Vivo X300 Ultra Pilih Kamera 35mm, Arah Baru Flagship yang Bisa Mengusik Dominasi 24mm

Vivo mengambil langkah yang tidak lazim di kelas flagship lewat X300 Ultra. Di saat banyak ponsel premium masih bertumpu pada kamera utama 23mm atau 24mm, perangkat ini justru memilih lensa 35mm sebagai kamera utama.

Pilihan itu membuat Vivo X300 Ultra langsung menonjol karena membawa pendekatan yang lebih dekat ke preferensi fotografer profesional dan penggemar street photography. Perspektif 35mm dinilai lebih natural dan memberi ruang komposisi yang lebih artistik dibanding sudut pandang lebar yang umum dipakai smartphone flagship.

Vivo resmi membawa Vivo X300 Ultra ke Indonesia mulai 12 Mei melalui toko resmi dan mitra penjualan. Kehadirannya menambah panas persaingan smartphone kelas atas, tetapi sorotan terbesarnya justru datang dari perubahan filosofi sistem kamera.

Kamera utama Vivo X300 Ultra memakai sensor 1/1.2 inci dengan aperture f/1.9. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan foto yang detail, tajam, dan mampu memberi efek bokeh alami tanpa terlalu bergantung pada pemrosesan berlebihan.

Perubahan arah ini terbilang berani karena pasar smartphone selama ini lebih akrab dengan kamera utama yang sangat lebar. Namun justru pergeseran ke 35mm itu menjadi pembeda paling kuat dari X300 Ultra.

Susunan kamera yang tidak biasa

Vivo tidak hanya mengandalkan kamera utama 35mm. X300 Ultra juga dibekali kamera ultrawide 14mm yang hadir dengan pendekatan berbeda dari kebanyakan flagship.

Pada banyak ponsel, kamera ultrawide sering menjadi pelengkap dengan sensor kecil dan kualitas yang lebih terbatas. Di X300 Ultra, lensa 14mm ini memakai sensor 1/1.28 inci dengan aperture f/2.

Hasilnya, foto lanskap dan pemandangan malam disebut mampu menampilkan detail yang kaya dengan rentang dinamis yang lebih baik. Ketajaman di area tengah juga disebut sangat baik, sementara penurunan detail di sisi tepi tetap minim untuk ukuran lensa ultrawide.

Fleksibilitas kamera 14mm ini juga menjadi nilai tambah. Pengguna dapat melakukan cropping atau digital zoom untuk memperoleh perspektif 23mm maupun 28mm tanpa kehilangan kualitas secara signifikan.

Di sisi lain, Vivo melengkapi perangkat ini dengan kamera telefoto 85mm. Lensa tersebut menggunakan sensor 1/1.4 inci dan aperture f/2.7.

Konfigurasi ini dinilai cocok untuk fotografi potret karena mampu menghasilkan pemisahan subjek dan latar belakang secara alami. Pengguna juga dapat melakukan pembesaran hingga 135mm untuk menangkap detail yang lebih dekat.

Mendekati pengalaman kamera profesional

Salah satu daya tarik tambahan Vivo X300 Ultra adalah aksesori telefoto extender generasi kedua. Aksesori ini memungkinkan pembesaran hingga ekuivalen 400mm.

Kemampuan itu membuat X300 Ultra terasa makin dekat dengan kamera profesional saat dipakai memotret objek yang jauh. Pengguna bisa mengarahkannya untuk kebutuhan seperti satwa liar atau olahraga dalam kondisi pencahayaan yang baik.

Pada kondisi minim cahaya, kualitas gambar disebut sedikit menurun saat memakai jangkauan telefoto yang sangat jauh. Meski begitu, hasil foto tetap terlihat tajam dan kaya detail ketika cahaya mendukung.

Kombinasi 14mm, 35mm, dan 85mm membuat X300 Ultra tampil berbeda dari susunan kamera flagship pada umumnya. Rentang fokus ini memberi cakupan yang luas, dari lanskap, arsitektur, dan aktivitas sehari-hari, hingga portrait dan fotografi jarak jauh.

Vivo juga menyiapkan shooting grip untuk melengkapi pengalaman memotret. Saat dipadukan dengan teleconverter, perangkat ini bahkan disebut terasa lebih mirip kamera profesional ketimbang ponsel biasa.

Kolaborasi Zeiss dan mode street photography

Vivo menyebut konsistensi kualitas gambar menjadi salah satu kekuatan utama X300 Ultra. Perpindahan dari lensa ultrawide 14mm ke kamera utama 35mm lalu telefoto 85mm dirancang tetap mulus dengan karakter warna yang seragam.

Aspek ini diperkuat lewat kolaborasi dengan Zeiss. Kerja sama tersebut menghadirkan sejumlah profil warna seperti Jelas, Halus, dan Alami.

Vivo juga menaruh perhatian khusus pada street photography lewat mode Street Photography yang sebelumnya dikenal sebagai Humanistic Mode. Mode ini kini tampil lebih matang dengan pilihan simulasi film bernuansa hangat, dingin, hingga klasik.

Pendekatan ini memberi hasil foto yang terasa lebih autentik. Mode tersebut juga disebut mengurangi campur tangan AI yang berlebihan sehingga gambar terlihat lebih natural dibanding mode foto standar.

Di bagian depan, Vivo X300 Ultra membawa kamera selfie 50MP. Kamera depan ini memiliki sudut pandang sekitar 24mm dan ditujukan untuk menghasilkan foto selfie beresolusi tinggi dengan detail yang baik.

Pada akhirnya, Vivo X300 Ultra hadir bukan hanya sebagai smartphone dengan spesifikasi tinggi, tetapi sebagai perangkat yang mencoba menggeser kebiasaan lama di fotografi mobile. Dengan kamera utama 35mm sebagai pusat sistem, Vivo membuka kemungkinan arah baru bagi tren kamera smartphone flagship.

Terkait