Gemini Kini Jauh Lebih Berguna, Fitur NotebookLM yang Dulu Eksklusif Akhirnya Gratis Untuk Semua

Author: Qoo Media

Google memperluas salah satu fitur paling cerdas di Gemini ke lebih banyak pengguna. Fitur notebook kini tersedia untuk semua pengguna Gemini di aplikasi seluler, baik gratis maupun berbayar.

Langkah ini penting karena notebook di Gemini bukan sekadar tempat menyimpan percakapan. Fitur ini dirancang untuk menggabungkan obrolan, dokumen, dan sumber pendukung dalam satu ruang kerja yang lebih terstruktur untuk riset dan proyek.

Perluasan ini menandai fase baru integrasi Gemini dengan NotebookLM, dua layanan AI Google yang selama ini menonjol untuk kebutuhan kerja berbasis informasi. Integrasi awalnya hadir di pertengahan Desember saat Google membawa NotebookLM ke Gemini.

Saat itu, dukungan tersebut baru tersedia di web. Pada awal tahun ini, integrasinya mulai hadir di aplikasi seluler, lalu pada awal April Google memperdalam koneksi antarlayanan dengan menambahkan notebook langsung ke Gemini.

Pada fase awal, akses prioritas diberikan kepada pelanggan AI berbayar Google. Dalam pengumuman awal April, Google menyebut fitur itu akan diperluas ke pengguna gratis, perangkat seluler, dan lebih banyak negara dalam beberapa pekan berikutnya.

Sekitar tiga pekan setelah pengumuman itu, akun NotebookLM di X menyatakan bahwa notebook di aplikasi Gemini kini tersedia untuk semua pengguna gratis dan berbayar di seluler. Artinya, fitur yang sebelumnya lebih terbatas sekarang mulai menjadi bagian dari pengalaman utama Gemini.

Apa fungsi notebook di Gemini

Notebook di Gemini dapat dipahami sebagai folder untuk percakapan, tetapi dengan kemampuan yang lebih pintar. Pengguna tidak hanya mengelompokkan chat, tetapi juga bisa menambahkan file dan dokumen terkait agar Gemini memiliki konteks tambahan.

Bagi pengguna yang sering memakai Gemini untuk riset, pendekatan ini memberi manfaat besar. Semua percakapan dan dokumen yang relevan bisa ditempatkan dalam satu notebook sehingga proyek tertentu memiliki pusat kerja tersendiri.

Model seperti ini membuat alur kerja menjadi lebih rapi. Pengguna tidak perlu lagi berpindah-pindah antara obrolan terpisah atau mencari dokumen pendukung secara manual saat ingin melanjutkan pekerjaan.

Google juga membuat notebook di Gemini tersinkron dengan NotebookLM, dan sebaliknya. Sinkronisasi dua arah ini memungkinkan pengguna memulai pekerjaan di Gemini, lalu beralih ke NotebookLM untuk analisis lanjutan dan diskusi berdasarkan materi sumber yang sama.

Dengan kata lain, Gemini dapat dipakai untuk menangani beban kerja utama dalam proyek, sementara NotebookLM berperan saat pengguna ingin menggali sumber secara lebih mendalam. Hubungan ini membuat ekosistem AI Google terasa lebih menyatu untuk kebutuhan produktivitas.

Batasan pengguna gratis dan berbayar

Meski fitur notebook kini tersedia lebih luas, ada perbedaan kemampuan antara pengguna gratis dan pelanggan berbayar. Google tetap memberi kapasitas sumber yang lebih besar kepada pelanggan AI berbayar.

Pada paket gratis, satu notebook dibatasi hingga 50 sumber. Sementara itu, pelanggan AI Google dapat menambahkan antara 100 hingga 600 sumber per notebook, tergantung paket yang digunakan.

Perbedaan ini penting bagi pengguna dengan proyek riset besar. Semakin banyak sumber yang dapat dimasukkan ke satu notebook, semakin luas konteks yang bisa dipakai Gemini dan NotebookLM saat memproses informasi.

Bagi pengguna biasa, batas 50 sumber masih dapat cukup untuk banyak kebutuhan dasar. Namun untuk penelitian intensif, pekerjaan tim, atau proyek dokumentasi yang panjang, kapasitas tambahan pada paket berbayar memberi ruang kerja yang jauh lebih besar.

Ekspansi belum merata di semua wilayah

Google juga mengakui bahwa dukungan notebook di Gemini masih belum tersedia di semua negara Eropa. Perusahaan menyebut ketersediaan di wilayah tersebut akan hadir dalam waktu dekat.

Keterangan itu menunjukkan bahwa perluasan fitur masih berlangsung bertahap. Jadi, meski akses kini dibuka untuk pengguna gratis dan berbayar di seluler, ketersediaannya tetap bisa berbeda antarnegara.

Di luar notebook, pembaruan Gemini juga terus berlanjut. Hanya beberapa hari sebelum perluasan fitur ini, Google menambahkan dukungan pembuatan file ke chatbot AI tersebut.

Pengguna kini dapat meminta Gemini mengekspor hasil riset ke berbagai format file. Format yang didukung mencakup PDF, Word, PowerPoint, Markdown (MD), Rich Text Format (RTF), dan lainnya.

Tambahan ini memang terlihat kecil dibanding notebook, tetapi dampaknya praktis. Pengguna tidak lagi harus menyalin dan menempel respons Gemini secara manual ketika ingin membagikannya kepada orang lain.

Jika digabungkan, notebook dan ekspor file memperjelas arah pengembangan Gemini. Google tampaknya ingin menjadikan layanannya bukan hanya chatbot untuk menjawab pertanyaan, melainkan ruang kerja AI yang lebih lengkap untuk mengumpulkan sumber, mengolah informasi, dan menyalurkan hasilnya ke format yang siap digunakan.

Source: www.androidpolice.com
Terbaru