Baseus merilis PicoGo Air AM71 sebagai powerbank magnetik ultra-tipis dengan bodi 6,9 mm. Format ini langsung menempatkannya di jalur persaingan dengan model tipis lain seperti Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank, terutama untuk pengguna yang ingin baterai cadangan tanpa bentuk yang tebal.
Daya tarik utamanya ada pada kombinasi desain setipis kartu, kapasitas 5.000 mAh, dan fast charging 22,5W. Perangkat ini juga membawa pengisian nirkabel magnetik hingga 15W, sehingga menyasar pengguna yang mengutamakan ringkas tetapi tetap ingin fitur lengkap.
Powerbank tipis bukan lagi sekadar aksesori pelengkap, karena banyak pengguna kini ingin perangkat yang bisa menempel di belakang ponsel tanpa mengganggu genggaman. Baseus memosisikan PicoGo Air untuk kebutuhan itu, dengan pendekatan desain yang menekan ketebalan tanpa menghapus fitur pengisian kabel dan nirkabel.
Dengan bentuk yang sangat ramping, PicoGo Air dapat digunakan sambil tetap menempel pada smartphone dan masih nyaman disimpan di saku. Pendekatan ini penting di segmen powerbank magnetik, karena kenyamanan fisik sering menjadi pembeda utama dibanding kapasitas semata.
Desain tipis jadi nilai jual utama
Baseus menggunakan material aluminium unibody yang dipadukan dengan serat kaca pada PicoGo Air. Sisi perangkat dibuat melengkung agar nyaman digenggam dan tidak mudah menggores permukaan smartphone.
Ketebalan 6,9 mm menjadi spesifikasi yang paling menonjol dari perangkat ini. Angka itu membuatnya terlihat seperti beberapa kartu yang ditumpuk, sehingga lebih mudah dibawa dibanding powerbank konvensional yang cenderung tebal dan berat.
Desain magnetik juga membuat perangkat ini praktis untuk pengguna yang sering bergerak. Powerbank bisa menempel di belakang ponsel tanpa perlu kabel tambahan saat dipakai untuk pengisian nirkabel.
Baseus menyebut perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan sumber daya cadangan tanpa harus membawa perangkat besar. Strategi itu memperjelas bahwa PicoGo Air tidak hanya menjual kapasitas, tetapi juga portabilitas dan kenyamanan pemakaian harian.
Pengisian cepat kabel dan nirkabel
Untuk pengisian melalui kabel, PicoGo Air mendukung output USB-C hingga 22,5W. Sementara input USB-C tercatat di 5V/3A dan 9V/2,2A.
Di sisi nirkabel, Baseus menyematkan dukungan 5W, 7,5W, 10W, hingga 15W. Dukungan ini membuatnya kompatibel untuk iPhone yang mendukung MagSafe maupun perangkat lain yang sesuai dengan standar Qi.
Kapasitas baterainya 5.000 mAh atau 19,4 Wh. Total output perangkat tercatat 5V/3A, cukup untuk skenario isi ulang cepat dalam format bodi yang sangat tipis.
Baseus juga menambahkan Smart Trickle Charge Mode untuk menjaga kesehatan baterai perangkat yang diisi. Saat kapasitas baterai mencapai 80%, sistem otomatis menurunkan daya pengisian agar proses berjalan lebih aman dalam jangka panjang.
Fitur NFC jadi pembeda
Salah satu fitur yang paling membedakan PicoGo Air dari banyak pesaing adalah NFC Battery Monitoring. Pengguna cukup menempelkan smartphone ke powerbank untuk melihat informasi seperti sisa daya baterai, status pengisian, dan kondisi perangkat melalui aplikasi pendamping.
Fitur ini memberi nilai tambah pada perangkat yang secara fisik sangat sederhana. Bagi pengguna yang ingin memantau kondisi powerbank secara cepat tanpa menebak-nebak sisa baterai, NFC menjadi elemen praktis yang jarang ditemui di kelas serupa.
Di tengah pasar powerbank magnetik yang semakin padat, fitur semacam ini bisa menjadi alasan pembelian yang kuat. Baseus tidak hanya mengandalkan bodi tipis, tetapi juga mencoba menambah fungsi pintar yang langsung terasa manfaatnya dalam penggunaan sehari-hari.
Tantangan panas dijawab dengan sistem pendingin
Bodi yang sangat tipis biasanya memunculkan tantangan pada manajemen suhu. Untuk itu, Baseus menyematkan Triple-Loop Cooling Structure yang dipadukan dengan material graphene dan aerogel.
Perusahaan mengklaim sistem ini membantu membuang panas dengan lebih efisien saat pengisian berlangsung. Pendinginan itu bekerja baik ketika perangkat dipakai lewat kabel maupun secara nirkabel.
Baseus juga menambahkan sensor pemantauan suhu pintar yang bekerja secara real-time. Sensor ini dirancang untuk mencegah overheating, yang menjadi salah satu isu penting pada aksesori pengisian daya berdaya tinggi dalam bodi ringkas.
Perlindungan keamanannya juga dibuat berlapis. PicoGo Air dibekali proteksi terhadap overcharge, overdischarge, overvoltage, overpower, overcurrent, korsleting, suhu berlebih, dan gangguan elektromagnetik.
Kompatibilitas dan harga
PicoGo Air kompatibel dengan seri iPhone 12 hingga iPhone 17, AirPods, serta berbagai perangkat lain yang mendukung pengisian daya nirkabel Qi. Cakupan ini membuat perangkat tidak terbatas hanya untuk satu ekosistem, meski pengguna iPhone magnetik jelas menjadi target utamanya.
Untuk saat ini, perangkat tersebut sudah diperkenalkan di China. Harganya sekitar 299 yuan atau setara Rp 680 ribuan, sementara ketersediaannya untuk pasar Indonesia masih belum diumumkan.
Dengan spesifikasi tipis 6,9 mm, pengisian kabel 22,5W, wireless charging hingga 15W, serta NFC Battery Monitoring, Baseus PicoGo Air tampil sebagai penantang serius di segmen powerbank magnetik premium. Kombinasi fitur itu membuat persaingan melawan model ultra-tipis lain, termasuk dari Xiaomi, menjadi semakin menarik untuk diikuti.







