HP OmniBook Ultra 14 terbaru tampil sebagai penerus yang paling mendekati sempurna untuk lini Spectre, terutama dari sisi desain dan performa. Namun, perubahan keyboard dan absennya port USB-A membuat laptop ini belum sepenuhnya menyamai standar kenyamanan yang dulu identik dengan seri premium HP.
HP memperkenalkan keluarga OmniBook pada 2024 untuk menggantikan lini flagship Spectre di kelas laptop prosumer dan convertible. Model OmniBook Ultra 14 generasi awal masih membawa sejumlah elemen desain Spectre, termasuk sudut “diamond-cut”, tetapi model 2026 akhirnya terasa lebih mandiri dengan identitas visual yang lebih kuat.
Desain yang lebih matang, karakter yang lebih jelas
Pada model terbaru, HP tampak berhasil memisahkan OmniBook dari bayang-bayang Spectre. Perangkat ini disebut sudah tepat dalam aspek tampilan dan performa, dengan desain yang kini terasa orisinal dan layak berdiri sendiri.
Meski begitu, ada beberapa elemen dari keluarga Spectre lama yang belum bisa ditandingi. Artinya, HP sudah bergerak ke arah yang benar, tetapi transisi dari warisan desain lama masih menyisakan kompromi di sisi pengalaman harian.
Keyboard jadi titik paling kontroversial
Perubahan terbesar ada pada keyboard. HP mengganti tata letak chiclet pada OmniBook Ultra 14 2024 menjadi layout beveled di model 2026, dan hasilnya tidak sepenuhnya positif.
Masalah utamanya ada pada rasa tekan tombol yang kini terasa lebih empuk dan lebih dangkal. Dibanding generasi sebelumnya, pengalaman mengetik dinilai kurang memuaskan, terutama karena seri Spectre dan EliteBook selama ini justru dikenal memiliki keyboard yang sangat baik.
Perubahan ini membuat keyboard OmniBook Ultra 14 terasa seperti langkah mundur di salah satu area paling penting untuk laptop premium. Bagi pengguna yang sering mengetik, bagian ini bisa menjadi faktor penentu sebelum membeli.
Port lawas mulai menghilang
Kekurangan lain datang dari sisi konektivitas fisik. OmniBook Ultra 14 terbaru tidak memiliki port USB-A terintegrasi, dan ini menjadi yang pertama di keluarga OmniBook.
Kondisi itu cukup mencolok karena bahkan OmniBook X yang lebih ringan dan lebih tipis masih menyediakan port USB-A. Jika tren ini berlanjut, pengguna yang masih mengandalkan perangkat lama mungkin harus memakai adaptor USB-C untuk aktivitas harian.
Ada juga kemungkinan HP mengikuti jejak produsen lain dalam mengurangi port lawas pada lini laptop tipis. Notebookcheck bahkan menyebut bahwa jack headset 3,5 mm juga bisa ikut menghilang pada model OmniBook berikutnya, seperti yang sudah dilakukan Lenovo pada jajaran Yoga Slim 7 Ultra.
Masih termasuk laptop prosumer terbaik HP
Di luar dua catatan tersebut, OmniBook Ultra 14 tetap masuk kelompok laptop prosumer terbaik di katalog HP. Status itu makin kuat karena perangkat ini juga menawarkan performa yang baik, meski harganya disebut sangat tinggi, yakni di atas $2000.
Posisi tersebut membuat OmniBook Ultra 14 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan laptop premium dengan desain baru dan kemampuan tinggi. Tantangannya ada pada apakah calon pembeli bisa menerima kompromi di keyboard dan port, dua hal yang sangat terasa dalam pemakaian sehari-hari.
Source: www.notebookcheck.net




