Pengguna Garmin Instinct 2 melaporkan masalah baterai yang jauh lebih boros setelah pembaruan perangkat lunak. Dalam sejumlah kasus ekstrem, jam tangan yang dikenal memiliki daya tahan panjang itu disebut hanya mampu bertahan hitungan hari, bukan lagi berminggu-minggu.
Keluhan ini menjadi sorotan karena dampaknya membuat perangkat terasa nyaris tidak praktis dipakai seperti biasa. Masalah tersebut juga memicu perdebatan di kalangan pengguna soal apakah firmware terbaru menjadi pemicu, meski penyebab pastinya belum bisa dipastikan secara tegas.
Laporan yang beredar saat ini terutama berasal dari forum dukungan Garmin. Ada satu utas pembahasan yang cukup panjang dan telah terbuka selama empat bulan, menandakan keluhan ini bukan sekadar muncul sesaat lalu hilang.
Meski begitu, gambaran skala masalahnya masih belum sepenuhnya jelas. Tidak semua pemilik Garmin Instinct 2 mengalami gejala serupa, dan ada juga pengguna yang menyatakan daya tahan baterai perangkat mereka tetap normal.
Keluhan tidak merata, tetapi cukup konsisten
Poin pentingnya, laporan dari pengguna yang terdampak terlihat cukup konsisten. Mereka sama-sama mengeluhkan peningkatan konsumsi daya yang muncul setelah pembaruan firmware, walau pembaruan itu sendiri belum tentu menjadi akar masalah langsung.
Di sisi lain, kondisi ini juga perlu dilihat dengan hati-hati. Pengguna yang mengalami gangguan biasanya memang lebih terdorong untuk menulis keluhan di forum, sementara pengguna yang perangkatnya berfungsi normal cenderung tidak ikut bersuara.
Karena itu, belum ada kepastian seberapa luas masalah ini terjadi di seluruh basis pengguna Garmin Instinct 2. Namun, keberadaan banyak laporan serupa membuat isu ini sulit dianggap sebagai kasus yang sepenuhnya terisolasi.
Dari rangkaian pembahasan pengguna, satu pola mulai terlihat cukup jelas. Kenaikan konsumsi daya tampaknya berhubungan dengan koneksi Bluetooth pada perangkat.
Bluetooth disebut terkait dengan lonjakan konsumsi daya
Beberapa pengguna menemukan bahwa mematikan Bluetooth dapat mencegah terjadinya konsumsi daya yang meningkat. Temuan ini menjadi petunjuk penting karena mengarah pada kemungkinan bahwa masalah bukan semata-mata berasal dari firmware secara umum, melainkan dari interaksi tertentu setelah pembaruan.
Setidaknya ada laporan pengguna yang menyebut penonaktifan penuh Bluetooth tidak selalu mutlak diperlukan. Namun, mematikan koneksi tersebut disebut sebagai cara paling cepat untuk menekan pengurasan baterai.
Solusi ini memang terdengar sederhana, tetapi konsekuensinya cukup besar. Saat Bluetooth dimatikan, fungsi inti smartwatch sebagai perangkat pendamping ponsel ikut berkurang drastis.
Notifikasi, misalnya, tidak lagi bisa ditampilkan secara normal bila koneksi diputus. Fitur LiveTrack juga tidak dapat digunakan, sehingga nilai praktis perangkat langsung menurun untuk pengguna yang mengandalkan konektivitas setiap hari.
Dalam konteks itu, keluhan soal perangkat menjadi “nyaris tidak bisa dipakai” mulai lebih mudah dipahami. Bukan karena jam tangannya mati total, melainkan karena pengguna harus memilih antara baterai yang cepat habis atau mematikan fitur penting agar perangkat tetap bertahan lebih lama.
Masalah serius untuk perangkat yang dikenal tahan lama
Garmin Instinct 2 selama ini dikenal sebagai smartwatch dengan daya tahan baterai yang kuat. Karena itu, penurunan dari hitungan minggu menjadi hanya beberapa hari terasa sangat signifikan dan jauh di luar ekspektasi pengguna.
Perubahan sebesar itu tentu memengaruhi pengalaman pemakaian sehari-hari. Smartwatch dengan reputasi baterai awet biasanya dipilih justru untuk mengurangi frekuensi pengisian daya, terutama oleh pengguna aktif yang mengandalkan perangkat dalam waktu panjang.
Sampai saat ini, belum ada kepastian apakah Garmin sengaja atau tidak sengaja menyebabkan situasi tersebut melalui pembaruan. Namun anggapan bahwa masalah ini dibuat dengan sengaja dinilai kecil kemungkinannya.
Yang lebih mungkin, jika melihat pola laporan pengguna, adalah adanya bug atau perilaku tertentu pada sistem setelah update. Meski demikian, tanpa penjelasan resmi yang lebih rinci, penyebab teknis pastinya tetap belum dapat dipastikan.
Forum dukungan menjadi sumber utama petunjuk karena di sanalah para pengguna membandingkan pengalaman mereka. Ulasan kolektif itu juga membantu mempersempit dugaan masalah, walau belum mengarah pada penyebab yang sepenuhnya spesifik.
Bagi pemilik Garmin Instinct 2 yang mengalami baterai cepat habis, memeriksa perilaku Bluetooth bisa menjadi langkah awal yang paling relevan berdasarkan laporan yang ada. Hanya saja, solusi sementara itu datang dengan pengorbanan fungsi penting, sehingga masalah ini tetap menjadi isu besar bagi perangkat yang seharusnya unggul dalam daya tahan baterai.
Source: www.notebookcheck.net






