ReactOS Kini Jauh Lebih Mudah Dipasang, Clone Windows Ini Akhirnya Ramah ke Lebih Banyak PC

ReactOS, sistem operasi open-source yang dikenal sebagai klon Windows, bersiap menjadi jauh lebih mudah dipasang di lebih banyak perangkat. Perubahan ini penting karena selama ini hambatan terbesar ReactOS bukan hanya soal fitur, tetapi juga soal kompatibilitas saat instalasi.

Pembaruan yang sedang disiapkan itu membawa dukungan penyimpanan yang lebih luas dan proses unduhan yang lebih sederhana. Bagi pengguna yang penasaran mencoba alternatif Windows ini, dua perubahan tersebut bisa memangkas kebingungan yang sebelumnya cukup umum terjadi.

ReactOS berbeda dari Windows, macOS, maupun Linux karena proyek ini tidak dibangun di atas salah satu sistem operasi besar tersebut. Ia dikembangkan sebagai sistem operasi tersendiri, dengan tujuan menghadirkan pengalaman yang mirip Windows dalam bentuk open-source.

Namun, proyek seperti ini hanya berguna jika bisa dijalankan pada perangkat nyata. Dalam praktiknya, ReactOS sempat tidak dapat bekerja di sebagian drive penyimpanan, sehingga proses mencoba atau memasangnya menjadi terbatas untuk banyak pengguna.

Dukungan storage jauh lebih luas

Perubahan paling menonjol dalam pembaruan terbaru adalah hadirnya driver ATA baru. Dengan komponen ini, ReactOS kini memperoleh kemampuan boot dari perangkat penyimpanan SATA, PATA, ATAPI, dan AHCI.

Dukungan tersebut berarti ReactOS bisa berjalan di lebih banyak konfigurasi perangkat keras dibanding sebelumnya. Bagi proyek yang ingin menjangkau pengguna PC umum, perluasan kompatibilitas storage seperti ini merupakan langkah yang sangat besar.

Laporan Phoronix menyebut pembaruan ini telah dikerjakan selama lebih dari dua tahun. Itu menunjukkan bahwa peningkatan yang dibawa bukan sekadar penyesuaian kecil, melainkan fondasi teknis yang memang disiapkan untuk memperluas dukungan perangkat.

Bagi pengguna akhir, dampaknya cukup langsung. Jika sebelumnya ReactOS gagal dipakai pada sebagian sistem karena masalah drive penyimpanan, kini hambatan itu mulai dikurangi lewat driver baru tersebut.

File ISO kini tidak lagi membingungkan

Selain kompatibilitas hardware, ReactOS juga menyederhanakan cara distribusinya. Tim pengembang menggabungkan LiveCD dan installer berbasis teks ke dalam satu file ISO.

Sebelumnya, pengguna harus memilih salah satu dari dua jenis unduhan itu. LiveCD dipakai sebagai versi demo untuk mencoba sistem operasi, sedangkan installer berbasis teks dipakai untuk memasang ReactOS ke sistem.

Model lama itu sering membuat proses awal terasa membingungkan, terutama bagi pengguna baru. Dengan skema baru, satu unduhan kini memberi akses ke keduanya sekaligus.

Pendekatan ini membuat langkah awal mencoba ReactOS menjadi lebih praktis. Pengguna tidak perlu lagi menebak file mana yang harus dipilih hanya untuk sekadar melihat sistem atau langsung memasangnya.

Jalan menuju installer grafis

Tim ReactOS juga menyiapkan dasar untuk installer berbasis GUI pada pembaruan mendatang. Kehadiran fondasi ini menunjukkan bahwa penyederhanaan instalasi belum berhenti pada penggabungan ISO saja.

Meski begitu, installer GUI tersebut belum hadir dalam patch terbaru. Untuk saat ini, perubahan yang benar-benar tersedia adalah dukungan driver storage baru dan penggabungan LiveCD dengan installer teks.

Arah pengembangan ini tetap penting karena installer grafis biasanya lebih mudah dipahami oleh pengguna umum. Jika nantinya terealisasi, ReactOS berpotensi menjadi lebih ramah bagi orang yang ingin mencoba sistem operasi ini tanpa harus berhadapan dengan proses instalasi yang terasa teknis.

Akan hadir di ReactOS 0.4.16

Perubahan-perubahan ini disebut akan hadir dalam ReactOS versi 0.4.16. Versi itu diposisikan sebagai rilisan yang membawa proses instalasi lebih mudah sekaligus membuka dukungan pada lebih banyak perangkat.

Bagi komunitas ReactOS, pembaruan ini bukan hanya soal fitur baru. Ini juga menyentuh dua masalah paling mendasar dalam adopsi sistem operasi, yakni apakah sistem bisa boot di perangkat pengguna dan apakah cara mendapatkannya cukup sederhana untuk dipahami.

Dengan dukungan boot untuk SATA, PATA, ATAPI, dan AHCI serta satu ISO yang memuat mode demo dan installer, ReactOS mengambil langkah yang lebih konkret untuk menjangkau pengguna baru. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan ini tersedia melalui situs resmi ReactOS, seiring penantian menuju rilis 0.4.16.

Source: www.xda-developers.com
Exit mobile version