Uji penerbangan ke-13 Starship milik SpaceX batal berlangsung ketika roket sudah berada sangat dekat dengan momen lepas landas. Sistem otomatis menghentikan peluncuran kurang dari satu detik sebelum jadwal penerbangan dari Starbase, Texas.
Pembatalan itu dipicu oleh sejumlah mesin yang tidak menyala saat proses awal penyalaan. Api sempat terlihat dari mesin roket, tetapi kemudian langsung padam sesaat setelahnya.
Elon Musk mengatakan kegagalan penyalaan mesin tersebut memicu sistem pembatalan otomatis. Ia menyampaikan penjelasan itu melalui unggahan di X pada Kamis (16/7) waktu setempat.
"Beberapa mesin tidak menyala, sehingga memicu pembatalan peluncuran otomatis," kata Musk. SpaceX belum menjelaskan jumlah pasti mesin pada booster Super Heavy yang mengalami masalah tersebut.
Peluncuran Ulang Ditargetkan Awal Pekan
SpaceX berencana mencopot dua mesin Raptor sebagai tindak lanjut setelah pembatalan tersebut. Kedua mesin itu akan diganti sebelum perusahaan kembali menyiapkan Starship untuk penerbangan berikutnya.
"Untuk memastikan penerbangan berjalan mulis, dua mesin Raptor akan dicpot dan diganti. Kemungkinan besar peluncuran ulang akan dijadwalkan pada awal minggu depan," ujar Musk.
| Tahap | Informasi |
|---|---|
| Uji penerbangan | Penerbangan ke-13 Starship |
| Lokasi | Starbase, Texas |
| Waktu pembatalan | Kurang dari satu detik sebelum lepas landas pukul 17.45 waktu setempat |
| Tindak lanjut | Dua mesin Raptor akan dicopot dan diganti |
Jadwal lepas landas semula ditetapkan pada pukul 17.45 waktu setempat. Proses penahanan dilakukan pada booster ketika tahapan penyalaan mesin Raptor baru dimulai.
Juru bicara SpaceX, Dan Huot, menjelaskan bahwa penahanan itu pada akhirnya membatalkan lepas landas. Penjelasan tersebut disampaikan dalam siaran langsung perusahaan tidak lama setelah peluncuran dihentikan.
"Kami memang melakukan penahanan pada unit pendorong yang akhirnya membatalkan lepas landas saat proses menyalakan mesin-mesin Raptor baru saja dimulai," jelas Huot. Keterangan itu menempatkan masalah pada fase awal sebelum Starship benar-benar meninggalkan landasan.
Dampak ke Saham SpaceX
Pembatalan peluncuran juga berdampak pada perdagangan saham SpaceX. Reuters, sebagaimana dikutip CNN Indonesia, melaporkan saham perusahaan turun sekitar 3 persen dalam perdagangan pasca-pasar.
Pada perdagangan Kamis, saham SpaceX ditutup di level US$131,11. Angka tersebut menjadi kali pertama harga sahamnya berada di bawah harga penawaran perdana sebesar US$135 sejak perusahaan resmi melantai di bursa saham bulan lalu.
Penurunan itu terjadi pada hari yang sama dengan batalnya uji terbang Starship. Meski demikian, SpaceX masih membuka peluang peluncuran ulang pada awal pekan depan setelah penggantian dua mesin Raptor dilakukan.
Starship dan booster Super Heavy kembali akan menjalani persiapan sebelum jadwal baru ditetapkan. Keputusan akhir mengenai waktu penerbangan ulang bergantung pada proses penggantian mesin serta kesiapan sistem peluncuran.
