Sun V Hadir, Mini SUV Listrik Ini Bisa Isi Daya Lewat Atap dengan Harga Rp150 Jutaan

Pasar mobil listrik murah di Indonesia kedatangan pemain yang langsung mencuri perhatian. Sun V hadir sebagai mini SUV listrik pertama di Indonesia yang membawa panel surya di atap dan dipasarkan di kisaran Rp150 jutaan.

Kombinasi harga yang relatif terjangkau, desain kompak, dan kemampuan mengisi daya lewat sinar matahari membuat model ini menonjol di kelas entry-level EV. Untuk pengguna perkotaan, terutama yang ingin menekan biaya listrik harian, kehadiran Sun V membawa tawaran yang berbeda dari mobil listrik murah lain di pasar.

Atap Surya Jadi Pembeda Utama

Daya tarik utama Sun V ada pada Solar Roof Panel yang terpasang di bagian atap. Panel surya monokristalin ini dibuat mengikuti kontur atap mobil agar tetap rapi dan tidak merusak tampilan visual.

Saat mobil diparkir di area terbuka dan terkena sinar matahari, panel tersebut menyerap energi fotovoltaik lalu mengubahnya menjadi arus listrik searah. Arus itu kemudian disalurkan lewat regulator pintar untuk mengisi baterai utama atau baterai sekunder pendukung kelistrikan kabin.

Dalam kondisi cuaca panas yang optimal, teknologi ini diklaim bisa menambah daya jelajah harian secara gratis tanpa harus dicolok ke listrik rumah. Fitur ini menjadi pembeda penting di iklim tropis seperti Indonesia, terutama untuk penggunaan harian di kota besar.

Mini SUV Kompak dengan Karakter Tangguh

Sun V tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga membawa desain mini SUV yang terasa lebih kokoh dibanding mobil listrik mungil pada umumnya. Ground clearance dibuat relatif tinggi, lalu bagian roda diberi overfender plastik hitam dan roof rail untuk memberi kesan siap dipakai di jalanan kota yang tidak selalu mulus.

Karakter desain itu membuat Sun V tetap terlihat praktis untuk penggunaan harian. Mobil ini juga diposisikan sebagai kendaraan yang cocok menghadapi jalan berlubang atau genangan air tipis di area perkotaan.

Interior Sederhana dan Fungsional

Di dalam kabin, Sun V memakai pendekatan minimalis dengan panel instrumen digital terpadu. Di tengah dasbor, tersedia layar sentuh multimedia yang mendukung konektivitas nirkabel untuk navigasi dan pemutar musik.

Kabin dirancang untuk empat penumpang dewasa. Di bagian belakang, tersedia ruang bagasi modular dengan kursi yang dapat dilipat rata agar kapasitas penyimpanan barang bawaan lebih fleksibel.

Baterai LFP dan Pengisian Listrik Konvensional

Selain mengandalkan solar roof, Sun V tetap memakai soket pengisian daya listrik biasa. Mobil ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP yang dikenal stabil dan tahan terhadap degradasi suhu tinggi.

Untuk pengisian rumah dengan Home Charging standar AC 2.200 Watt, baterai disebut membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 6 jam dari kosong sampai penuh. Skema ini membuat Sun V tetap mudah dipakai tanpa bergantung penuh pada pengisian dari atap.

Kehadiran Sun V menunjukkan bahwa mobil listrik murah tidak lagi harus menawarkan fitur yang serba biasa. Dengan mini SUV, atap surya, dan pengisian daya fleksibel, model ini mencoba memberi alternatif baru bagi konsumen urban yang mencari EV praktis sekaligus efisien.

Berita Terkait

Back to top button