Poco F8 Ultra masuk ke pasar dengan strategi yang langsung mencuri perhatian: desain Denim Blue yang tidak biasa untuk kelas flagship. Bukan hanya warna, bagian belakangnya memakai material nano-tech generasi ketiga yang dibuat terasa seperti denim saat disentuh.
Pendekatan ini membuat Poco F8 Ultra tampil beda di tengah persaingan ponsel premium yang cenderung seragam. Tekstur tersebut juga disebut memberi kesan premium, tidak licin, dan tidak mudah meninggalkan sidik jari sehingga nyaman dipakai tanpa casing.
Di luar desain, perangkat ini membawa paket fitur yang menempatkannya di segmen atas. Poco membekalinya dengan audio Bose, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, serta serangkaian fitur AI berbasis HyperOS 3.
Untuk pasar global, Poco F8 Ultra hadir dalam dua varian memori. Opsi pertama memakai RAM 12GB dengan penyimpanan 256GB, sedangkan varian tertinggi membawa RAM 16GB dan penyimpanan internal 512GB.
Di pasar Amerika, model standar dibanderol 729 dolar AS. Sementara itu, model tertinggi dipasarkan di kisaran 799 dolar AS.
Desain jadi nilai jual utama
Varian Denim Blue menjadi sorotan karena memberi identitas visual yang kuat. Poco juga menyiapkan varian Black dengan tampilan matte yang lebih sederhana bagi pengguna yang menginginkan gaya lebih minimalis.
Bagian belakangnya dibuat menonjol lewat camera bar besar yang membentang hampir ke seluruh sisi. Area ini memuat tiga kamera dan modul subwoofer dengan tulisan Sound by Bose, sehingga tampilannya mudah dikenali dari kejauhan.
Dimensi perangkat ini juga menegaskan statusnya sebagai ponsel besar. Bobotnya berada di kisaran 218 hingga 220 gram dengan ketebalan sekitar 7,9 sampai 8,3 mm.
Audio Bose dan layar terang
Kolaborasi audio menjadi salah satu pembeda yang cukup jarang ditemui di lini Poco. Modul subwoofer dan penandaan Sound by Bose memperkuat posisi ponsel ini sebagai perangkat yang tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga pengalaman multimedia.
Di sisi visual, Poco F8 Ultra memakai panel AMOLED HyperRGB 6,9 inci. Layarnya membawa resolusi 2608 x 1200 piksel, refresh rate 120Hz, dan kedalaman warna 12-bit.
Struktur subpiksel RGB penuh disebut membuat tampilan lebih tajam dan akurat. Kecerahannya juga bisa mencapai 3.500 nits pada area 10 persen, sehingga tetap jelas saat digunakan di luar ruangan.
Dukungan Dolby Vision, HDR10, dan HDR10+ ikut menambah kualitas saat menonton konten. Namun panel ini belum memakai LTPO, sehingga pengaturan refresh rate hanya bergerak di 60Hz dan 120Hz.
Performa flagship dengan fokus gaming
Jantung perangkat ini adalah Snapdragon 8 Elite Gen 5 berbasis 3nm. Chipset tersebut membawa peningkatan CPU dan GPU sekaligus efisiensi daya yang lebih baik.
Untuk menjaga pengalaman bermain game, Poco menambahkan VisionBoost D8. Fitur ini membantu mempertahankan kualitas grafis dan stabilitas frame rate pada game 120fps agar performa terasa lebih konsisten.
Kecepatan penggunaan harian juga ditopang RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Kombinasi ini mendukung perpindahan aplikasi yang cepat dan respons sistem yang tetap gesit.
Dalam stress test panjang, performa thermal tetap mengalami penurunan. Meski begitu, manajemen panasnya disebut lebih baik karena suhu dialirkan ke modul kamera dan area atas agar perangkat tetap nyaman digenggam.
HyperOS 3 bawa AI lebih luas
Poco F8 Ultra menjalankan Android 16 dengan HyperOS 3. Antarmukanya hadir dengan animasi lebih halus dan ikon yang lebih minimalis.
Fitur seperti Hyper Island memberi pengalaman yang mirip Dynamic Island. Lalu Hyper Connect memudahkan integrasi lintas perangkat, termasuk dengan Windows dan macOS.
Fitur AI menjadi salah satu sorotan paling kuat di perangkat ini. HyperAI menghadirkan writing assistant, live translation, speech recognition, subtitle otomatis, hingga AI creative tools seperti AI Frame dan eraser pro.
Meski demikian, tidak semua pengalaman software sepenuhnya mulus. Notifikasi sistem yang cukup sering masih menjadi salah satu kelemahan yang kerap dikaitkan dengan perangkat Poco dan Xiaomi.
Kamera lengkap, telefoto jadi andalan
Poco F8 Ultra membawa tiga kamera belakang 50MP. Kamera utamanya memakai sensor Light Fusion 950 berukuran besar dengan aperture f/1.67 dan OIS.
Kamera telefoto periscope 5x menjadi salah satu daya tarik utama. Kamera ini mendukung 5x optical zoom dan 10x in-sensor crop dengan detail yang masih terjaga.
Mode 20x Ultra Zoom juga tersedia untuk kebutuhan jarak lebih jauh. Namun hasil akhirnya tetap bergantung pada stabilisasi dan kondisi cahaya.
Kamera ultrawide 50MP 18mm melengkapi sistem belakang. Hasilnya disebut tetap tajam dan natural saat cahaya memadai, meski sudut pandangnya tidak seluas ultrawide pada umumnya dan performanya menurun dalam kondisi low-light.
Untuk perekaman video, semua kamera belakang mendukung hingga 8K 30fps serta 4K 60fps. Kamera depan 32MP menawarkan warna natural dan dynamic range yang baik, walau belum dilengkapi autofokus.
Baterai besar dan pengisian lengkap
Ponsel ini dibekali baterai 6.500mAh berbasis teknologi silikon-karbon. Teknologi ini disebut membuat efisiensi lebih baik dan daya tahan lebih panjang.
Dalam pemakaian harian, baterainya bisa bertahan lebih dari satu hari. Pada beberapa pengujian, daya tahannya juga mampu mencapai hampir 23 jam untuk aktivitas browsing.
Opsi pengisian dayanya terbilang lengkap untuk kelas flagship. Poco F8 Ultra mendukung 100W wired charging, 50W wireless charging, 22.5W reverse wired charging, serta reverse wireless charging.







