Modi hingga Kevin Rudd: Dampak Terbaru Pengungkapan Berkas Epstein pada Pemimpin Dunia di Luar AS

Dokumen terbaru terkait penyelidikan Departemen Kehakiman AS atas kasus kriminal Jeffrey Epstein memicu kegemparan politik di berbagai negara. Rilis lebih dari tiga juta halaman dokumen ini mengungkap keterlibatan sejumlah tokoh dunia, termasuk pemimpin dari India, Australia, Norwegia, Slovakia, dan Inggris.

Meski Epstein telah mati sebelum pengadilannya dimulai, berkas yang dirilis menyajikan rincian komunikasi dan hubungan antara Epstein dan beberapa tokoh berpengaruh. Namun, penting dicatat bahwa penyebutan nama dalam dokumen tersebut tidak otomatis menandakan keterlibatan kriminal.

Keterkaitan Narendra Modi dan Anil Ambani dengan Jeffrey Epstein

Anil Ambani, pengusaha milyarder ketua Reliance Group dan terkait erat dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, tercatat melakukan korespondensi dengan Epstein setelah kasus Epstein pertama kali muncul pada 2008. Mereka berkomunikasi melalui email mengenai berbagai isu, mulai dari penilaian calon duta besar AS untuk India hingga pengaturan pertemuan antara Modi dengan pejabat tinggi AS.

Pada Maret 2017, Ambani menghubungi Epstein melalui iMessage, mengabarkan bahwa “Leadership” meminta bantuannya untuk menghubungkan dengan tokoh senior di lingkaran Presiden AS Donald Trump, termasuk Jared Kushner dan Steve Bannon. Ambani juga meminta saran tentang kunjungan Modi ke AS yang direncanakan pada Mei.

Dua minggu setelahnya, konversasi menunjukkan pembahasan strategi Israel dan rencana kunjungan Modi ke Israel di Juli 2017. Kunjungan pertama Modi ke Israel ini merupakan sejarah baru karena India baru membuka hubungan diplomatik resmi dengan Israel sejak 1992 dan selama ini mendukung Palestina. Langkah itu memicu kecaman dari pejabat Palestina.

India pada tahun 2017 menjadi pembeli senjata terbesar dari Israel dengan transaksi mencapai $715 juta, serta melanjutkan kerja sama pertahanan meski terjadi konflik berdarah di Gaza. Selain itu, Ambani Reliance Defence menandatangani kerja sama senilai $10 miliar dengan kelompok pertahanan negara Israel pada tahun berikutnya.

Epstein juga menawarkan mengatur pertemuan antara Modi dan Steve Bannon tidak lama setelah Modi memenangkan pemilu dengan mandat besar pada 2019. Dalam pesan kepada Bannon dan Ambani, Epstein menekankan kesamaan kepentingan terkait China, yang dianggap sebagai “musuh utama” Modi dan Amerika.

Namun, tidak ada bukti publik yang menunjukkan bahwa Ambani berwenang resmi untuk mengambil keputusan atas nama pemerintah India, dan tidak tercatat pertemuan resmi Bannon dengan pejabat India pada saat itu.

Hardeep Singh Puri dan Jejak Bisnis

Hardeep Singh Puri, mantan diplomat dan politikus India, juga muncul dalam dokumen. Ia terlibat komunikasi dengan Epstein sejak 2014, saat beralih dari dinas luar negeri ke partai Bharatiya Janata pimpinan Modi. Email-email menunjukkan Puri mengatur kunjungan Reid Hoffman, co-founder LinkedIn, ke India untuk membahas peluang investasi dan ekonomi di bawah pemerintahan baru.

Puri beberapa kali bertemu Epstein di Manhattan pada 2015, 2016, dan 2017. Ia menyatakan bahwa semua interaksi tersebut bersifat bisnis dan profesional.

Respons Pemerintah India dan Tuntutan Oposisi

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyatakan bahwa selain kunjungan resmi Modi ke Israel, isi email yang melibatkan nama Modi hanya berupa “renungan sampah” dari seorang kriminal yang harus ditolak secara tegas.

Namun partai oposisi, Kongres, menuntut klarifikasi dari Modi mengenai kaitannya dengan dokumen Epstein. KC Venugopal, sekretaris jenderal partai, menganggap dokumen ini membuka tabir gelap tentang akses dan pengaruh asing terhadap Modi.

Kasus Tokoh Australia, UK, dan Eropa

Kevin Rudd, mantan Perdana Menteri Australia sekaligus duta besar Australia untuk AS, tercantum dalam jadwal pertemuan Epstein pada Juni 2014. Meski Rudd membantah kenal atau berteman dengan Epstein, dokumen menunjukkan persiapan makan siang yang disebut termasuk Rudd.

Peter Mandelson, politikus senior Inggris, mengundurkan diri dari partai Labour setelah pengungkapan keterkaitannya dengan Epstein, termasuk pembayaran senilai $75.000 pada awal tahun 2000-an. Ia juga terlibat diskusi dengan Epstein terkait kebijakan pajak dalam masa pemerintahannya.

Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, muncul hampir seribu kali dalam berkas, dengan email yang menunjukkan komunikasi dekat dan mesra, termasuk ucapan terima kasih bunga dan candaan yang tidak pantas. Kabar ini muncul saat dirinya sedang menghadapi tekanan atas kasus hukum anaknya yang didakwa melakukan kejahatan serius.

Miroslav Lajcak Mundur dari Jabatan Keamanan Slovakia

Miroslav Lajcak, penasihat keamanan nasional Slovakia sekaligus mantan menteri luar negeri, mengundurkan diri setelah foto dan email yang menunjukkan pertemuannya dengan Epstein terungkap. Ia membantah tuduhan tersebut, namun Perdana Menteri Slovakia menyampaikan kehilangannya sebagai sumber pengetahuan diplomatik besar.

Rilis dokumen Epstein ini jelas membuka babak baru dalam penelusuran jaringan kriminal yang melingkupi sejumlah elit global. Dampaknya meluas ke dalam arena diplomasi dan politik di berbagai negara, seiring tuntutan transparansi dan akuntabilitas dari berbagai pihak yang terus mengemuka.

Berita Terkait

Back to top button