Windows 11 Ternyata Masih Bertumpu pada Kode 90-an, Inilah Alasan Microsoft Tak Bisa Melepasnya

Windows 11 tampil dengan antarmuka modern, tetapi fondasi teknisnya ternyata masih bertumpu pada kode yang berasal dari era 1990-an. Hal itu diakui langsung oleh CTO Microsoft, Mark Russinovich, yang menyebut Win32 sebagai “bedrock” atau landasan utama sistem operasi Windows saat ini.

Pengakuan itu menarik karena datang di saat Windows 11 sering diposisikan sebagai sistem operasi yang lebih baru, lebih rapi, dan lebih modern. Namun di balik tampilan yang dipoles, pengalaman pengguna masih sesekali membawa kembali ke masa lalu, salah satunya ketika membuka Control Panel yang terasa seperti peninggalan beberapa dekade lalu.

Microsoft Dev Docs mengunggah video di X yang menampilkan wawancara dengan Russinovich. Dalam wawancara itu, ia menjawab pertanyaan apakah para insinyur Microsoft pada era 1990-an menyadari bahwa Win32 masih akan menjadi antarmuka API kelas utama pada 2026.

Jawaban Russinovich tegas: tidak. Menurut dia, para pengembang pada masa itu sama sekali tidak membayangkan dampak karya mereka akan bertahan hingga tiga dekade kemudian.

Ia menggambarkan ekspektasi saat itu dengan nada yang kontras. Alih-alih membayangkan Win32 masih dominan, tim pengembang kala itu disebut lebih mungkin membayangkan “mobil terbang dan stasiun di bulan” pada 2026.

Fondasi lama yang sulit diganti

Penjelasan Russinovich menyoroti alasan utama mengapa Win32 tetap bertahan di Windows 11. Menurut dia, terlalu banyak pihak yang membangun di atas fondasi tersebut, sehingga Win32 akhirnya mengeras menjadi lapisan dasar yang sangat penting bagi Windows modern.

Dalam praktiknya, posisi Win32 bukan sekadar komponen lama yang belum sempat dibersihkan. API itu justru menjadi titik tumpu yang menopang ekosistem aplikasi, kompatibilitas, dan perilaku sistem yang sudah berkembang selama puluhan tahun.

Itu juga menjelaskan mengapa Windows 11 terasa seperti gabungan dua dunia. Di satu sisi ada fitur baru dan tampilan yang lebih dipoles, tetapi di sisi lain masih ada bagian-bagian lama yang tetap dipertahankan karena terkait langsung dengan fondasi sistem.

Kesan “campuran lama dan baru” ini mudah terlihat bagi banyak pengguna. Windows 11 bisa tampak sangat modern saat dipakai di area antarmuka yang baru, tetapi nuansanya langsung berubah ketika pengguna masuk ke komponen warisan seperti Control Panel.

Win32 tetap dominan meski ada upaya pembaruan

Russinovich juga menyinggung upaya Microsoft untuk memperbarui fondasi pengembangan aplikasi Windows. Ia menyebut WinRT sebagai salah satu proyek yang sempat diarahkan untuk menjadi semacam titik mulai baru bagi API Windows.

Namun hasilnya tidak menggantikan Win32. Menurut penjelasannya, WinRT pada akhirnya berkembang menjadi entitas tersendiri, bukan penerus yang benar-benar menyingkirkan API lama tersebut.

Fakta ini menunjukkan betapa kuatnya posisi Win32 di dalam ekosistem Windows. Ketika sebuah fondasi sudah dipakai secara luas oleh ribuan pihak, menggantinya bukan lagi sekadar keputusan teknis, melainkan persoalan kompatibilitas dan kesinambungan seluruh platform.

Russinovich menambahkan bahwa saat ia menulis fungsi-fungsi itu dulu, ia tidak memiliki ekspektasi bahwa pekerjaannya akan menjadi “lebih relevan dari sebelumnya” pada 2026. Pernyataan itu menggambarkan ironi perkembangan teknologi, ketika kode lama justru bisa bertahan karena terlalu penting untuk ditinggalkan.

Mengapa ini penting bagi pengguna Windows 11

Bagi pengguna umum, pernyataan ini membantu menjelaskan mengapa Windows 11 kadang terasa tidak sepenuhnya seragam. Sistem operasi itu memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan modern, tetapi Microsoft tetap harus menjaga lapisan lama yang menjadi tulang punggung banyak fungsi inti.

Situasi ini juga memperlihatkan tantangan besar yang dihadapi Microsoft. Setiap langkah menuju modernisasi harus berjalan beriringan dengan kebutuhan menjaga kompatibilitas dari basis teknologi yang sudah mengakar sangat dalam.

Karena itu, keberadaan kode lama di Windows 11 tidak bisa dilihat hanya sebagai warisan masa lalu yang tertinggal. Dalam penjelasan CTO Microsoft sendiri, kode dari era 1990-an itu justru masih menjadi batu pijakan utama yang membuat Windows terus berjalan seperti sekarang.

Pernyataan tersebut sekaligus memberi konteks baru terhadap evolusi Windows. Di balik tampilan yang terus diperbarui, sebagian kekuatan Windows 11 ternyata datang dari fondasi yang dibangun puluhan tahun lalu dan masih bertahan karena ekosistem modern tetap berdiri di atasnya.

Source: www.xda-developers.com
Exit mobile version