
Investasi besar senilai $30 miliar dari AirTrunk memberi dorongan baru bagi ambisi India untuk menjadi kekuatan utama di bidang AI dan komputasi awan. Perdana Menteri Narendra Modi menilai langkah ini akan memperkuat infrastruktur AI dan cloud nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.
Nilai investasi itu juga menonjol karena masuk dalam kategori salah satu proposal terbesar di ekosistem infrastruktur digital India. AirTrunk menyatakan dana tersebut akan digelontorkan dalam empat tahun untuk membangun kapasitas pusat data baru sebesar 5 gigawatt di India.
Modi menyampaikan bahwa rencana AirTrunk mencapai sekitar Rs 3 lakh crore dan akan membantu memperkuat posisi India sebagai tujuan global untuk cloud computing dan AI. Menurut dia, investasi seperti ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, mendukung rantai pasok lokal, dan mendorong pertumbuhan berbasis inovasi.
Pusat data kini menjadi fondasi penting dalam perlombaan pengembangan AI global. Infrastruktur ini menyediakan daya komputasi yang dibutuhkan untuk layanan cloud, aplikasi digital, beban kerja perusahaan, dan pengembangan teknologi AI generatif yang terus meningkat.
Pengumuman dari AirTrunk datang di saat banyak negara berlomba menarik investasi terkait AI. Pemerintah dan perusahaan di berbagai pasar sedang memperbesar belanja untuk pusat data karena permintaan komputasi naik cepat seiring meluasnya adopsi AI.
Bagi India, momentum ini penting karena negara tersebut terus menarik minat perusahaan teknologi global yang ingin membangun infrastruktur digital jangka panjang. Basis pengguna internet yang besar, ekosistem layanan digital yang berkembang, dan kebutuhan aplikasi berbasis AI yang meningkat membuat pasar ini semakin strategis.
Ekspansi besar AirTrunk di India
AirTrunk berkantor pusat di Sydney dan didukung oleh Blackstone serta Canadian Pension Plan Investment Board (CPPIB). Perusahaan ini masuk ke pasar India pada awal tahun ini melalui akuisisi Lumina CloudInfra.
Ekspansi baru tersebut akan memperluas jejak AirTrunk secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, pipeline pengembangan perusahaan di India sudah mencakup sekitar 600 megawatt kapasitas yang tersebar di Mumbai, Chennai, dan Hyderabad.
CEO AirTrunk Robin Khuda, yang bertemu dengan Modi pada Jumat, menyebut India sebagai salah satu tujuan investasi jangka panjang terpenting bagi perusahaan. Ia mengatakan ada rasa urgensi yang kuat karena investasi AI kini dipandang sebagai perlombaan global, dan modal akan mengalir ke tempat yang siap bersaing.
Khuda juga menyoroti tiga hal yang biasanya dicari investor saat menilai proyek infrastruktur skala besar. Menurut dia, kepastian, koordinasi, dan kecepatan menjadi faktor utama dalam keputusan investasi.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa daya tarik India kini tidak hanya bertumpu pada ukuran pasar. Kesiapan kebijakan dan kemampuan eksekusi juga menjadi unsur penting dalam menarik proyek infrastruktur digital bernilai besar.
India makin ramai dibidik investor AI
AirTrunk bukan satu-satunya perusahaan yang memperbesar taruhan pada masa depan AI India. Arus investasi ke pusat data, cloud, dan infrastruktur digital di negara itu terus menguat.
Pada Oktober tahun lalu, Google mengumumkan rencana investasi sekitar $15 miliar di India antara 2026 hingga 2030. Perusahaan itu mengatakan dana tersebut akan mendukung pembangunan AI hub pertamanya di India yang berlokasi di Visakhapatnam, Andhra Pradesh.
Proyek Google itu disebut akan mencakup kampus pusat data berskala besar. Fasilitas tersebut dirancang untuk menjawab kenaikan permintaan terhadap komputasi AI.
Di dalam negeri, konglomerat India juga ikut mempercepat belanja infrastruktur AI. Pada awal tahun ini, Reliance Industries dan Adani Group mengumumkan komitmen sangat besar, masing-masing sebesar $110 miliar hingga $100 miliar, untuk proyek AI dan infrastruktur data.
Persaingan investasi ini menunjukkan bahwa AI kini dipandang sebagai salah satu area pertumbuhan teknologi paling penting. Pusat data menjadi aset strategis karena menopang hampir seluruh aktivitas ekonomi digital modern.
Dalam konteks itu, rencana AirTrunk memberi sinyal tambahan bahwa India dipandang sebagai pasar jangka panjang, bukan sekadar tujuan ekspansi sementara. Skala investasi 5 gigawatt juga menegaskan bahwa kebutuhan infrastruktur digital di negara tersebut diperkirakan akan terus meningkat.
Bila direalisasikan sesuai rencana, proyek ini akan menambah kapasitas pusat data dalam jumlah besar di salah satu pasar digital terbesar di dunia. Bagi India, masuknya modal asing ke sektor ini memperkuat posisi negara itu dalam persaingan global untuk merebut investasi AI dan cloud.
Source: www.indiatoday.in








