Kover Kingdom Hearts Diduga Pakai AI Generatif, Detail Sora dan Donald Bikin Geleng Kepala

Square Enix kembali membawa perhatian ke seri Kingdom Hearts lewat Kingdom Hearts Collection [I~III], tetapi sorotan publik justru bergeser ke dugaan penggunaan gambar generatif AI pada sampul PS5 dan Switch 2. Kontroversi ini muncul karena beberapa detail visual pada cover dinilai janggal, mulai dari bentuk tangan karakter hingga elemen latar yang tampak tidak konsisten.

Masalah itu mencuat di tengah momentum besar untuk waralaba ini. Nintendo Direct bulan Juni tidak hanya menampilkan trailer baru Kingdom Hearts 4, tetapi juga memperkenalkan bundle berisi game-game lama yang kini dikemas ulang untuk platform modern.

Cover yang memicu kecurigaan

Kingdom Hearts Collection [I~III] dijadwalkan rilis untuk Switch 2, PS5, dan Xbox dengan tanggal 8 Oktober. Namun, calon pembeli yang melihat materi promosi dan sampul ritel mulai menemukan keanehan yang sulit diabaikan.

Salah satu contoh paling menonjol ada pada cover Switch 2. Di sana, Donald Duck tampak memiliki jumlah jari yang berbeda di masing-masing tangan, sebuah detail yang langsung memicu dugaan bahwa gambar itu melalui proses generatif AI.

Kecurigaan serupa juga muncul pada elemen latar. Bagian menara jam dan gedung pencakar langit disebut memiliki bentuk yang tidak wajar, sehingga memperkuat anggapan bahwa ada bantuan alat AI dalam penyusunan artwork promosi tersebut.

Sorotan juga mengarah ke versi PS5

Masalah serupa tidak berhenti di cover Switch 2. Pada sampul PS5, penggemar juga menemukan inkonsistensi pada berbagai penggambaran Sora, tokoh utama seri ini, terutama pada bentuk tangan dan ibu jarinya yang terlihat aneh.

Tetsuya Nomura, desainer legendaris Square Enix, selama ini dikenal sebagai sosok yang membuat sebagian besar karya seni untuk waralaba Kingdom Hearts. Karena itu, banyak penggemar menilai kecil kemungkinan Nomura sendiri menggunakan machine learning untuk membuat sampul tersebut.

Kemungkinan lain di balik artwork

Di media sosial, DekuDraws, seorang penggemar karya Nomura, menawarkan penjelasan berbeda. Ia menilai karya itu tetap autentik dan menyebut salah satu mitt Donald Duck di cover Switch 2 sebenarnya tertutup, sehingga bentuk yang terlihat bisa menipu mata.

Dari sana, muncul dugaan bahwa Square Enix mungkin memakai alat AI untuk memisahkan ilustrasi lama dan menyusunnya ulang ke dalam cover alternatif. Pendekatan seperti itu bisa menjelaskan mengapa posisi karakter terasa janggal dan mengapa mereka tampak tidak menyatu dengan latar belakang.

Kritik soal efisiensi dan kualitas

Di sisi lain, dugaan penggunaan generative AI juga memunculkan kritik yang lebih luas soal pemakaian aset lama. Jika perusahaan memang mengambil jalan pintas untuk merakit ilustrasi yang sudah ada menjadi artwork baru, hasilnya bisa mengubah karakter visual karya asli dan membuatnya tampak kurang rapi.

Sejumlah pengamat menilai praktik seperti itu berisiko, terutama bila dilakukan demi efisiensi biaya. Dalam konteks Kingdom Hearts Collection [I~III], masalah utamanya bukan hanya apakah gambar tersebut dibuat dengan AI, tetapi juga bagaimana kualitas akhir cover itu dinilai oleh publik yang sangat mengenal seri ini.

Hingga kini, perhatian terhadap bundle tersebut tidak hanya tertuju pada isi game yang dibawa kembali ke pasar. Diskusi besar justru berpusat pada sampul PS5 dan Switch 2, yang kini menjadi bahan perdebatan soal batas antara pengolahan ulang aset, karya seni asli, dan penggunaan generative AI dalam promosi game.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait

Back to top button