Kementerian Sosial menerima hibah lahan seluas 6,3 hektare dari Kementerian Hukum untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Tangerang. Serah terima sertifikat tanah dilakukan di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum, Jakarta, dan menjadi langkah penting untuk memperluas penyediaan fasilitas pendidikan berasrama.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut dukungan itu sangat berarti karena lahan masih menjadi kendala utama dalam pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di sejumlah daerah. Ia menegaskan bahwa kebutuhan tanah untuk fasilitas pendidikan ini selama ini umumnya dipenuhi oleh pemerintah daerah, baik kabupaten, kota, maupun provinsi.
Dukungan lahan untuk perluasan Sekolah Rakyat
Gus Ipul menilai hibah dari Kementerian Hukum menunjukkan adanya kolaborasi antarkementerian dalam memperkuat program pendidikan. Ia juga menyebut Kementerian Hukum proaktif berkoordinasi dengan Kementerian Sosial sejak awal untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menurut Gus Ipul, penambahan dukungan dari kementerian lain menjadi perkembangan penting karena kebutuhan lahan di Tangerang masih sulit dipenuhi. Karena itu, hibah tanah 6,3 hektare dinilai membuka ruang bagi pembangunan sekolah permanen yang lebih stabil untuk jangka panjang.
Proses hibah dan rencana pemanfaatan aset
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjelaskan bahwa proses penyerahan lahan telah berjalan sejak beberapa waktu lalu hingga sertifikat bisa diserahkan secara resmi. Ia menyebut luas lahan yang dihibahkan mencapai hampir 63 ribu meter persegi atau setara 6,3 hektare.
Supratman menegaskan bahwa lahan itu akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Ia juga menyampaikan harapan agar hibah tersebut mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul mengungkapkan bahwa Supratman juga berencana menyerahkan lahan dan bangunan milik pribadi di Sulawesi Tengah untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Inisiatif itu dinilai sebagai tambahan dukungan yang bisa memperluas manfaat program di daerah lain.
Perkembangan siswa Sekolah Rakyat
Selain membahas hibah lahan, Gus Ipul turut menyoroti perkembangan siswa Sekolah Rakyat yang telah hampir 11 bulan menjalani pendidikan berasrama. Ia mengatakan para siswa menunjukkan perubahan positif, terutama pada sisi disiplin dan kepercayaan diri.
Sekolah Rakyat dijalankan dengan pola asrama yang memberi pendampingan selama 24 jam. Pada jam sekolah, siswa didampingi guru, sedangkan pada waktu boarding mereka dibimbing wali asuh dan wali asrama agar proses pendidikan berjalan lebih menyeluruh.
Acara serah terima lahan itu juga diisi penampilan siswa dari SRMA 10 Jakarta, SRMA 9 Jakarta, SRMA 13 Bekasi, dan SRMA 33 Tangerang Selatan. Mereka menampilkan silat, pidato empat bahasa, paduan suara, dan pembacaan puisi di hadapan para tamu undangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum Nico Afinta, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Source: www.suara.com






