DeepSeek dikabarkan meminta calon investornya membuat komitmen yang tidak biasa: jangan membajak karyawan perusahaan itu. Langkah ini muncul saat persaingan merebut talenta AI makin tajam, bukan hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di China.
Permintaan tersebut menunjukkan bahwa perebutan dominasi AI kini tidak lagi semata soal chip, pusat data, atau algoritma. Di saat model AI makin kuat dan dipandang sebagai kemampuan strategis yang bisa memengaruhi kekuatan ekonomi serta geopolitik, peneliti AI menjadi aset yang dijaga sangat ketat.
Menurut 36Kr, syarat itu disampaikan DeepSeek dalam putaran penggalangan dana perdananya yang bernilai $7.4 billion. Dalam pertemuan virtual selama empat jam dengan calon investor pada Mei, pendiri DeepSeek Liang Wenfeng disebut meminta peserta berjanji tidak merekrut karyawan DeepSeek atau mendorong mereka mendirikan perusahaan sendiri.
Permintaan seperti ini tergolong tidak lazim dalam proses investasi. Namun, langkah itu menggambarkan betapa kerasnya persaingan antarperusahaan teknologi China untuk membangun AI canggih, dan pada akhirnya mengejar artificial general intelligence atau AGI.
Talenta jadi medan perebutan utama
Tekanan untuk mempertahankan peneliti terbaik makin terasa karena DeepSeek sendiri sudah kehilangan sejumlah talenta penting. Luo Fuli, yang disebut sebagai kontributor inti untuk model V3 milik DeepSeek, keluar pada akhir tahun lalu untuk memimpin tim MiMo milik Xiaomi.
Sejak itu, tim MiMo merilis model AI yang disebut melampaui model DeepSeek dalam sejumlah benchmark. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana perpindahan satu peneliti kunci bisa segera memengaruhi posisi kompetitif sebuah perusahaan.
Persaingan serupa juga terlihat di perusahaan besar lain di China. Dalam laporan 36Kr pada Maret, ByteDance disebut kehilangan dua pengembang AI penting yang pindah ke Tencent.
Tencent juga disebut terus memperkuat posisinya lewat investasi baru. The Information melaporkan pekan ini bahwa Tencent menanamkan $20 million ke laboratorium AI baru yang didirikan Juyang Lin, mantan peneliti utama model Qwen milik Alibaba.
Bukan sekadar teknologi biasa
Konteks yang melatarbelakangi langkah DeepSeek jauh lebih besar dari sekadar dinamika perekrutan biasa. Di berbagai negara, AI kini kian sering dipandang bukan hanya sebagai teknologi baru, melainkan kapabilitas strategis yang bisa menentukan pengaruh ekonomi dan geopolitik selama beberapa dekade.
Karena itu, perebutan talenta AI menjadi sangat sensitif. Setiap perusahaan besar ingin memastikan peneliti terbaik bekerja untuk mereka, dan persaingan merekrut peneliti kini sama sengitnya dengan perlombaan membangun teknologinya sendiri.
Contoh terbaru datang dari Amerika Serikat. OpenAI baru-baru ini merekrut seorang peneliti AI senior dari Google, padahal Google baru mempekerjakannya kembali beberapa bulan sebelumnya dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai lebih dari $2 billion.
Kasus itu memperlihatkan bahwa perang talenta tidak mengenal batas negara maupun jenis perusahaan. Nama besar, pendanaan besar, dan akses ke proyek ambisius kini menjadi alat utama untuk menarik peneliti yang jumlahnya sangat terbatas.
Pesan kuat untuk investor
Di tengah situasi tersebut, syarat yang diajukan DeepSeek juga bisa dibaca sebagai pesan tegas kepada investor. Perusahaan tampak ingin memastikan bahwa modal yang masuk tidak berubah menjadi jalur bagi pihak luar untuk mengenali, mendekati, lalu merekrut orang-orang yang membangun teknologi intinya.
Pendekatan itu membedakan DeepSeek dari raksasa AI di Amerika Serikat, yang sejauh ini belum diketahui menerapkan syarat serupa secara terbuka kepada investor. Meski begitu, langkah DeepSeek menegaskan betapa tingginya nilai para peneliti AI di mata perusahaan.
Hal ini juga menunjukkan bahwa investasi AI saat ini bukan hanya soal membiayai riset dan infrastruktur. Bagi banyak perusahaan, menjaga tim peneliti tetap utuh bisa sama pentingnya dengan mendapatkan chip terbaik atau memperluas kapasitas komputasi.
Di titik ini, kompetisi AI bergerak ke arena yang lebih personal dan lebih sulit dipertahankan. Ketika miliaran dolar mengalir ke industri ini, orang-orang yang mampu menciptakan terobosan berikutnya justru bisa menjadi sumber daya paling langka dan paling diperebutkan.
Source: www.indiatoday.in





