OPPO Siapkan HP Baterai 10.000 mAh Rp4 Jutaan, Kelas Menengah Bisa Ikut Naik Level

Author: Qoo Media

OPPO dikabarkan sedang menyiapkan ponsel kelas menengah dengan baterai tipikal 10.000 mAh. Perangkat ini disebut akan masuk lini A Series, sehingga sorotannya bukan hanya pada kapasitas daya besar, tetapi juga pada upaya membawa fitur ekstrem ke segmen yang lebih terjangkau.

Kabar ini menarik karena OPPO sebelumnya sudah mendorong kapasitas baterai besar di A Series melalui model seperti OPPO A6 Pro 5G yang membawa baterai 7.000 mAh. Jika perangkat baru ini benar hadir dengan kapasitas tipikal 10.000 mAh, persaingan ponsel kelas menengah akan bergerak ke level baru.

Informasi yang beredar menyebut ponsel tersebut membawa baterai berkapasitas 9.700 mAh dengan kapasitas tipikal mencapai 10.000 mAh. Harga yang diperkirakan berada di kisaran Rp4,5 jutaan membuat perangkat ini disebut bukan sebagai ponsel flagship, melainkan kandidat kuat untuk kelas menengah.

Di luar baterai jumbo, perangkat ini juga disebut memakai chipset 4 nm dan layar LTPS datar beresolusi 1,5K. Kombinasi itu menunjukkan OPPO tidak hanya menonjolkan daya tahan baterai, tetapi juga tetap menjaga aspek performa dan kualitas layar.

Ada pula kabar bahwa OPPO membekali ponsel ini dengan material high-polymer tahan benturan. Struktur yang disebut sebagai “diamond architecture” juga dikabarkan digunakan untuk meningkatkan ketahanan saat perangkat terjatuh.

Dorong tren baterai besar di kelas menengah

Langkah ini sejalan dengan arah pengembangan A Series yang belakangan menonjolkan baterai besar dan durabilitas. Beberapa model terbaru OPPO A Series bahkan sudah mengusung baterai 6.500 mAh hingga 7.000 mAh, lengkap dengan pengisian cepat dan perlindungan terhadap air serta debu.

OPPO A6c, misalnya, hadir dengan baterai 7.000 mAh, penyimpanan UFS 2.2, dan layar 120Hz. OPPO A6 juga membawa baterai 7.000 mAh, pengisian 45W SUPERVOOC, layar 120Hz, Snapdragon 685, serta rating IP69.

Model lain seperti OPPO A6x memakai baterai 6.500 mAh, layar 120Hz, Snapdragon 685, dan IP64. Sementara itu, OPPO A6s disebut menawarkan baterai 7.000 mAh, 85W SUPERVOOC, fitur fotografi dalam air dengan IP69, serta klaim performa anti lag hingga lima tahun.

Pada varian yang lebih tinggi, OPPO A6 Pro 5G dan OPPO A6 Pro sama-sama dibekali baterai 7.000 mAh dan pengisian cepat 80W SUPERVOOC. Keduanya juga disebut memiliki sertifikasi IP69, IP68, IP66 serta ketahanan benturan kelas militer.

OPPO A6t Pro 5G ikut memperkuat pola ini dengan baterai 7.000 mAh, pengisian 80W SUPERVOOC, dan perlindungan IP69, IP68, IP66. Sedangkan OPPO A6t Pro menggabungkan baterai 7.000 mAh, 45W SUPERVOOC, Snapdragon 685, dan perlindungan air serta debu di level yang sama.

Bersaing dengan merek yang lebih dulu melangkah

Rumor soal OPPO menyiapkan baterai 10.000 mAh sebenarnya bukan kabar baru. Pada akhir 2025, sudah muncul laporan mengenai baterai single-cell dengan kapasitas hampir 10.000 mAh yang dikaitkan dengan OPPO.

Di pasar yang lebih luas, sejumlah merek lain disebut sudah lebih dulu merilis smartphone dengan baterai 10.000 mAh. Nama seperti Realme dan Honor menjadi contoh bahwa perlombaan kapasitas baterai besar kini tidak lagi terbatas pada perangkat khusus atau segmen tertentu.

Kehadiran OPPO di area ini bisa menjadi sinyal bahwa baterai 10.000 mAh mulai diarahkan ke pasar massal. Terlebih, perangkat yang dibicarakan justru dikaitkan dengan A Series, lini yang identik dengan kelas menengah.

Baterai besar bukan satu-satunya penentu

Meski angka kapasitas terdengar sangat besar, daya tahan pemakaian tetap tidak ditentukan oleh baterai semata. Optimalisasi sistem dan efisiensi hardware tetap menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa lama ponsel bisa bertahan dalam penggunaan nyata.

Karena itu, chipset 4 nm yang disebut akan dipakai menjadi detail yang patut diperhatikan. Semakin efisien komponen inti perangkat, semakin besar peluang baterai 10.000 mAh memberi dampak nyata pada durasi pemakaian harian.

Jika kabar ini mengarah pada produk final, OPPO berpotensi memperluas definisi ponsel kelas menengah. Fokusnya tidak hanya pada harga dan spesifikasi dasar, tetapi juga pada baterai ekstra besar, pengisian cepat, layar tajam, dan ketahanan bodi yang lebih serius.

Persaingan di segmen ini pun bisa semakin ketat karena OPPO sudah punya fondasi kuat lewat A Series yang lebih dulu memakai baterai 6.500 mAh sampai 7.000 mAh. Dengan lompatan ke 10.000 mAh, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada seberapa jauh OPPO mampu menyeimbangkan kapasitas besar dengan desain, bobot, dan efisiensi perangkat.

Terbaru