
TRIMUI menyiapkan dua penerus sekaligus untuk lini Brick, dan pendekatannya sangat berbeda. Satu model ditujukan untuk pembeli yang mengejar harga serendah mungkin, sementara model lain membidik segmen premium dengan Android dan performa jauh lebih tinggi.
Langkah ini penting karena pasar handheld retro biasanya dipenuhi perangkat dengan kompromi besar di sisi tenaga atau material. Kini TRIMUI justru memecah lini Brick menjadi dua kubu yang jelas: Linux hemat biaya lewat Brick Pro dan Android kelas atas lewat Brick Hammer Pro U.
TRIMUI sudah menayangkan video produk resmi untuk kedua perangkat tersebut. Namun, perusahaan belum mengungkap harga maupun jadwal ketersediaannya.
Dua arah, dua kelas
Brick Pro hadir sebagai opsi Linux yang tampaknya tetap menjaga formula murah. Perangkat ini masih memakai chip Allwinner A133P dengan clock 1.8GHz, menandakan fokusnya bukan pada lonjakan performa besar.
Di sisi lain, Brick Hammer Pro U membawa perubahan yang jauh lebih agresif. Model ini menggunakan Qualcomm Snapdragon G2 Gen 1 dan meninggalkan pola chipset kelas bawah yang umum di handheld vertikal sejenis.
Bodi Hammer Pro U juga menjadi pembeda utama. TRIMUI membekalinya dengan konstruksi aluminium CNC, menegaskan posisinya sebagai varian premium di atas Brick Pro.
Performa yang lebih serius di Brick Hammer Pro U
Snapdragon G2 Gen 1 di Hammer Pro U memakai konfigurasi delapan inti Kryo. Susunannya terdiri dari empat inti performa Cortex-A78 di 2.4GHz dan empat inti efisiensi Cortex-A55 di 1.95GHz.
Untuk grafis, chip ini dipasangkan dengan Adreno A21 hingga 940MHz. Dalam gambaran performa, posisinya disebut berada di kisaran Snapdragon 778G.
Implikasinya cukup besar untuk perangkat bergaya Game Boy ini. Hammer Pro U tidak lagi hanya cocok untuk emulasi GBA dan PS1, tetapi juga dinilai memiliki tenaga memadai untuk N64, Dreamcast, serta sebagian cukup besar katalog GameCube dan PlayStation 2.
Meski begitu, hasil emulasi tetap bergantung pada emulator, game, dan pengaturan yang dipakai. Jadi kemampuan nyatanya bisa berbeda antar judul.
Layar, kontrol, dan fitur output video
Hammer Pro U membawa layar IPS LCD 3,95 inci dengan refresh rate 60Hz. Resolusinya 1.024 x 768, sama-sama mengarah ke format yang cocok untuk berbagai sistem retro.
Port USB-C pada model ini mendukung DP-Alt Mode. Fitur itu memungkinkan output video langsung ke layar eksternal hingga 1920 x 1080 pada 60Hz.
TRIMUI juga menambahkan gyroscope 6-axis untuk game yang mengandalkan gerakan. Selain itu, ada dua joystick hall-effect dan switch ALPS untuk kontrol.
Pilihan warna Hammer Pro U mencakup hitam, abu-abu, dan silver. Kombinasi material premium dan fitur modern membuatnya menonjol dibanding handheld vertikal yang biasanya lebih sederhana.
Ada pula detail spesifikasi tambahan yang beredar dari Reddit user costlyclick, meski tidak disebut sebagai sumber resmi. Menurut informasi itu, Hammer Pro U akan membawa RAM 6GB, penyimpanan internal 128GB, Wi-Fi 5, dan Bluetooth 5.1.
Brick Pro tetap sederhana untuk mengejar harga rendah
Jika Hammer Pro U mengejar performa, Brick Pro justru tampak dirancang untuk menekan biaya. TRIMUI mempertahankan platform Linux dan chip Allwinner A133P, sehingga ekspektasi performanya tetap berada di kelas bawah.
Perusahaan tidak mengumbar spesifikasi lengkap untuk Brick Pro. Namun, informasi yang beredar dari sumber Reddit yang sama menyebut perangkat ini memakai GPU PowerVR GE8300.
Layar Brick Pro disebut memiliki spesifikasi yang sama dengan saudaranya yang lebih mahal. Itu berarti panel 3,95 inci 60Hz dengan resolusi 1.024 x 768.
Pada sisi memori dan penyimpanan, Brick Pro dilaporkan hanya membawa RAM 1GB dan storage 8GB. Port USB-C-nya juga disebut masih USB 2.0, dengan konektivitas Wi-Fi 4 dan Bluetooth 4.2.
Pilihan warna Brick Pro mencakup hitam, putih, dan abu-abu. Dari kombinasi komponen itu, perangkat ini terlihat diarahkan ke segmen ultra-budget ketimbang menjadi peningkatan besar dari sisi spesifikasi.
Posisi lini Brick setelah model tahun lalu
Lini ini memang sudah lama diperkirakan akan mendapat penerus setelah TRIMUI Brick generasi sebelumnya mendapat respons baik. Namun, kemunculan dua model sekaligus menunjukkan bahwa TRIMUI tidak sekadar membuat penyegaran biasa.
Perbedaan antara keduanya juga bukan hanya soal sistem operasi. Brick Pro mempertahankan pendekatan praktis dan murah, sedangkan Brick Hammer Pro U masuk ke wilayah handheld vertikal yang lebih bertenaga dan lebih mewah.
Untuk saat ini, pertanyaan terbesarnya ada pada harga. TRIMUI belum membuka banderol maupun ketersediaan, tetapi kehadiran trailer peluncuran resmi menandakan tahap pemesanan tampaknya tidak akan terlalu lama lagi dibuka.
Source: www.androidauthority.com








