Langkah pertama GPD ke pasar mini PC langsung mencuri perhatian karena tidak datang dengan pendekatan setengah-setengah. GPD BOX hadir sebagai perangkat ringkas yang menggabungkan prosesor Intel Core Ultra X7 358H, GPU terintegrasi Intel Arc B390, dan catu daya GaN 160W yang sudah menyatu di dalam bodi.
Kombinasi itu membuat GPD BOX menonjol di tengah pasar mini PC yang biasanya masih mengandalkan adaptor daya eksternal. Bagi banyak pengguna, desain ini bukan sekadar soal estetika, tetapi juga soal meja kerja yang lebih rapi dan ruang yang dipakai jauh lebih efisien.
Salah satu daya tarik utamanya ada pada upaya GPD menyeimbangkan performa desktop kecil dengan kepraktisan penggunaan harian. ETA Prime menyoroti bahwa perangkat ini dirancang untuk menangani multitasking, pekerjaan produktivitas, hingga gaming kasual tanpa harus mengorbankan ukuran fisik.
Bentuknya dibuat minimalis dan jejak ruangnya kecil, sehingga mudah ditempatkan di meja kerja modern. GPD juga menyiapkan opsi dudukan vertikal untuk memberi fleksibilitas tambahan dalam penempatan perangkat.
Fokus pada performa, bukan hanya ukuran
Di dalam bodi mungil itu, GPD BOX memakai Intel Core Ultra X7 358H dari keluarga Panther Lake 18A. Chip ini membawa konfigurasi 16 core dan 16 thread, yang diarahkan untuk beban kerja produktivitas, multitasking, dan hiburan.
Prosesor tersebut dipasangkan dengan Intel Arc B390 iGPU yang memiliki 12 XE3 core dan kecepatan clock hingga 2500 MHz. Konfigurasi ini memberi fondasi grafis yang cukup kuat untuk kelas mini PC, terutama bagi pengguna yang ingin satu perangkat untuk kerja dan bermain.
GPD BOX juga membawa RAM LPDDR5X 32GB dengan kecepatan 8.533 MT/s. Untuk penyimpanan, perangkat ini mendukung drive M.2 2280 dan unit yang dibahas sudah dilengkapi SSD 1TB bawaan.
Windows 11 sudah terpasang sejak awal, sehingga perangkat siap dipakai untuk skenario kerja maupun hiburan tanpa instalasi sistem tambahan. Paket spesifikasi ini menempatkan GPD BOX sebagai mini PC yang tidak hanya mengejar bentuk ringkas, tetapi juga kemampuan komputasi yang serius.
Konektivitas jadi nilai jual besar
Alasan lain perangkat ini menarik perhatian ada pada pilihan port yang sangat lengkap. Di panel depan tersedia dua USB4 V2 dengan kecepatan transfer hingga 80 Gbps, dua USB 3.2, jack audio 3,5 mm, serta tombol daya dengan sensor sidik jari terintegrasi.
Panel belakang menambah dua USB 3.2 lagi untuk periferal tambahan. GPD juga menyertakan HDMI ukuran penuh dan DisplayPort, sehingga perangkat dapat dipakai untuk pengaturan dual-monitor yang penting bagi produktivitas.
Untuk jaringan kabel, tersedia dua port 2.5Gb Ethernet. Di sisi nirkabel, GPD BOX mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.2, memberi fleksibilitas untuk koneksi internet cepat dan aksesori tanpa kabel.
Susunan ini membuat GPD BOX relevan untuk banyak jenis pengguna. Pengguna rumahan, pekerja profesional, hingga gamer yang membutuhkan koneksi stabil sama-sama mendapat opsi yang cukup lengkap sejak awal.
Benchmark dan gaming ikut diperhitungkan
Dalam pengujian performa, perangkat ini mencatat skor Geekbench 6 sebesar 2.873 untuk single-core dan 16.709 untuk multi-core. Hasil itu memperlihatkan kemampuan pemrosesan yang kuat untuk ukuran mini PC.
Pada Cinebench R24, performa single-core disebut sangat baik, sementara hasil multi-core tetap kompetitif untuk beban kerja kreatif dan profesional. Di 3DMark Time Spy, Intel Arc B390 iGPU juga disebut mampu melampaui banyak pesaing di kelasnya.
Untuk gaming, GPD BOX disebut dapat menjalankan game di resolusi 1440p dengan bantuan teknologi XeSS frame generation. Judul seperti Cyberpunk 2077, Red Dead Redemption 2, dan God of War Ragnarök dilaporkan bisa berjalan dengan lancar, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada pengaturan grafis dan optimasi XeSS di masing-masing game.
Posisinya memang bukan pengganti rig gaming kelas atas. Namun, untuk pengguna yang mencari mesin kecil dengan kemampuan gaming menengah yang tetap praktis, perangkat ini menawarkan kombinasi yang sulit diabaikan.
Efisien daya dan tetap dingin
GPD juga tampak memperhatikan efisiensi, bukan hanya performa puncak. Saat idle, konsumsi dayanya disebut hanya 8W, sementara saat gaming rata-rata berada di sekitar 72W.
Sistem pendinginnya dirancang agar suhu tetap terjaga selama beban berat. Suhu rata-rata saat gaming berada di 67 derajat Celsius, dengan puncak mencapai 82 derajat Celsius saat beban tinggi.
Angka itu menunjukkan perangkat masih mampu menjaga kestabilan kerja dalam sesi penggunaan panjang. Bagi mini PC, manajemen panas seperti ini penting karena ruang internal jauh lebih terbatas dibanding desktop konvensional.
Bisa diatur, bisa ditingkatkan
Nilai tambah berikutnya ada pada sisi kustomisasi. GPD menyediakan GPD Tool, sebuah utilitas yang memungkinkan pengguna menyesuaikan TDP, mode kipas, dan clock iGPU sesuai kebutuhan.
Pendekatan ini memberi ruang bagi pengguna untuk memilih profil yang lebih hemat daya atau lebih agresif untuk performa. Fleksibilitas semacam ini biasanya dicari oleh pengguna tingkat lanjut yang ingin mengoptimalkan perangkat sesuai skenario kerja.
GPD BOX juga mendukung external GPU melalui USB4 V2 dan port MCIO. Dukungan ini membuka peluang penggunaan dock seperti G2 bagi pengguna yang memerlukan tenaga grafis tambahan untuk editing video atau gaming yang lebih berat.
Masuknya GPD ke kategori mini PC lewat perangkat seperti ini menunjukkan ambisi yang jelas. GPD BOX tidak hanya mengandalkan nama besar prosesor terbaru Intel, tetapi juga mencoba menjawab kebutuhan nyata pengguna modern: perangkat kecil, konektivitas lengkap, meja kerja rapi, dan performa yang tetap bisa diandalkan untuk kerja maupun hiburan.
