Xbox Panggil Analis Kondang Matthew Ball, Misi Menyelamatkan Bisnis Konsol Dimulai

Xbox mengambil langkah agresif untuk memperbaiki bisnis konsol yang sedang tertekan. Divisi game Microsoft itu resmi menunjuk analis industri video game Matthew Ball sebagai Chief Strategy Officer baru, dan keputusan tersebut dikonfirmasi lewat akun LinkedIn pribadi Ball.

Penunjukan ini muncul saat Xbox menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus. Di satu sisi, perusahaan harus berhadapan dengan krisis pasokan memori global, sementara di sisi lain persaingan di pasar perangkat keras makin ketat dengan Sony PlayStation, Nintendo, dan ancaman baru dari Valve.

Langkah strategis di tengah pasar yang sulit

Microsoft tampaknya menempatkan Ball sebagai sosok penting untuk menyusun ulang arah bisnis Xbox. Fokus utamanya adalah mengangkat kembali penjualan konsol yang disebut tengah melemah di pasar global.

Ball datang dengan reputasi yang kuat di industri teknologi dan game. Ia dikenal sebagai kapitalis ventura, konsultan teknologi, mantan CEO sekaligus pendiri Epyllion, perusahaan produksi digital dan penasihat yang mengelola dana investasi besar untuk proyek metaverse.

Namanya juga populer lewat laporan tahunan State of Gaming dan buku The Metaverse. Karya itu disebut digemari oleh sejumlah tokoh besar teknologi, termasuk Tim Sweeney, Mark Zuckerberg, dan mantan bos Xbox Phil Spencer.

Perombakan besar di tubuh Xbox

Kehadiran Ball tidak berdiri sendiri, karena Microsoft sudah lebih dulu melakukan perubahan besar di jajaran pimpinan Xbox. Phil Spencer dan Sarah Bond disebut telah digeser dari posisi puncak mereka sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan.

Posisi yang ditinggalkan Spencer kemudian diisi oleh Asha Sharma, mantan bos divisi CoreAI Microsoft, yang naik menjadi CEO Microsoft Gaming. Setelah mengambil kendali, Sharma bergerak cepat dengan langkah-langkah yang tergolong radikal.

Di bawah arahannya, Microsoft memangkas harga langganan Game Pass dan menghapus asisten AI Copilot dari ekosistem konsol. Langkah ini memperlihatkan bahwa perusahaan sedang menata ulang strategi produk dan layanan di tengah tekanan bisnis yang lebih luas.

Project Helix dan arah baru hardware Xbox

Xbox juga mulai membuka informasi soal proyek hibrida baru yang menggabungkan PC dan konsol dengan nama kode Project Helix. Proyek ini menjadi salah satu alasan Ball diboyong untuk membantu menyusun ulang peta jalan pengembangan perangkat keras masa depan Xbox.

Pendekatan tersebut muncul setelah gelombang PHK massal yang memukul internal Microsoft. Dampaknya tidak kecil, karena sejumlah proyek game potensial dibatalkan dan beberapa studio kreatif ditutup.

Kondisi itu membuat sektor game Microsoft ikut terganggu dalam periode efisiensi besar-besaran. Di saat yang sama, perusahaan tetap harus menjaga arah bisnis perangkat keras agar tidak semakin tertinggal dari para pesaing utamanya.

Belanja besar, lalu tuntutan efisiensi

Ironinya, tekanan efisiensi ini datang setelah Microsoft menggelontorkan dana besar untuk akuisisi studio game dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan telah membeli Double Fine, Compulsion Games, ZeniMax Media, dan yang paling besar adalah Activision Blizzard senilai 69 miliar dolar AS.

Skala belanja tersebut membuat manajemen pusat perlu menata ulang portofolio bisnis agar modal besar yang sudah keluar bisa menghasilkan kinerja yang lebih efektif. Dalam konteks itu, Ball dipandang sebagai sosok yang bisa membantu merapikan lini bisnis yang sempat tumpang tindih setelah rangkaian merger besar.

Tambahan kekuatan di sisi teknologi

Perombakan internal Xbox tidak berhenti pada Ball. Microsoft juga mengumumkan bergabungnya Scott Van Vliet ke jajaran direksi, dengan tugas baru sebagai Chief Technology Officer Xbox.

Van Vliet sebelumnya dikenal sebagai petinggi di divisi Azure OpenAI dan infrastruktur kecerdasan buatan milik Microsoft. Kombinasi keahlian pasar dari Ball dan pengalaman teknologi dari Van Vliet memberi Xbox amunisi baru untuk mengejar pemulihan bisnisnya.

Di tengah tekanan pasar perangkat keras dan perubahan struktur internal yang cepat, Microsoft kini terlihat menyiapkan strategi ganda. Satu sisi fokus pada konsol dan roadmap hardware, sementara sisi lain memperkuat fondasi teknologi untuk menopang ambisi Xbox di industri game global.

Source: id.mashable.com
Terkait