Mina the Hollower memang belum punya port resmi untuk Android, tetapi game ini tetap bisa dimainkan langsung di ponsel tanpa perlu game streaming. Jalurnya adalah lewat aplikasi PC gaming di Android yang menjalankan game secara lokal di perangkat.
Ini menjadi kabar menarik karena Mina the Hollower termasuk salah satu game baru yang paling banyak diperbincangkan, apalagi datang dari tim di balik seri Shovel Knight. Bagi pengguna Android yang tidak punya konsol atau PC, cara ini membuka akses ke game tersebut dengan pendekatan yang jauh lebih praktis daripada streaming dari perangkat lain.
Bisa dimainkan lokal di Android
Saat ini ada beberapa aplikasi populer untuk menjalankan game PC di Android, seperti GameNative, GameHub, dan Winlator. Di antara ketiganya, GameNative disebut sebagai opsi yang paling intuitif untuk saat ini, dan aplikasi itu juga dipakai untuk menjalankan Mina the Hollower.
Keunggulan pendekatan ini adalah game berjalan secara lokal di ponsel atau tablet, bukan dipancarkan dari cloud atau PC rumah. Artinya, pengalaman bermain tidak bergantung pada koneksi internet yang stabil seperti pada layanan streaming game.
Mina the Hollower sendiri tersedia di Nintendo Switch, Switch 2, PlayStation 5, Xbox Series, dan PC. Namun sampai sekarang belum ada versi resmi untuk platform mobile.
Cara memasang Mina the Hollower lewat GameNative
GameNative mendukung game dari pustaka Steam, GOG, Epic, Amazon, dan file game lokal. Jika game dibeli lewat Steam atau GOG, judul itu seharusnya muncul di pustaka Steam atau GOG yang terhubung ke GameNative.
Setelah game muncul di daftar, pengguna tinggal mengetuk entri Mina the Hollower lalu menekan tombol install. Layar berikutnya akan menampilkan ukuran unduhan sekitar 745MB, ukuran di penyimpanan sekitar 842MB, serta sisa ruang kosong di perangkat.
Proses berikutnya cukup sederhana karena pengguna hanya perlu menekan install sekali lagi untuk memulai unduhan dan pemasangan. Ini menjadi salah satu alasan GameNative dinilai lebih mudah dipakai dibanding opsi lain yang sering menuntut banyak penyesuaian manual.
Ada jalur lain untuk pemilik versi GOG yang sudah terpasang di PC. Folder instalasi game bisa disalin ke ponsel, lalu dimasukkan ke folder seperti “PC” atau “games” di dalam folder Downloads.
Setelah itu, pengguna membuka GameNative dan menekan ikon plus untuk memilih folder game tersebut. Jika game sudah masuk ke pustaka tetapi belum berjalan benar, pengguna mungkin perlu memilih file .exe yang tepat melalui menu edit container dan memastikan “MinaTheHollower.exe” dipakai sebagai executable path.
Meski begitu, pemasangan langsung dari pustaka Steam atau GOG di GameNative tetap dianggap lebih mulus. Jalur ini mengurangi langkah manual dan menekan potensi kesalahan saat memilih file atau konfigurasi.
Konfigurasi otomatis jadi nilai jual utama
Salah satu fitur penting di GameNative adalah kemampuan menerapkan konfigurasi yang sudah dikenal untuk game tertentu secara otomatis. Mina the Hollower termasuk game yang mendapat perlakuan ini, sehingga pengguna tidak harus memulai dari nol dan mencoba banyak setelan sendiri.
Hal ini penting karena menjalankan game PC di Android biasanya identik dengan proses utak-atik yang rumit. Dengan konfigurasi otomatis, hambatan untuk mulai bermain jadi jauh lebih rendah.
Performa menjanjikan, tapi tidak untuk semua perangkat
Pengalaman awal menunjukkan hasil yang sangat baik di perangkat berbasis Snapdragon. Dalam pengujian singkat di Galaxy S25 Ultra, Mina the Hollower disebut berjalan sangat mulus.
Suhu perangkat juga relatif rendah untuk ukuran beban game PC, yakni umumnya di kisaran awal 30 derajat Celsius. Karakter game yang berbasis 2D diduga membantu karena tidak memaksa chipset bekerja di batas maksimalnya.
Kondisi termal seperti ini penting untuk sesi bermain panjang. Suhu yang tetap rendah biasanya membantu mencegah throttling dan menjaga performa tetap stabil lebih lama.
Namun ada catatan penting untuk perangkat dengan GPU Mali. Sejumlah pengguna perangkat berbasis Mali melaporkan game tidak berjalan atau justru mengalami crash.
Pengujian pada vivo X300 Pro dengan prosesor Dimensity 9500 juga menunjukkan game tidak langsung berjalan. Penyebab utamanya adalah konfigurasi bawaan memakai driver Turnip open-source, yang hanya berfungsi pada chip Qualcomm.
Sejumlah kombinasi konfigurasi lain juga sudah dicoba, termasuk wrapper/system driver/VKD3D dan Wrapper-leegao/system driver/DXVK. Hasilnya tetap bermasalah karena muncul error DirectX12 “video adapter” yang kritis.
Masalah serupa juga dialami pada Pixel 7 yang memakai GPU Arm Mali. Ini berarti kompatibilitas saat ini jauh lebih menjanjikan untuk ponsel Snapdragon dibanding perangkat Pixel lama atau model lain berbasis MediaTek dan Mali.
Ada alternatif lain, tetapi lebih rumit
Bagi yang benar-benar ingin memainkan Mina the Hollower di Android tanpa streaming, ada satu opsi lain yaitu memakai emulator Eden untuk menjalankan versi Switch. Namun prosesnya jauh lebih rumit daripada memakai GameNative.
Pengguna harus menyiapkan ROM game, firmware konsol, dan digital keys milik Nintendo. Syarat seperti ini juga menimbulkan persoalan etis jika file-file tersebut tidak berasal dari dump perangkat Switch milik sendiri.
Karena itu, untuk saat ini GameNative menjadi solusi yang paling masuk akal bagi banyak pengguna Android. Syarat terbesarnya adalah perangkat yang dipakai lebih cocok jika menggunakan chipset Snapdragon, karena di situlah Mina the Hollower menunjukkan peluang berjalan lancar tanpa banyak hambatan.
Source: www.androidauthority.com