Apple tampaknya menyiapkan strategi ganda untuk iPhone 18 Pro. Di satu sisi, biaya komponen tertentu naik tajam, tetapi di sisi lain Apple disebut akan menekan ongkos di bagian lain agar harga jual tetap terkendali.
Isyarat ini muncul setelah Apple secara resmi mengakui bahwa perusahaan harus menaikkan harga untuk iPhone, iPad, dan Mac. Namun, analisis J.P. Morgan memberi gambaran berbeda untuk lini iPhone Pro berikutnya karena perusahaan dinilai masih punya ruang untuk mengimbangi tekanan biaya produksi.
Tekanan biaya datang dari memori
Menurut analisis J.P. Morgan, biaya DRAM dan flash memory untuk produksi iPhone diperkirakan naik dari $65 menjadi $228 antara 2025 dan 2027. Kenaikan ini jelas menjadi beban besar bagi Apple karena dua komponen tersebut termasuk elemen penting dalam biaya perakitan perangkat.
Meski begitu, analis menilai Apple tidak akan hanya menanggung kenaikan itu begitu saja. Perusahaan disebut akan menutup sebagian tekanan biaya dengan memangkas pengeluaran pada komponen lain sehingga biaya produksi total tidak melonjak terlalu tinggi.
Ada ruang hemat di komponen lain
Dalam hitungan J.P. Morgan, biaya produksi iPhone 18 Pro di luar RAM dan flash memory justru diperkirakan turun dari $449 menjadi $426. Untuk iPhone 19 Pro, penurunan itu diprediksi berlanjut hingga $384.
Salah satu sumber penghematan terbesar disebut berasal dari penggunaan modem 5G buatan sendiri. Apple diperkirakan akan memakai modem in-house sebagai pengganti modem Qualcomm untuk menekan biaya produksi.
Modem Apple mulai dipakai lebih luas
Langkah ini bukan sesuatu yang benar-benar baru di ekosistem Apple. iPhone 17e dan iPhone Air sudah menggunakan modem Apple, sementara iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max belum melakukannya.
Perbedaan ini penting karena biaya modem bisa memberi dampak langsung pada struktur harga sebuah iPhone. Jika Apple memperluas penggunaan modem internal ke model Pro berikutnya, perusahaan berpeluang mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal dan memperbaiki margin.
Harga iPhone 18 Pro bisa tetap terkendali
TechInsights sebelumnya memperkirakan Apple bisa menaikkan harga iPhone 18 Pro termurah hingga $1,399. Sebagai pembanding, iPhone 17 Pro masih dijual di Apple Store mulai dari $1,099, sementara harga yang tercantum di Amazon untuk model tersebut berada di $934.
Namun, analisis J.P. Morgan menyiratkan skenario yang lebih ringan. Karena kenaikan biaya produksi bisa ditahan lewat penghematan di komponen lain, Apple disebut hanya perlu menaikkan harga model dasar sekitar $50 hingga $100 untuk mempertahankan margin laba saat ini.
Margin laba tetap jadi fokus utama
Estimasi J.P. Morgan menunjukkan total biaya produksi hanya naik $26 tahun ini dan bertambah lagi $56 tahun depan. Angka itu jauh lebih kecil dibanding lonjakan biaya memori, sehingga strategi pemangkasan biaya lain tampak menjadi kunci utama Apple.
Bagi Apple, pendekatan ini memberi dua keuntungan sekaligus. Perusahaan masih bisa menghadapi kenaikan biaya komponen tanpa harus mendorong harga iPhone Pro terlalu jauh, sambil tetap menjaga profitabilitas di lini produk andalannya.
Source: www.notebookcheck.net





