Pembaruan Siri di iOS 27 membawa jawaban singkat yang paling jujur: ya, Siri memang lebih baik, tetapi belum sepenuhnya konsisten. Perbaikan terbesar terasa pada kemampuan memahami konteks, namun sejumlah fitur baru masih dibatasi perangkat dan belum selalu bekerja mulus.
Bagi pengguna yang selama ini frustrasi karena harus mengulang perintah atau menjelaskan hal yang sama berulang kali, iOS 27 menawarkan kemajuan yang nyata. Masalahnya, peningkatan itu tidak datang merata untuk semua pengguna dan belum cukup untuk menutup semua kelemahan lama Siri.
Perubahan yang paling terasa
Lompatan utama Siri di iOS 27 ada pada pemahaman konteks percakapan. Siri kini bisa mengingat informasi dari interaksi sebelumnya, lalu memakainya untuk menjawab pertanyaan lanjutan dengan lebih relevan.
Dalam praktiknya, pengguna bisa menanyakan hal seperti waktu rapat yang disebut sehari sebelumnya, lalu Siri mengambil detail dari percakapan atau pengingat yang sudah ada. Fitur ini juga meluas ke obrolan grup, sehingga Siri dapat membantu menjadwalkan acara atau mengenali topik yang dibahas peserta.
Perubahan ini membuat interaksi terasa lebih alami karena pengguna tidak harus terus mengulang detail yang sama. Dibanding versi di iOS 26, pendekatan ini membuat Siri lebih dekat ke asisten digital yang benar-benar memahami alur percakapan.
Namun, hasilnya sangat bergantung pada izin yang diberikan pengguna. Semakin banyak data kontekstual yang bisa diakses Siri, semakin personal hasilnya, dan di titik itu isu privasi serta keamanan data ikut menjadi perhatian.
Lebih pintar untuk pertanyaan umum
iOS 27 juga meningkatkan kemampuan Siri saat menangani pertanyaan pengetahuan umum. Untuk topik seperti fakta sejarah, penjelasan sains, atau pembaruan real-time, jawaban yang diberikan disebut lebih akurat dan lebih rinci.
Peningkatan ini membuat Siri lebih berguna untuk kebutuhan harian. Saat ditanya soal nilai gizi sebuah makanan, misalnya, Siri tidak hanya memberi jawaban dasar, tetapi juga bisa menambahkan konteks seperti tips kesehatan atau opsi makanan alternatif.
Model jawaban berlapis seperti ini memperluas peran Siri dari sekadar pemicu perintah menjadi alat bantu informasi. Meski begitu, performanya masih belum stabil untuk bidang yang sangat khusus atau teknis, area yang masih menjadi titik lemah dibanding pesaing seperti Google Assistant.
Fitur baru yang ambisius
Apple juga memperluas fungsi Siri lewat sejumlah fitur baru di iOS 27. Siri kini dapat menjalankan tugas yang lebih kompleks, termasuk mengisi formulir menggunakan data pribadi yang tersimpan seperti informasi SIM atau paspor.
Integrasi dengan aplikasi juga ditingkatkan. Perintah suara kini bisa dipakai untuk melampirkan file di Mail, menjadwalkan acara di Calendar, atau membuat catatan di aplikasi pihak ketiga.
Tambahan lain yang cukup menonjol adalah pemindaian objek berbasis kamera. Siri dapat memindai makanan atau benda untuk mengidentifikasi objek atau menampilkan informasi nutrisi.
Di atas kertas, ini menunjukkan arah pengembangan Siri yang jauh lebih luas. Dalam penggunaan nyata, sebagian fitur itu masih belum stabil dan belum selalu bisa diandalkan.
Masih ada banyak celah
Fitur pemindaian visual menjadi salah satu contoh yang belum matang. Pengenalan makanan atau objek kadang gagal atau menghasilkan data yang kurang akurat, sehingga nilai gunanya untuk penggunaan harian masih terbatas.
Eksekusi tugas lanjutan juga belum selalu mulus. Saat dihadapkan pada skenario yang lebih rumit, Siri masih bisa gagal menyelesaikan proses dan akhirnya tetap membutuhkan campur tangan manual dari pengguna.
Masalah serupa terlihat pada aksi di dalam aplikasi. Kemampuan Siri untuk membuat board di Freeform atau menambahkan halaman ke dokumen disebut masih tidak konsisten, sehingga pengalaman pengguna belum sepenuhnya mulus dari awal sampai akhir.
Personalisasi suara, tapi tidak untuk semua orang
Salah satu tambahan yang paling menarik di iOS 27 adalah suara generatif berbasis AI. Fitur ini memungkinkan pengguna menyesuaikan nada, pitch, dan kecepatan bicara Siri agar terdengar lebih natural dan sesuai preferensi masing-masing.
Tetapi fitur itu tidak tersedia untuk semua perangkat. Apple membatasinya pada perangkat dengan RAM lebih tinggi, yakni 12GB atau lebih, yang berarti banyak pengguna, termasuk pemilik perangkat yang masih tergolong baru, tidak bisa mengaksesnya.
Pembatasan berbasis perangkat keras ini menciptakan pengalaman yang terfragmentasi. Di satu sisi, personalisasi suara membuat Siri terasa lebih modern, tetapi di sisi lain, akses yang terbatas menimbulkan pertanyaan soal inklusivitas di ekosistem Apple.
Jawaban akhirnya: lebih baik, tapi belum tuntas
Secara keseluruhan, iOS 27 membawa kemajuan yang jelas untuk Siri, terutama dalam pemahaman konteks dan penanganan pertanyaan umum. Bagi pengguna dengan perangkat yang kompatibel, Siri kini terasa lebih intuitif, lebih relevan, dan lebih berguna dibanding versi di iOS 26.
Namun, peningkatan itu datang bersama catatan penting. Beberapa fitur masih terasa setengah jadi, performa belum selalu konsisten, dan sebagian kemampuan baru hanya tersedia di perangkat kelas atas.
Itu sebabnya jawaban paling realistis untuk pertanyaan apakah Siri baru di iOS 27 benar-benar lebih baik adalah: ya, tetapi belum sepenuhnya memenuhi semua janji besarnya. Siri bergerak ke arah yang benar, hanya saja langkahnya masih belum seragam di seluruh pengalaman pengguna Apple.
Source: www.geeky-gadgets.com