Samsung mulai menutup jarak fitur AI antara Galaxy S25 dan Galaxy S26 lewat pembaruan Juni. Update ini membawa tiga kemampuan baru yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir di lini S26, sekaligus membuat ponsel flagship 2025 itu semakin lengkap dari sisi Galaxy AI.
Tambahan paling menonjol ada pada pengelolaan notifikasi dan ringkasan dokumen. Bagi pengguna yang sering dibanjiri alert, pesan, dan file kerja, trio fitur baru ini berpotensi langsung terasa manfaatnya dalam pemakaian harian.
Pembaruan tersebut hadir lewat firmware ZF1 untuk Galaxy S25. Selain menaikkan patch keamanan ke Juni 2026, Samsung juga menambahkan Prioritize notifications, Summarize notifications, dan File Summaries.
Dua fitur pertama fokus pada notifikasi yang sering menjadi sumber gangguan di ponsel. Sementara satu fitur lain dirancang untuk membantu pengguna memahami isi dokumen dengan lebih cepat tanpa harus membaca keseluruhan file dari awal.
Tiga fitur AI baru untuk Galaxy S25
Prioritize notifications bekerja dengan menempatkan notifikasi berdasarkan tingkat kepentingannya. Sistem AI di ponsel akan menilai prioritas notifikasi dari isi kontennya agar pengguna tidak melewatkan informasi yang dianggap penting.
Jenis notifikasi yang dapat diprioritaskan mencakup pesan yang sensitif terhadap waktu, pengingat, atau percakapan penting. Samsung juga menekankan bahwa seluruh konten diproses secara lokal di perangkat, sehingga tidak menambah risiko privasi maupun keamanan.
Ada satu syarat penting untuk fitur ini. Prioritize notifications hanya berfungsi jika bahasa notifikasi sama dengan bahasa yang digunakan pada ponsel.
Fitur berikutnya adalah Summarize notifications. Kemampuan ini memakai AI untuk merangkum alur notifikasi atau thread notifikasi agar pengguna bisa cepat memahami inti pembaruan yang masuk.
Fungsi ini relevan untuk pengguna yang menerima banyak notifikasi setiap hari. Dengan ringkasan otomatis, tampilan notifikasi bisa terasa lebih rapi dan pengguna lebih mudah mengikuti hal-hal yang benar-benar perlu diperhatikan.
File Summaries membawa fungsi AI ke dokumen yang tersimpan di perangkat. Fitur ini dapat membuat gambaran singkat isi PDF dan file teks di Galaxy S25.
Kegunaannya cukup jelas untuk dokumen berukuran besar. Pengguna bisa memperoleh pemahaman awal mengenai isi file tanpa harus menelusuri seluruh halaman secara manual.
Membuat Galaxy S25 makin dekat ke Galaxy S26
Sebelumnya, Samsung sudah menggulirkan One UI 8.5 untuk Galaxy S25 dan flagship Galaxy lain pada Mei. Update itu sudah membawa beberapa fitur Galaxy AI yang pertama kali debut di seri Galaxy S26, tetapi masih menyisakan sejumlah kemampuan AI yang belum ikut hadir.
Pembaruan Juni ini menjadi langkah lanjutan untuk menutup kekurangan tersebut. Dengan masuknya tiga fitur baru ini, keluarga Galaxy S25 kini memperoleh hampir semua fitur AI yang sama dengan Galaxy S26.
Perubahan ini penting karena menandakan Samsung tidak membatasi sejumlah fitur AI utama hanya untuk model yang lebih baru. Bagi pemilik Galaxy S25, update ini memperpanjang relevansi perangkat tanpa harus berganti ke generasi berikutnya hanya demi fungsi perangkat lunak tertentu.
Meski begitu, kesenjangan antargenerasi belum tentu berhenti di sini. Samsung disebut sedang menguji One UI 9 berbasis Android 17 dalam beta publik terbatas untuk seri Galaxy S26, dan kondisi itu berpotensi kembali memperlebar jarak fitur pada tahap selanjutnya.
Ketersediaan update
Untuk saat ini, pembaruan Juni 2026 untuk Galaxy S25 mulai digulirkan di Korea Selatan. Peluncuran yang lebih luas diperkirakan menyusul dalam beberapa hari ke depan.
Fitur Galaxy AI yang sama juga disebut berpotensi meluas ke Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7. Alasannya, kedua perangkat lipat tersebut berbagi perangkat keras yang sama dengan Galaxy S25.
Jika ekspansi itu benar-benar terjadi, Samsung akan memperluas pengalaman AI yang serupa ke lebih banyak perangkat flagship dalam ekosistemnya. Langkah ini juga menunjukkan bahwa strategi AI Samsung semakin bergantung pada kombinasi pembaruan perangkat lunak dan kesamaan platform hardware antarmodel.
