Setelah empat tahun tanpa kabar, seri God of War akhirnya mengubah arah dengan pendekatan yang jauh lebih berani. God of War Laufey tidak lagi menempatkan Kratos sebagai pusat cerita, melainkan mengarahkan perhatian ke Laufey atau Faye, sosok yang selama ini lebih dikenal sebagai istri Kratos yang telah meninggal.
Perubahan ini membuat game terbaru Santa Monica Studio terasa penting sejak awal. Bukan hanya karena tokoh utamanya berganti, tetapi juga karena ceritanya akan mengeksplorasi perjalanan emosional Faye setelah kematiannya.
Laufey bukan karakter biasa
Laufey atau Faye punya peran besar dalam dunia God of War. Di balik kehidupannya yang terlihat sederhana di Midgard, ia ternyata adalah Jötunn dari Jötunheim sekaligus pahlawan legendaris yang dikenal berani membela rakyat kecil dan melawan Odin serta para Aesir.
Ia pertama kali hadir di God of War (2018) melalui cerita yang sangat emosional. Game itu dibuka dengan perjalanan Kratos dan Atreus untuk memenuhi wasiat terakhirnya, yaitu menyebarkan abu Faye di Jötunheim.
Di God of War Ragnarök, Faye akhirnya muncul secara langsung lewat mimpi Kratos. Dalam game itu, Deborah Ann Woll memerankannya dan memberi wajah baru pada sosok yang selama ini hanya jadi bagian dari ingatan.
Everywhen jadi panggung utama
God of War Laufey membawa pemain ke Everywhen, sebuah alam setelah kematian yang digambarkan bukan sekadar dunia bawah. Tempat ini disebut sebagai dimensi kosmik tempat semua sihir bermula dan pada akhirnya kembali.
Dari trailer dan blog resmi PlayStation, Everywhen tampak menjadi titik temu berbagai dewa dan makhluk dari banyak mitologi. Kondisi itu membuat relasi antar karakter tidak selalu harmonis dan justru membuka peluang konflik yang lebih luas.
Konsep ini juga memunculkan kemungkinan kembalinya dewa-dewa yang sebelumnya sudah dikalahkan Kratos. Zeus, Hades, dan Ares disebut berpotensi muncul lagi, sehingga Everywhen bisa menjawab pertanyaan lama tentang ke mana para dewa pergi setelah mati.
Ditemani Phranque dan Rue
Laufey tidak akan menjelajahi Everywhen sendirian. Trailer perdana menampilkan dua pendamping unik, yaitu Phranque dan Rue, yang langsung mencuri perhatian karena desainnya sangat tidak biasa.
Phranque digambarkan sebagai kubus gelatin hidup yang cerdas dan humoris, dengan Jack Quaid sebagai pengisi suara. Sementara itu, Rue adalah entitas seperti pita ajaib yang terikat pada pedang Laufey dan disuarakan Perlina Lau.
Kehadiran keduanya memunculkan banyak teori di kalangan pemain. Salah satu yang paling ramai adalah dugaan bahwa Phranque bisa berkembang menjadi sosok mitologi penting di sepanjang cerita.
Gaya bertarung yang lebih lincah
Cuplikan gameplay memperlihatkan bahwa Laufey bukan sekadar versi lain dari Kratos. Gaya bertarungnya lebih lincah dan artistik, dengan kombinasi serangan pedang dari darat ke udara serta sihir misterius di tangan kirinya.
Ia juga bisa melempar musuh ke udara dan menghindar dengan cepat. Rue membantu memperluas jangkauan serangan dan menarik musuh, sedangkan Phranque dapat mengganggu lawan, termasuk musuh bos.
Satu hal yang menarik, sihir Laufey bereaksi terhadap Everywhen. Itu memberi sinyal bahwa kemampuannya kemungkinan akan terus berkembang dan makin kuat selama permainan berlangsung.
Mitologi berbeda mulai bertemu
Santa Monica Studio tampaknya tidak lagi membatasi cerita pada satu mitologi saja. Trailer perdana God of War Laufey langsung memperlihatkan pertemuan tokoh-tokoh dari mitologi berbeda dalam satu ruang cerita.
Begtse, dewa perang dari mitologi Tibet/Mongolia, hadir sebagai musuh bos awal dengan aura mengintimidasi. Sekhmet, dewi perang dan kehancuran dari mitologi Mesir, juga muncul dengan kekuatan matahari yang mematikan.
Keduanya terlihat seperti ancaman besar bagi perjalanan Laufey di Everywhen. Kehadiran mereka mempertegas bahwa game ini sedang menuju skala konflik yang jauh lebih luas daripada seri sebelumnya.
Arah rilis masih belum pasti
Hingga sekarang, Santa Monica Studio dan PlayStation belum mengumumkan tanggal rilis resmi God of War Laufey. Namun, jurnalis Bloomberg Jason Schreier menyebut game ini sudah lama dikembangkan dan kemungkinan tidak terlalu jauh dari tahap selesai.
Keterkaitan dengan Ragnarök yang rilis pada 2022 juga ikut memicu perkiraan itu. Karena itulah, banyak pemain menebak God of War Laufey akan meluncur sekitar 2027.
Source: www.idntimes.com






