Kecepatan Starlink Melejit, Pukulan Balik Keputusan FCC Jelang IPO SpaceX

Lonjakan kecepatan Starlink yang tajam memberi amunisi baru bagi SpaceX saat perusahaan itu bersiap menuju IPO besar yang sudah lama dinanti. Di saat yang sama, data terbaru juga membuat keputusan FCC mencabut pendanaan internet pedesaan untuk Starlink terlihat semakin sulit dipertahankan.

Riset Speedtest terbaru menunjukkan median kecepatan unduh internet di Amerika Serikat naik dari 100 Mbps pada kuartal pertama 2025 menjadi 132 Mbps pada kuartal keempat. Kenaikan itu ikut menekan penyedia internet pedesaan seperti Shentel, yang mulai merasakan dampaknya lewat peningkatan subscriber churn.

Starlink makin dekat ke standar broadband FCC

Pada kuartal keempat 2025, hampir 45 persen pengguna Starlink sudah mencapai patokan minimum FCC untuk broadband, yakni 100 Mbps unduh dan 20 Mbps unggah. Angka itu melonjak dari hanya 17 persen pada awal tahun dan menempatkan Starlink di titik yang jauh lebih kompetitif.

Bagi perusahaan pengujian internet, ambang itu penting karena mengubah Starlink dari sekadar solusi darurat untuk wilayah terpencil menjadi pesaing broadband yang sah. Perubahan ini memberi bobot baru pada klaim bahwa layanan satelit SpaceX kini mampu memenuhi syarat kecepatan yang dulu dipersoalkan regulator.

Kecepatan melonjak seiring perluasan konstelasi

Pendorong utama kenaikan tersebut adalah ekspansi besar-besaran yang dilakukan SpaceX sepanjang 2025. Perusahaan itu menggelar lebih dari 120 misi Falcon 9 untuk memperluas konstelasi aktif Starlink hingga mendekati 10.000 satelit.

Skala itu memungkinkan beam yang lebih rapat dan lebih kuat, sekaligus menambah kapasitas per mil persegi. Dampaknya terlihat pada median kecepatan unduh Starlink di AS yang naik sekitar 30 persen hanya dalam setahun.

SpaceX disebut masih menyiapkan peningkatan yang lebih agresif saat mulai meluncurkan satelit V3 berukuran besar dengan roket Starship 3 pada akhir tahun ini. Perkembangan itu diproyeksikan membawa kecepatan gigabit ke pengguna dish dan menghadirkan layanan Starlink Mobile 5G langsung ke ponsel.

Kontras tajam dengan keputusan FCC sebelumnya

Pada Desember 2023, FCC menolak subsidi Rural Digital Opportunity Fund senilai $886 juta untuk Starlink. Alasannya, SpaceX dinilai belum membuktikan kemampuan memenuhi kecepatan yang diwajibkan, yaitu 100/20 Mbps.

Saat itu, median kecepatan unduh Starlink di AS masih 64 Mbps, sehingga keberatan regulator memang punya dasar. Namun, data terbaru menunjukkan FCC memperlakukan kondisi waktu itu seolah menjadi batas permanen, bukan kurva pertumbuhan yang masih bisa naik.

Pandangannya kini juga berbenturan dengan realitas program fiber BEAD senilai $42,5 miliar. Program itu belum menghubungkan satu pun rumah pedesaan sejak disahkan pada 2021, dan penyelesaiannya kini diproyeksikan pada 2030.

Penting bagi bisnis SpaceX sebelum IPO

Starlink kini menjadi mesin utama pendapatan SpaceX dan menyumbang sebagian besar pemasukan perusahaan. Dengan IPO besar yang disebut bisa menjadi yang terbesar sepanjang masa, performa layanan ini menjadi sinyal penting tentang kesehatan bisnis SpaceX.

Rekor pengujian kecepatan sepanjang 2025 memperlihatkan besarnya investasi yang digelontorkan SpaceX untuk menjaga kepuasan pelanggan. Dalam konteks itu, kenaikan performa Starlink bukan hanya soal kualitas jaringan, tetapi juga soal valuasi, kepercayaan pasar, dan posisi tawar SpaceX saat memasuki fase korporasi yang lebih terbuka.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait

Back to top button