
Pendaftaran barcode Pertalite di aplikasi MyPertamina menjadi langkah penting bagi pemilik kendaraan yang ingin membeli BBM subsidi di SPBU. Melalui QR Code atau barcode ini, proses penyaluran BBM bisa dipantau lebih tertib dan sesuai data kendaraan yang didaftarkan.
Kebutuhan ini juga berkaitan dengan upaya pemerintah memperketat distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Karena itu, pengguna perlu memastikan seluruh data yang dimasukkan benar, lengkap, dan dapat diverifikasi oleh sistem.
Unduh aplikasi resmi terlebih dahulu
Langkah awal dimulai dengan mengunduh aplikasi MyPertamina melalui Google Play Store untuk pengguna Android atau App Store untuk pengguna iOS. Pastikan aplikasi yang dipasang adalah versi terbaru agar fitur pendaftaran dapat berjalan dengan baik.
Setelah aplikasi terbuka, pengguna perlu memilih menu daftar atau registrasi untuk membuat akun baru. Pada tahap ini, data pribadi seperti nama lengkap, NIK, nomor ponsel aktif, alamat email, dan kata sandi harus diisi secara benar.
Lakukan verifikasi akun
Setelah data dasar masuk, sistem akan mengirimkan kode OTP ke nomor ponsel yang didaftarkan. Kode ini perlu dimasukkan untuk menyelesaikan proses verifikasi akun.
Tahap verifikasi menjadi penting karena akun yang aktif akan dipakai untuk mengakses fitur Subsidi Tepat. Tanpa akun yang berhasil dibuat, proses pendaftaran barcode Pertalite tidak bisa dilanjutkan.
Masuk ke fitur Subsidi Tepat
Sesudah berhasil login, pengguna perlu mencari menu Subsidi Tepat di halaman utama aplikasi. Fitur ini menjadi pintu masuk untuk pendaftaran kendaraan yang akan digunakan membeli Pertalite atau Solar.
Di bagian ini, sistem akan meminta data kendaraan yang sesuai dengan dokumen resmi. Pengisian harus dilakukan teliti karena data tersebut akan menjadi dasar penentuan kelayakan penerima subsidi.
Isi data kendaraan sesuai STNK
Pengguna wajib mencantumkan nomor polisi kendaraan dan nomor rangka yang sesuai STNK. Selain itu, pilihan jenis BBM juga harus ditentukan, apakah Pertalite atau Solar.
Akurasi data kendaraan sangat menentukan hasil verifikasi. Jika ada perbedaan antara data yang diinput dan dokumen resmi, proses pendaftaran berpotensi tertunda.
Unggah dokumen pendukung dengan jelas
Tahap berikutnya adalah mengunggah dokumen pendukung yang diminta sistem. Dokumen itu meliputi foto KTP, STNK tampak depan dan belakang, foto kendaraan, serta foto plat nomor kendaraan yang jelas.
Kualitas foto menjadi perhatian utama karena dokumen yang buram bisa menghambat pemeriksaan. Foto sebaiknya diambil tanpa pantulan cahaya agar seluruh informasi terbaca dengan mudah.
Periksa ulang sebelum dikirim
Sebelum menekan tombol kirim, seluruh data perlu diperiksa kembali. Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada kesalahan pada nomor polisi, nomor rangka, maupun dokumen yang diunggah.
Jika semua sudah benar, data dapat dikirim untuk masuk ke tahap verifikasi. Proses ini menjadi penentu apakah barcode bisa segera muncul di akun pengguna.
Tunggu proses verifikasi dari pihak terkait
Setelah pengiriman data, verifikasi biasanya memakan waktu sekitar 1 hingga 3 hari kerja. Bila pendaftaran disetujui, barcode atau QR Code akan muncul otomatis di menu Subsidi Tepat pada aplikasi MyPertamina.
Barcode yang sudah terbit kemudian digunakan saat transaksi di SPBU. Petugas akan memindai barcode tersebut sebelum pengisian BBM dilakukan.
Gunakan barcode saat isi BBM di SPBU
Saat mengisi Pertalite atau Solar, pengguna cukup menunjukkan barcode di aplikasi kepada petugas SPBU. Proses pemindaian dilakukan terlebih dahulu agar transaksi tercatat sesuai kendaraan yang terdaftar.
Satu barcode hanya berlaku untuk satu kendaraan sesuai data STNK yang didaftarkan. Jika terjadi perubahan kepemilikan atau penggantian plat nomor, data kendaraan perlu diperbarui agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perhatikan agar verifikasi lebih cepat disetujui
Agar proses pemeriksaan berjalan lancar, foto KTP dan STNK perlu dibuat sejelas mungkin. Selain itu, pengguna juga disarankan memantau status pendaftaran secara berkala melalui aplikasi atau notifikasi email.
Jika dalam 3 hari barcode belum muncul, pemeriksaan ulang pada status pengajuan menjadi langkah yang disarankan. Dengan data yang lengkap dan foto yang jelas, peluang verifikasi berjalan lebih cepat akan semakin besar.
Source: mediaindonesia.com








