Windows 11 Makin Lebih Enak Dipakai, Update Juni Bawa Start Menu Lebih Lincah

Windows 11 mendapat salah satu pembaruan Patch Tuesday yang paling berat dalam beberapa waktu terakhir, dan efeknya terasa di area yang paling sering dipakai: Start Menu, Search, peluncuran aplikasi, hingga proses unduhan dari Windows Store. Pembaruan Juni ini juga membawa mode latensi rendah baru yang dirancang untuk membuat navigasi sistem terasa lebih mulus.

Bagi banyak pengguna, ini jadi kabar yang cukup penting karena Windows 11 sempat lama mendapat kritik dari penggemar teknologi. Microsoft kini terlihat lebih serius memperbaiki bagian-bagian sistem yang sebelumnya terasa lambat, sembari menyingkirkan tombol Copilot dari beberapa area dan mendorong peningkatan UX serta performa di bagian OS yang sudah lama terabaikan.

Update Juni hadir sebagai KB5094126 dengan OS Builds 26200.8655 dan 26100.8655 di Windows Update. Fitur yang paling menonjol adalah low-latency profile, yang ditujukan untuk mengurangi keterlambatan saat membuka elemen inti seperti Start Menu, Action Center, Search, atau saat menjalankan aplikasi.

Cara kerjanya sederhana. Saat pengguna membuka elemen sistem atau aplikasi, CPU akan langsung melonjak ke kecepatan maksimum selama satu hingga beberapa detik, lalu turun lagi setelah beban awal lewat.

Sebelumnya, CPU harus menaikkan clock secara bertahap ketika beban meningkat. Pola itu bisa memperburuk kesan lambat saat membuka jendela sistem atau aplikasi, terutama pada momen-momen kecil yang sering diulang sepanjang hari.

Meski sudah ada di pembaruan keamanan Juni, profil latensi rendah ini tidak langsung aktif untuk semua orang. Pengguna bisa memeriksanya lewat Task Manager atau alat pihak ketiga seperti HWiNFO64 dengan memantau lonjakan singkat kecepatan CPU saat membuka elemen sistem.

Microsoft juga telah memperbaiki Start Menu selama beberapa bulan terakhir, dan low-latency profile tampaknya menjadi pelengkap dari rangkaian perubahan itu. Dalam penggunaan sehari-hari, Start Menu disebut terasa lebih responsif, sementara peluncuran aplikasi juga menunjukkan peningkatan yang terasa bahkan di sistem gaming yang bertenaga.

Perbaikan lain yang ikut dibawa update ini menyasar area yang sering dikeluhkan pengguna. Unduhan dan pemasangan dari Windows Store kini seharusnya jauh lebih cepat, setelah sebelumnya proses tersebut bisa terasa sangat lambat bagi banyak orang.

Windows Search juga mendapat dorongan performa. Hasil pencarian kini mulai muncul setelah dua karakter diketik, sehingga pencarian terasa lebih cepat bagi pengguna yang sering membuka aplikasi lewat tombol Start dan pengetikan.

Di sisi fitur, pembaruan Juni membawa dukungan multi-app camera, yang memungkinkan pengguna berada dalam panggilan Zoom sambil mengambil selfie. Ada juga Shared Audio, yang memungkinkan Windows menyiarkan audio ke dua headphone atau earbuds yang mendukung Bluetooth LE.

Selain itu, pengguna kini bisa memberi nama folder akun sesuai keinginan saat menyiapkan instalasi Windows baru. Microsoft juga menambahkan alat pemantauan NPU baru di Task Manager untuk PC yang memiliki chip AI khusus.

Bagian paling besar dari update ini justru ada di balik layar. Microsoft telah menambal 206 kerentanan keamanan, banyak di antaranya berstatus kritis atau parah, dengan risiko mulai dari privilege escalation, remote code execution, information disclosure, hingga spoofing.

Salah satu yang paling serius adalah CVE-2026-45657, sebuah kerentanan remote code execution di level kernel dengan skor ancaman 9,8. Dalam blog post dari Mei, Microsoft mengatakan AI mempercepat penemuan celah keamanan, sehingga baik peneliti defensif maupun penyerang bisa menjalankan penetration testing dalam skala yang jauh lebih besar.

Masih ada perubahan lain yang sedang disiapkan untuk build publik berikutnya. Neowin menyebut pengguna nantinya bisa menambah atau menghapus setiap bagian Start Menu, bahkan menonaktifkan semuanya sampai yang tersisa hanya pemberitahuan bahwa seluruh bagian Start telah dimatikan.

Berita Terkait

Back to top button