
Tenable dan Anthropic mempercepat kerja sama untuk menekan ancaman siber yang kian agresif, dengan memasukkan model AI Claude ke dalam alur kerja Tenable Hexa AI di platform Tenable One. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kecerdasan operasional dan membantu tim keamanan merespons risiko lebih cepat di tengah penyalahgunaan model AI canggih oleh para peretas.
Kolaborasi itu menempatkan Claude sebagai mesin analisis di balik otomatisasi keamanan yang lebih taktis. Tenable juga menjadwalkan kehadiran Anthropic di gelaran EXPOSURE 2026 di Boston pekan ini untuk membahas bagaimana AI akan mengubah pertahanan digital.
AI untuk ubah data ancaman jadi aksi cepat
Pendekatan baru ini memanfaatkan agen pintar untuk mengubah tumpukan data ancaman yang kompleks menjadi aksi pemulihan yang terkoordinasi. Alurnya ditopang oleh Tenable Exposure Data Fabric yang menggabungkan data internal, masukan pihak ketiga, dan hasil riset Tenable Research.
Mark Thurmond, co-CEO Tenable, menyoroti bahwa volume celah keamanan terus meningkat. Ia juga mengatakan jarak antara penemuan celah dan eksekusi serangan oleh peretas semakin menyusut.
Pernyataan itu menjadi dasar strategi Tenable untuk memperdalam kerja sama dengan Anthropic. Tujuannya, pelanggan bisa memperkuat pencegahan dengan bantuan sistem berbasis AI yang lebih responsif.
Kurangi kerja manual tim keamanan
Tenable ingin membawa keamanan siber ke tahap yang lebih otomatis, ketika AI tidak hanya mendeteksi bahaya tetapi juga membantu membereskannya. Pembaruan ini menargetkan proses yang selama ini kerap kalah cepat dibanding serangan siber modern yang sudah banyak memanfaatkan sistem otomatis.
Dalam praktiknya, Claude akan dipakai untuk operasi keamanan dunia nyata seperti penentuan prioritas ancaman dan analisis eksposur jaringan. Pendekatan ini juga ditujukan agar praktisi IT tidak lagi harus mencocokkan data secara manual karena permukaan digital akan dipantau secara terpusat.
Dengan model kerja itu, Tenable Hexa AI menjadi penggerak utama yang menghubungkan analisis, prioritas, dan respons. Otomatisasi semacam ini diposisikan sebagai cara untuk mempercepat pengambilan keputusan saat ancaman muncul.
Anthropic dorong AI masuk ke operasi harian
Dari sisi Anthropic, integrasi AI dalam operasi keamanan harian dipandang semakin penting seiring perubahan lanskap ancaman. Jason Clinton, Deputy CISO Anthropic, mengatakan organisasi perlu memasukkan kecerdasan buatan ke dalam proses sehari-hari mereka.
Anthropic juga menyatakan antusias untuk membagikan kemampuan analisis mendalam Claude kepada pengguna. Fokusnya adalah membantu pengguna memahami risiko digital dan merespons ancaman dengan lebih taktis.
Kolaborasi ini menegaskan arah baru pertahanan digital yang makin bergantung pada otomatisasi cerdas. Bagi Tenable dan Anthropic, penggabungan kemampuan analisis AI dan data eksposur menjadi fondasi untuk memperkuat keamanan jaringan di tengah serangan yang bergerak makin cepat.
Source: id.mashable.com








