Galaxy Z Flip8 Terdeteksi Punya Satelit, Tapi UWB Masih Absen

Samsung Galaxy Z Flip8 mulai menarik perhatian bukan karena perubahan desain besar, melainkan karena fitur konektivitas yang justru lebih menonjol. Ponsel lipat kompak ini disebut sudah lolos sertifikasi FCC di Amerika Serikat, dan salah satu detail paling penting yang terungkap adalah dukungan komunikasi satelit.

Sertifikasi ini juga menandakan bahwa Galaxy Z Flip8 makin dekat ke tahap peluncuran resmi. Perangkat tersebut dikabarkan akan diperkenalkan dalam beberapa minggu, atau pada akhir Juli bersama Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Wide, dan Galaxy Watch Ultra 2.

Sertifikasi FCC buka detail konektivitas

Untuk pasar Amerika Serikat, Galaxy Z Flip8 membawa nomor model SM-F776U. Dokumen sertifikasi menunjukkan bahwa perangkat ini memenuhi syarat sebelum bisa dijual di AS, sekaligus mengonfirmasi beberapa kemampuan nirkabel utamanya.

Model AS itu disebut akan memakai Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Sementara itu, rumor menyebut versi Eropa akan menggunakan Samsung Exynos 2600, yang berpotensi membuat performanya sedikit lebih rendah.

FCC juga mengonfirmasi dukungan Wi-Fi 7 atau 802.11be, termasuk kanal 6 GHz. Selain itu, perangkat ini mendukung Bluetooth dan NFC, sehingga tetap mengikuti standar konektivitas flagship modern.

Komunikasi satelit ikut hadir

Salah satu poin paling menonjol dari sertifikasi ini adalah dukungan satelit melalui modem 5G terintegrasi. Modem tersebut mendukung NB-NTN B255, sebuah band jaringan yang dipakai untuk berkomunikasi dengan jaringan satelit.

Fitur ini sebenarnya sudah ada di Galaxy Z Flip7, tetapi terbatas hanya di beberapa wilayah, termasuk Amerika Serikat. Pada Galaxy Z Flip8, dukungan itu kembali terlihat dan menjadi salah satu pembeda penting di kelas ponsel lipat kecil Samsung.

Keberadaan komunikasi satelit membuat perangkat ini lebih relevan untuk situasi tanpa sinyal seluler biasa. Namun, sertifikasi yang muncul sejauh ini belum memberi gambaran rinci soal cakupan layanan atau wilayah aktivasi di luar dukungan teknis yang sudah terdeteksi.

Absennya UWB jadi catatan penting

Di sisi lain, ada fitur yang justru tidak terlihat pada Galaxy Z Flip8, yaitu ultra-wideband atau UWB. Absennya teknologi ini cukup menonjol karena UWB kerap dipakai untuk fitur pelacakan perangkat yang lebih presisi.

Pada Galaxy Z Flip7, UWB hanya hadir di model yang dijual di Korea Selatan. Sebaliknya, Galaxy Z Fold7 dibekali chip UWB secara global, sehingga perbedaan kemampuan antarmodel Samsung ini kembali terlihat di generasi berikutnya.

UWB berguna, antara lain, untuk menemukan Galaxy Smart Tag2 dengan lebih mudah. Teknologi ini menampilkan arah dan jarak tracker secara lebih jelas, sehingga pencarian jadi lebih presisi dibanding metode pelacakan biasa.

Desain tampak minim ubahan

Gambaran awal Galaxy Z Flip8 juga mengarah pada perubahan desain yang tidak besar. Kesan itu sejalan dengan informasi visual yang beredar, yang menyebut perangkat ini hanya akan mendapat sedikit perubahan desain dibanding pendahulunya.

Dengan fokus pada konektivitas dan efisiensi, Samsung tampaknya lebih memilih penyempurnaan internal ketimbang perombakan bentuk. Kombinasi dukungan satelit, Wi-Fi 7, dan absennya UWB membuat Galaxy Z Flip8 terlihat sebagai pembaruan yang selektif, bukan revolusi besar di lini flip foldable.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait

Back to top button