Kasus yang menyeret nama Tiyo Ardianto kembali menyorot ancaman yang sering luput dari perhatian: alat pelacak tersembunyi yang bisa dipasang diam-diam pada kendaraan atau barang pribadi. Perangkat semacam ini makin kecil, mudah dipasang, dan sulit dikenali tanpa bantuan teknologi dari ponsel.
Di era digital, GPS tracker tidak hanya dipakai untuk logistik atau keamanan kendaraan. Alat yang sama juga bisa disalahgunakan untuk memantau aktivitas seseorang tanpa izin, sehingga pengguna smartphone perlu tahu cara mendeteksinya sendiri.
Deteksi awal lewat Android
Pengguna Android bisa memulai pengecekan dari menu Settings atau Pengaturan. Setelah itu, masuk ke Safety and Emergency atau Keamanan dan Darurat, lalu cari fitur Unknown Tracker Alerts.
Jika opsi Allow Alerts belum aktif, nyalakan terlebih dulu. Setelah aktif, ponsel akan memberi notifikasi otomatis saat ada perangkat pelacak asing di sekitar pengguna.
Android juga menyediakan Manual Scan untuk memeriksa area sekitar secara langsung. Jika hasilnya menampilkan “No tracker detected”, maka perangkat berada dalam kondisi aman.
Fitur ini berguna saat berada di tempat umum, parkiran, atau lokasi yang berpotensi rawan penyusupan alat kecil seperti GPS tracker. Pemeriksaan mandiri seperti ini memberi lapisan perlindungan awal tanpa perlu alat tambahan.
Langkah yang bisa dilakukan di iPhone
Di iPhone, pengecekan dimulai dari menu Settings. Setelah itu, masuk ke Privacy & Security untuk mengatur fitur yang mendukung deteksi perangkat di sekitar.
Location Services perlu diaktifkan agar pelacakan perangkat sekitar berjalan dengan baik. Find My iPhone juga harus tetap aktif, sementara Bluetooth perlu dinyalakan dan Airplane Mode tidak boleh aktif.
Bagian Notifications juga penting untuk dicek. Aktifkan Tracking Notifications agar iPhone dapat memberi peringatan jika ada perangkat seperti AirTag yang bergerak bersama pengguna tanpa izin.
Sistem ini membantu memberi sinyal lebih cepat ketika ada benda asing yang mengikuti pergerakan pengguna. Dengan begitu, deteksi bisa dilakukan sejak awal sebelum situasi berkembang lebih jauh.
Saat perangkat terdeteksi
Jika iPhone menampilkan peringatan seperti “AirTag Detected Near You”, atau Android mengirim alert, notifikasi itu perlu segera dibuka. Setelah itu, gunakan fitur Play Sound agar pelacak mengeluarkan bunyi dan memudahkan pencarian.
Ikuti arah suara untuk menemukan posisi perangkat. Area yang perlu diperiksa mencakup tas, kantong jaket, bawah kursi mobil, dan kolong kendaraan.
Pada iPhone, pengguna juga bisa memakai Precision Finding untuk navigasi yang lebih akurat. Fitur ini membantu mempersempit lokasi perangkat saat pencarian dilakukan di sekitar benda atau kendaraan.
Setelah perangkat ditemukan, segera pindah ke tempat yang aman. Untuk AirTag, bagian belakang dapat diputar lalu baterainya dicabut agar perangkat berhenti bekerja.
Jika situasi terasa mencurigakan, langkah paling aman adalah menghubungi pihak berwenang. Ancaman privasi seperti ini sering kali tidak terlihat secara langsung, tetapi tetap bisa dipantau lewat fitur bawaan Android dan iPhone.
