Sindrom Kaya Data Tapi Miskin Wawasan, Cara TCID X MoEngage Ubah Data Jadi Cuan

Perusahaan yang punya banyak data pelanggan tidak selalu tahu cara memanfaatkannya. Di sinilah masalah “kaya data tapi miskin wawasan” menjadi hambatan serius, karena tumpukan data justru tidak otomatis berubah menjadi keputusan bisnis yang lebih tajam.

Menjawab tantangan itu, transcosmos Indonesia (TCID) berkolaborasi dengan MoEngage dalam sesi edukasi strategi bisnis bertajuk “Monetizing Customer Data: Turning Insights into Revenue and Measurable Business Growth” di Jakarta. Keduanya mendorong perusahaan untuk melihat data bukan sekadar arsip, melainkan aset yang bisa dipakai untuk mendorong pertumbuhan yang terukur.

Personalisasi jadi standar baru

Dalam sesi itu, personalisasi diposisikan bukan lagi sebagai pelengkap, tetapi sebagai kebutuhan utama untuk menjangkau pelanggan modern. Pengelolaan data konsumen yang terintegrasi dinilai menjadi kunci agar perusahaan bisa mengubah data acak menjadi strategi yang relevan dan bernilai bisnis.

Vice President Director transcosmos Indonesia, Ardi Sudarto, menjelaskan bahwa perusahaan kini perlu berperan sebagai jembatan antara data teknis, strategi, dan eksekusi bisnis di lapangan. Menurut dia, layanan Customer Data Management dari TCID dirancang bukan hanya untuk mengumpulkan data, tetapi juga mengorkestrasi data agar sejalan dengan tujuan pertumbuhan omzet.

Mengatasi data yang terfragmentasi

Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah data yang terpecah karena sistem operasional berjalan sendiri-sendiri atau silo. Kondisi ini membuat perusahaan sulit melihat gambaran pelanggan secara utuh dan menyulitkan eksekusi kampanye yang konsisten di berbagai kanal.

Untuk mengatasi hal itu, TCID menawarkan Customer Data Platform (CDP) untuk menyatukan profil pelanggan dan Customer Engagement Platform (CEP) untuk menjalankan kampanye yang lebih personal di banyak saluran. Pendekatan ini ditujukan agar perusahaan tidak hanya menyimpan data, tetapi juga bisa menggunakannya secara langsung dalam aktivitas bisnis.

Hasil nyata dari pengelolaan data

Pendekatan tersebut disebut sudah memberi dampak pada salah satu brand FMCG terbesar di Indonesia. Melalui pengelolaan data yang lebih presisi, platform digital kuliner milik brand itu mencatat lonjakan pengguna aktif harian hingga 160%.

Selain itu, kontribusi User Generated Content (UGC) di platform tersebut juga naik 345%. Angka itu menunjukkan bahwa pelanggan tidak hanya menjadi penerima konten, tetapi juga bisa ikut terlibat aktif dalam ekosistem brand ketika strategi datanya tepat.

MoEngage dorong interaksi real-time

Dari sisi MoEngage, Country Manager MoEngage Indonesia, Roy, menilai pendekatan one-size-fits-all sudah tidak efektif lagi. Ia menekankan bahwa brand kini perlu berinteraksi secara personal dan real-time agar komunikasi terasa lebih relevan bagi tiap pelanggan.

Untuk mendukung kebutuhan itu, platform customer engagement MoEngage kini dilengkapi Merlin AI. Teknologi ini digunakan untuk membantu brand global maupun lokal mempercepat interaksi yang lebih personal, dengan tujuan memperlancar transaksi dan meningkatkan Customer Lifetime Value atau LTV.

Peran transcosmos Indonesia

transcosmos Indonesia dikenal sebagai penyedia layanan customer experience dan solusi bisnis digital terpadu. Perusahaan ini merupakan anak usaha resmi transcosmos Inc., korporasi asal Jepang yang telah beroperasi di industri teknologi sejak 1966.

Melalui kolaborasi dengan MoEngage, TCID menegaskan komitmennya untuk mendampingi perusahaan lokal agar lebih tangguh, efisien, dan terukur dalam memaksimalkan potensi data. Di tengah persaingan yang makin ketat, kemampuan mengubah data pelanggan menjadi wawasan yang bisa dieksekusi menjadi pembeda penting bagi banyak bisnis.

Source: id.mashable.com

Berita Terkait

Back to top button