Chip Baru Qualcomm Bisa Mengubah Kelas HP Murah, Performa dan Baterainya Naik Tajam

Author: Qoo Media

Qualcomm memperluas fokusnya ke segmen ponsel murah lewat dua chip baru yang berpotensi mengangkat kemampuan perangkat kelas terjangkau secara signifikan. Snapdragon 4 Gen 5 dan Snapdragon 6 Gen 5 membawa lonjakan grafis, efisiensi daya, serta fitur konektivitas yang selama ini lebih lekat dengan kelas di atasnya.

Langkah ini penting karena banyak ponsel dengan harga lebih ramah justru menjadi perangkat utama bagi sebagian besar pengguna. Jika kemampuan chip meningkat besar di level ini, dampaknya bisa terasa langsung pada pengalaman harian seperti gaming, kamera, koneksi 5G, dan daya tahan baterai.

Kedua chip ini sama-sama memakai proses fabrikasi 4nm dan desain octa-core. Qualcomm juga tetap mengandalkan CPU Kyro dan GPU Adreno pada keduanya, tetapi dengan susunan inti yang dibedakan untuk sasaran penggunaan yang berbeda.

Snapdragon 4 Gen 5 diarahkan untuk ponsel dengan harga lebih terjangkau. Konfigurasinya terdiri dari dua inti performa 2.4GHz dan enam inti efisiensi 2.0GHz, sehingga menekankan keseimbangan antara kinerja dan penghematan daya.

Di atas kertas, peningkatan terbesar justru muncul di sisi grafis pada Snapdragon 4 Gen 5. Qualcomm mengklaim performa GPU naik 77% dibanding chip Snapdragon 4 sebelumnya, dengan visual yang disebut lebih hidup hingga 90fps.

Qualcomm juga menyebut performa keseluruhan chip ini 54% lebih tinggi dibanding kompetitor. Namun, perusahaan tidak mengungkap chip pembanding yang digunakan untuk klaim tersebut.

Untuk penggunaan harian, efisiensi menjadi sorotan lain pada Snapdragon 4 Gen 5. Qualcomm menyebut perangkat dengan chip ini bisa mendapat tambahan satu jam pemutaran video, lebih dari satu setengah jam pemutaran musik, dan tambahan 35 menit panggilan suara dalam satu kali pengisian daya.

Fitur pendukung lain juga menunjukkan ambisi Qualcomm untuk menaikkan standar ponsel murah. Snapdragon 4 Gen 5 membawa Snapdragon Sound dengan teknologi Aqstic AptX Adaptive, Snapdragon Smooth Motion UI untuk mengurangi stutter layar hingga 25%, serta peluncuran aplikasi yang 43% lebih cepat.

Ada pula dukungan dual SIM dengan 5G aktif bersamaan pada kedua kartu. Fitur seperti ini biasanya menjadi nilai praktis penting di pasar ponsel terjangkau, terutama bagi pengguna yang mengandalkan dua nomor untuk kebutuhan berbeda.

Di sektor kamera, chip ini mendukung auto-exposure, auto-focus, dan auto white balance. Qualcomm juga menyertakan face detection dan electronic image stabilization atau EIS untuk membantu hasil tangkapan tetap stabil.

Fokus performa dan gaming

Jika Snapdragon 4 Gen 5 menargetkan efisiensi dan peningkatan dasar yang besar, Snapdragon 6 Gen 5 lebih condong ke performa. Chip ini memakai empat inti performa 2.6GHz dan empat inti efisiensi 2.0GHz, membuatnya lebih siap untuk ponsel yang ingin menonjolkan tenaga pemrosesan.

Qualcomm mengklaim Snapdragon 6 Gen 5 menawarkan peningkatan GPU 21% dibanding Snapdragon 6 generasi sebelumnya. Perusahaan juga menyebut ada perbaikan efisiensi daya 8% pada chip ini.

Dampaknya diklaim terasa pada skenario penggunaan yang lebih berat. Qualcomm memperkirakan pengguna bisa mendapatkan setidaknya dua jam tambahan pemutaran musik dan hampir 40 menit ekstra untuk bermain game dalam satu kali pengisian baterai.

Gaming menjadi salah satu titik jual utama Snapdragon 6 Gen 5. Qualcomm membekalinya dengan Adaptive Performance Engine 4.0 untuk menjaga permainan tetap stabil dan mulus, ditambah Snapdragon Game Super Resolution untuk upscaling grafis, serta penyetelan Frames Per Second 3.0.

Paket fitur itu menandakan Qualcomm ingin membawa pengalaman bermain yang lebih konsisten ke kelas ponsel yang lebih terjangkau. Dengan kata lain, peningkatan tidak hanya soal angka benchmark, tetapi juga soal kestabilan performa saat perangkat digunakan lebih lama.

Konektivitas yang naik kelas

Salah satu perubahan penting ada pada konektivitas. Snapdragon 6 Gen 5 sudah mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan BT Channel Sounding yang dapat dipakai untuk item tracker.

Qualcomm menyebut seluruh fitur itu sebagai tambahan baru untuk lini seri 6. Kehadirannya menunjukkan bahwa batas antara ponsel menengah dan ponsel premium terus menipis, setidaknya dari sisi fitur nirkabel.

Kedua chip juga sama-sama mendukung 3GPP Release 17 dan modem Snapdragon 5G. Qualcomm menyebut ini sebagai yang pertama untuk kedua seri tersebut.

Pada Snapdragon 6 Gen 5, dukungan itu diperluas dengan FDD Power Class 2 untuk uplink. Qualcomm mengatakan fitur ini memungkinkan band upload khusus yang membuat unggahan gambar dan data 25% lebih cepat.

Kapan hadir di ponsel komersial

Qualcomm menyatakan ponsel yang memakai Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5 akan mulai hadir pada paruh kedua 2026. Beberapa merek yang sudah tercatat akan mengadopsinya antara lain Honor, Oppo, Realme, dan Redmi.

Kehadiran nama-nama tersebut penting karena mereka aktif bermain di segmen harga terjangkau hingga menengah. Jika implementasinya sesuai klaim Qualcomm, pembaruan chip ini bisa membuat ponsel murah generasi berikutnya tampil jauh lebih kompeten tanpa harus mengejar kelas flagship.

Source: www.androidpolice.com
Terbaru