

Warisan FireWire masih terasa di Thunderbolt

Cerita FireWire tidak berhenti saat port aslinya memudar. Apple dan Intel kemudian mengembangkan Thunderbolt, dan sejumlah ciri khasnya terasa sangat mirip dengan FireWire.

Thunderbolt mendukung direct memory access, sehingga perangkat bisa memindahkan data tanpa harus terus membangunkan CPU. Teknologi ini juga memungkinkan daisy-chaining beberapa perangkat pada satu port, sambil tetap menjaga bandwidth tinggi dan latensi rendah.

Dari situ, rantainya menjadi lebih jelas. Thunderbolt lalu mengadopsi konektor USB-C, dan kemudian spesifikasi USB4 memasukkan Thunderbolt 3.

Teknologi yang lama dianggap kalah, tapi belum benar-benar pergi

Ada ironi tersendiri dalam perjalanan ini. FireWire pernah kalah di pasar konsumen, namun prinsip dasarnya justru hidup kembali dalam teknologi yang dipakai luas saat ini.

Bahkan setelah status resminya berakhir, FireWire tetap digunakan selama bertahun-tahun. Dukungan FireWire di macOS baru dihapus dengan macOS 26 Tahoe, menandai betapa panjang umur teknologi yang dulu dianggap hanya milik masa lalu itu.

Terbaru