Pembaruan musim semi untuk Google Home membawa peningkatan besar pada kamera Nest, dengan fokus utama pada fitur AI yang kini menjangkau lebih banyak pengguna. Google juga tidak lagi membatasi sebagian besar perubahan ini hanya untuk peserta Early Access, sehingga pembaruan mulai tersedia lebih luas.
Sorotan terbesarnya ada pada pengalaman pemantauan kamera yang dibuat lebih cepat, lebih modern, dan lebih informatif. Bagi pengguna ekosistem rumah pintar, perubahan ini penting karena menyentuh fungsi inti seperti notifikasi, pencarian kejadian, dan identifikasi wajah.
Antarmuka kamera kini hadir dengan tampilan baru yang lebih modern dan responsif. Google menyebut pengalaman ini juga menawarkan scrubbing video yang lebih mulus serta detail yang lebih lengkap saat pengguna meninjau rekaman.
Perubahan itu tidak berhenti pada tampilan. Notifikasi sekarang dapat melakukan zoom otomatis ke subjek yang terdeteksi, sehingga pengguna bisa langsung melihat objek atau orang yang memicu peringatan tanpa harus memperbesar gambar secara manual.
AI kamera jadi fokus utama
Untuk pelanggan Google Home Premium Advanced, timeline pada feed kamera kini menampilkan deskripsi kejadian. Fitur ini dirancang agar pengguna lebih mudah menemukan momen penting dalam rekaman tanpa harus memeriksa video satu per satu.
Google juga menambahkan filter kejadian yang lebih spesifik. Pengguna dapat menyaring peristiwa berdasarkan kategori seperti Person seen, Package seen, Activity Zone, dan opsi lain yang relevan untuk pengawasan rumah.
Peningkatan berbasis AI juga hadir untuk pengguna kamera Nest generasi lama yang berlangganan Google Home Premium Advanced. Mereka kini mendapatkan deskripsi kejadian yang didukung Gemini, yang membuat ringkasan aktivitas kamera menjadi lebih cerdas dan lebih mudah dipahami.
Deteksi wajah juga ikut ditingkatkan dalam pembaruan ini. Google mengatakan sistem kini seharusnya dapat mengenali wajah yang sudah dikenal dengan akurasi yang lebih baik.
Jika hasil pengenalannya masih keliru, pengguna bisa langsung memberi masukan lewat tombol jempol naik atau jempol turun. Mekanisme ini memberi cara cepat untuk mengoreksi hasil deteksi dan membantu peningkatan sistem.
Google juga merapikan pengelolaan pustaka wajah. Dalam pembaruan ini, face library management tidak lagi menampilkan wajah yang buram atau berkualitas rendah, sehingga daftar wajah yang tersimpan menjadi lebih bersih dan lebih mudah dikelola.
Bukan hanya kamera, automasi juga diperluas
Di luar kamera, Google Home juga mendapat peningkatan besar pada sisi automasi. Pengguna kini bisa membuat automasi yang lebih kompleks dengan starter, condition, dan action baru.
Kemampuan baru itu mencakup pengaturan yang berkaitan dengan keamanan rumah. Google menambahkan opsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan sistem keamanan serta memeriksa apakah sistem sedang dalam keadaan armed.
Pemantauan kunci pintu juga diperluas. Google Home kini dapat memeriksa kondisi seperti locked, unlocked, jammed, forced open, atau ajar.
Untuk sensor biner, sistem kini bisa mendeteksi status true/false sederhana. Contohnya termasuk contact atau no contact, leak atau no leak, serta freeze atau no freeze.
Automasi juga menyentuh peralatan rumah tangga. Pengguna bisa mengontrol status operasi seperti Start, Stop, Pause, dan Resume pada perangkat seperti mesin cuci, pengering, dan mesin kopi.
Robot vacuum juga mendapat kontrol yang lebih rinci. Google Home kini mendukung perintah khusus untuk dock, pause, dan resume sesi pembersihan.
Di kategori pencahayaan dan lingkungan, pengguna dapat mengatur tingkat kecerahan, menyalakan atau mematikan lampu, dan mengelola efek cahaya. Untuk lampu berwarna, sistem juga mendukung perubahan warna perangkat serta temperatur warna.
Google Home kini mendukung kontrol penutup jendela. Pengguna dapat membuka dan menutup blinds atau memeriksa persentase posisi spesifiknya.
Pemantauan iklim juga ikut diperluas. Sistem dapat memantau tingkat kelembapan relatif melalui thermostat.
Untuk perangkat media, Google menambahkan pemantauan status pemutaran seperti playing, paused, dan buffering. Kontrol volume juga didukung, termasuk untuk memeriksa dan mengelola level suara pada perangkat media.
Fitur lain mencakup power management, termasuk pemantauan level baterai dan status pengisian daya. Google juga menambahkan switch events, sehingga input dari smart switch seperti initial press, long press, dan release event bisa dipakai dalam automasi.
Sebagian kemampuan automasi ini sebelumnya memang sudah tersedia untuk pengguna dalam program Google Home Early Access. Lewat pembaruan musim semi ini, Google mulai membawanya ke semua pengguna.
Sementara itu, peserta Early Access juga mendapat peningkatan tambahan di sisi model AI. Google mengatakan mereka kini akan memiliki akses ke model Gemini 3.1 untuk performa yang lebih baik dan reasoning yang lebih maju.
Rangkaian perubahan ini menunjukkan bahwa Google Home tidak hanya memperbarui tampilan, tetapi juga memperdalam fungsi pengawasan dan kontrol rumah pintar. Untuk pengguna Nest camera, peningkatan AI pada pencarian kejadian, deskripsi aktivitas, dan pengenalan wajah menjadi bagian yang paling menonjol dalam pembaruan kali ini.
Source: www.androidpolice.com






