
Google meluncurkan Android Feature Bundle edisi Juni dengan fokus besar pada keamanan dan personalisasi. Fitur yang paling menonjol adalah kemampuan baru untuk mendeteksi penelepon palsu yang menyamar sebagai kontak tersimpan, termasuk skenario penipuan yang memanfaatkan suara mirip anggota keluarga.
Langkah ini penting karena modus spoofing panggilan dan peniruan suara berbasis AI makin meyakinkan. Dalam situasi seperti panggilan yang terlihat berasal dari “Ibu” atau kerabat lain, sistem baru Android dirancang untuk memberi peringatan saat identitas itu tidak bisa diverifikasi.
Fitur tersebut hadir melalui aplikasi Phone by Google dengan nama fake call detection. Google menyiapkannya untuk membantu pengguna mengenali upaya penipuan secara real time, bukan setelah panggilan selesai atau setelah korban terlanjur memberi uang.
Cara kerjanya mengandalkan “jabat tangan” digital yang terenkripsi end-to-end memakai teknologi Rich Communication Services atau RCS. Saat panggilan benar-benar berasal dari kontak pengguna, sinyal konfirmasi awal itu bisa dikenali sebagai bukti bahwa perangkat asli memang sedang melakukan panggilan.
Masalah muncul ketika penipu mencoba meniru nomor atau identitas kontak tersebut. Dalam kasus seperti itu, sinyal konfirmasi awal akan hilang, lalu perangkat penerima akan mencoba memeriksa ulang ke ponsel asli milik kontak yang bersangkutan.
Jika perangkat asli menyatakan tidak sedang melakukan panggilan, pengguna akan menerima peringatan di layar untuk segera menutup telepon. Mekanisme ini ditujukan untuk melawan penipuan deepfake impersonation dan call spoofing pada saat kejadian berlangsung.
Google menetapkan fake call detection aktif secara default. Fitur ini mulai digulirkan secara global lewat aplikasi Phone by Google untuk perangkat Android 12 ke atas.
Paket fitur Juni menyorot keamanan
Selain perlindungan terhadap panggilan palsu, paket fitur Juni juga membawa perluasan fitur keselamatan untuk pengguna yang lebih muda. Google memperluas aplikasi Personal Safety agar bisa dipakai anak di bawah 13 tahun.
Kelompok pengguna ini akan mendapat akses ke informasi medis dan kontak darurat yang dapat dilihat dari lock screen perangkat. Anak-anak juga akan bisa mengaktifkan deteksi kecelakaan mobil, sementara remaja yang lebih besar mendapat fitur seperti Safety Check dan berbagi lokasi secara real time dengan kontak darurat.
Arah pembaruan ini menunjukkan bahwa Google tidak hanya menambah fitur AI yang bersifat hiburan atau produktivitas. Perusahaan juga menempatkan keamanan pribadi sebagai bagian penting dari pembaruan Android yang lebih luas.
Paket fitur ini hadir setelah pembaruan Maret yang sebelumnya membawa berbagi pelacak dengan maskapai, pembuatan Calling Cards khusus yang tampil saat menelepon kontak, serta game baru untuk Android Auto. Pembaruan Juni meneruskan pola itu, tetapi dengan penekanan yang lebih jelas pada perlindungan dari ancaman digital sehari-hari.
Fitur AI baru untuk belanja dan gaya berpakaian
Di luar keamanan, Google juga memperluas kegunaan Circle to Search. Fitur ini kini dapat mengenali keseluruhan outfit dari gambar yang ditemukan secara online, bukan hanya satu item secara terpisah.
Google menyebut Circle to Search kini bisa menemukan semua bagian pakaian sekaligus, dari atasan sampai alas kaki. Setelah itu, sistem menampilkan detail outfit dalam jendela AI Mode beserta tautan ke item serupa yang tersedia secara online.
Google Photos juga mendapat fitur wardrobe yang berfokus pada katalog pakaian pengguna. Dengan bantuan AI, sistem menyusun potongan gambar dari pakaian dan aksesori yang pernah dipakai dalam berbagai foto di pustaka Google Photos.
Pengguna lalu bisa menelusuri koleksi itu berdasarkan kategori seperti atasan, celana, rok, atau perhiasan. Fitur ini juga memungkinkan pengguna merangkai outfit dan menekan tombol “Try it on” untuk mendandani gambar dirinya dengan kombinasi tersebut.
Wardrobe dijadwalkan mulai diluncurkan pekan depan untuk pengguna di Amerika Serikat, India, dan Brasil. Detail wilayah ini menunjukkan bahwa tidak semua fitur dalam paket Juni dirilis serentak secara global seperti fake call detection.
Pembaruan lain di ekosistem Android
Google juga menambahkan fitur baru ke Play Books. Pengguna yang sempat berhenti membaca buku kini bisa memakai fitur “Catch me up” untuk mendapatkan ringkasan sebelum melanjutkan bacaan.
Selain itu ada “Book Insights” yang membantu memahami konteks isi buku dan memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan lanjutan. Kedua fitur ini menempatkan AI sebagai alat bantu memahami konten, bukan sekadar pencarian informasi.
Di bagian lain, dukungan AirDrop pada Quick Share juga diperluas ke lebih banyak smartphone. Sebelumnya, dukungan itu sudah meluas ke ponsel Xiaomi, dan kini ekspansinya berlanjut ke perangkat yang lebih banyak lagi.
Meski paket fitur Juni memuat beberapa pembaruan sekaligus, fokus utamanya tetap jatuh pada perlindungan dari penipuan yang menyamar sebagai orang terdekat. Di tengah maraknya spoofing nomor dan peniruan suara dengan AI, kemampuan mendeteksi panggilan palsu dari kontak sendiri bisa menjadi salah satu tambahan keamanan paling relevan di Android saat ini.
Source: www.androidpolice.com








