
Google I/O 2026 menegaskan arah baru Google: hampir seluruh layanan kini dipusatkan pada AI. Dalam ajang yang digelar pada 19–20 Mei 2026 itu, perusahaan memamerkan pembaruan besar yang menyentuh pencarian, kreativitas, produktivitas, hingga perangkat wearable berbasis Android XR.
Yang paling menonjol adalah kecepatan Google mengubah AI dari fitur tambahan menjadi inti pengalaman pengguna. Dari Gemini 3.5 Flash, Gemini Omni, dan AI Search sampai Ask YouTube, Google memperlihatkan ekosistem yang dirancang agar orang bisa bekerja, belajar, dan membuat konten dengan bantuan AI yang lebih natural.
Gemini 3.5 dan Gemini Omni jadi mesin utama
Sorotan besar datang dari peluncuran Gemini 3.5 Flash. Model ini disebut menawarkan performa tinggi dengan respons cepat khas seri Flash, sekaligus unggul untuk coding, pengembangan aplikasi, dan pekerjaan agentic AI yang kompleks.
Google menyebut Gemini 3.5 melampaui Gemini 3.1 Pro dan lebih cepat untuk coding. Model ini tersedia di Google AI Studio, Android Studio, serta platform Antigravity, dan Google juga menyiapkan Gemini 3.5 Pro.
Di sisi lain, Gemini Omni hadir sebagai model multimodal baru yang dapat memproses gambar, teks, dan audio. Model ini juga bisa membuat video AI, memahami fisika dan gerakan realistis, serta mendukung storytelling yang lebih natural.
Google membawa Omni ke Gemini App, Google Flow, dan YouTube Shorts Remix. Pengguna bisa mengedit video lewat prompt sederhana, seperti mengganti background, menambahkan efek sinematik, atau memasukkan diri sendiri ke dalam video.
Search berubah dari daftar tautan menjadi pengalaman AI
Pembaruan pada Google Search menjadi salah satu perubahan terbesar yang diumumkan. Google menyebutnya sebagai evolusi terbesar Search dalam lebih dari 25 tahun, dengan Gemini 3.5 Flash ditetapkan sebagai model default.
Search kini mendukung pencarian dengan teks, gambar, video, dan file. Chrome tabs juga bisa dipakai untuk pencarian, sementara AI Overviews dan AI Mode digabung sehingga pengalaman pencarian terasa lebih mirip chatbot AI.
Google juga memperkenalkan Information Agents yang dapat memantau berita dan media sosial selama 24 jam. Agen ini memberi pembaruan otomatis, sementara Search mendapat Generative UI yang bisa membuat grafik, dashboard, simulasi interaktif, dan mini apps.
AI masuk ke belanja, jadwal, dan percakapan harian
Untuk aktivitas sehari-hari, Google memperkenalkan Universal Cart sebagai keranjang belanja pintar. Fitur ini bekerja di Search, Gemini, YouTube, dan Gmail, lalu bisa mendeteksi diskon otomatis, memberi notifikasi stok, memeriksa kompatibilitas produk, dan terhubung ke Google Wallet serta Google Pay.
Google juga meluncurkan Gemini Spark sebagai AI agent pribadi yang berjalan di latar belakang perangkat. Spark memakai Gemini 3.5 dan dibangun di atas Antigravity, dengan opsi agar pengguna mengatur tindakan AI secara manual.
Ada pula Daily Brief, yang membaca email dan kalender untuk menyusun prioritas otomatis. Gemini sendiri mendapat desain baru Neural Expressive, sementara Gemini Live dibuat lebih cepat dan natural, termasuk dukungan aksen atau dialek regional tertentu.
Google Flow, Docs, dan alat kreatif makin lengkap
Google memperkuat sisi kreatif lewat Google Flow dan Gemini Omni Flash. Platform ini tersedia di lebih dari 140 negara dan dirancang untuk membantu pembuatan video, musik, desain, hingga alat kreatif berbasis natural language.
Google Flow Agent hadir untuk brainstorming kreatif, editing banyak aset sekaligus, dan memberi rekomendasi cerita. Google Flow Tools memungkinkan pengguna membuat tools kreatif sendiri tanpa coding, sementara Flow Music mendukung editing lagu AI, penggantian genre, dan perubahan instrumen otomatis.
Di ranah gambar dan produktivitas, Google Pics hadir sebagai platform edit gambar AI dengan dukungan segmentasi objek dan translasi teks gambar. Docs Live memungkinkan pembuatan dokumen lewat suara, dan Google Keep dapat mengubah suara menjadi catatan.
Developer mendapat ekosistem AI yang lebih matang
Google juga menaruh fokus besar pada developer lewat Antigravity. Platform ini menjadi pusat pengembangan agentic AI, dengan Antigravity 2.0 sebagai aplikasi desktop, dukungan CLI, SDK, subagents, Android, dan Firebase.
AI Studio kini bisa membuat aplikasi Android otomatis, mendukung edit visual langsung, dan memungkinkan developer mem-publish aplikasi ke Google Play. Preview Android Emulator juga hadir di browser, sementara dua aplikasi pertama bisa dideploy gratis ke Cloud.
Google turut memperkenalkan Managed Agents di Gemini API yang dapat browsing dan coding otomatis. Untuk mendorong ekosistemnya, Google juga menggelar Gemini XPRIZE Hackathon dan menawarkan paket AI Ultra seharga 100 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,7 jutaan.
YouTube dan Android XR ikut masuk ke gelombang AI
Ask YouTube hadir dengan pencarian video berbasis percakapan. Sementara itu, Android XR mulai memperlihatkan arah baru lewat kacamata pintar AI hasil kolaborasi Google, Samsung, dan Gentle Monster.
Rangkaian pengumuman ini menunjukkan bahwa Google tidak lagi memosisikan AI sebagai fitur tambahan. AI kini menjadi fondasi utama untuk pencarian, kreativitas, belanja, produktivitas, pengembangan aplikasi, hingga perangkat wearable yang akan semakin dekat dengan aktivitas harian pengguna.
Source: www.idntimes.com








