Apple disebut semakin dekat meluncurkan iPhone lipat pertamanya pada September setelah kendala besar di bagian engsel dilaporkan sudah banyak teratasi. Perkembangan ini penting karena masalah engsel sempat disebut sebagai alasan yang bisa menghambat debut perangkat tersebut.
Laporan terbaru dari The Elec menyebut Apple telah memfinalkan spesifikasi kunci perangkat lipat itu, yang disebut-sebut akan hadir dengan nama iPhone Ultra. Perangkat ini juga dilaporkan akan masuk produksi massal pada akhir Juli, sebuah sinyal kuat bahwa jadwal peluncuran musim gugur masih berada di jalurnya.
Kendala engsel disebut mulai teratasi
Fokus utama perhatian tertuju pada engsel karena komponen ini sebelumnya disebut menjadi hambatan terbesar dalam tahap akhir pengembangan. The Elec, mengutip seorang pejabat industri dari Taiwan, melaporkan adanya suara kecil yang terdeteksi dari engsel saat uji daya tahan dilakukan.
Namun, sumber yang sama menyebut sebagian besar persoalan itu kini sudah diselesaikan. Laporan tersebut juga menyatakan iPhone Ultra telah melewati tahap verifikasi akhir, yang menandakan pengembangannya bergerak sesuai rencana.
Informasi itu menjadi pembaruan penting setelah beberapa laporan sebelumnya menggambarkan situasi yang lebih rumit. Pada Mei, pembocor Instant Digital mengklaim iPhone lipat Apple masih menghadapi kekhawatiran soal daya tahan engsel, meski masalah lipatan layar disebut sebagian besar telah diatasi.
Perhatian besar terhadap engsel tidak lepas dari reputasi Apple yang dikenal ketat dalam menetapkan standar ketahanan untuk kategori produk baru. Karena itu, setiap sinyal bahwa komponen mekanis utama ini sudah lolos tahap penting cenderung dianggap sebagai tonggak besar menuju peluncuran.
Persiapan produksi disebut sudah siap
Selain progres teknis, rantai pasok juga disebut sudah bergerak ke tahap yang lebih matang. The Elec melaporkan Apple telah menyetujui pengiriman unit layar lipat yang diproduksi Samsung Display.
Persiapan untuk produksi massal juga disebut sudah rampung hingga tahap modul. Ini menunjukkan bahwa bukan hanya desain produk yang sudah mengerucut, tetapi juga proses manufakturnya mulai dikunci.
Untuk komponen engsel, laporan itu menyebut desain dan pasokannya ditangani oleh Hsinchu Hsing dari Taiwan serta Amphenol yang berbasis di Amerika Serikat. Kesiapan pemasok utama ini memperkuat indikasi bahwa perangkat semakin dekat ke fase komersial.
Apple sendiri sebelumnya mengejutkan pasar dengan memperkenalkan iPhone Air yang mengusung bodi ultra-tipis. Kini perhatian beralih ke perangkat yang dinilai bisa menjadi lompatan perangkat keras besar berikutnya bagi perusahaan, yakni iPhone lipat pertama.
September masih terbuka, tetapi jadwal penjualan belum pasti
Bila jadwal produksi berjalan sesuai laporan, iPhone Ultra berpeluang diperkenalkan dalam acara Apple pada September. Pada acara yang sama, Apple juga diperkirakan akan memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.
Meski begitu, waktu peluncuran tidak otomatis berarti perangkat langsung tersedia di pasaran. Sejumlah pengamat masih berbeda pandangan soal kapan penjualan resmi benar-benar dimulai.
Bloomberg melalui Mark Gurman pernah melaporkan pada Maret bahwa iPhone lipat itu mungkin tidak diluncurkan bersamaan dengan model iPhone 18 Pro. Sementara itu, analis Barclays Tim Long memprediksi pengiriman baru bisa dimulai pada Desember.
Jika prediksi itu akurat, akan ada jeda beberapa bulan antara pengumuman resmi dan ketersediaan ritel. Skema seperti ini bukan hal asing untuk produk baru yang memakai desain dan komponen lebih kompleks dari lini iPhone biasa.
Spesifikasi yang beredar sejauh ini
Rumor yang beredar selama beberapa bulan terakhir memberi gambaran awal tentang perangkat tersebut. iPhone lipat Apple dikabarkan akan memakai layar dalam 7,8 inci dan layar penutup 5,5 inci.
Perangkat ini juga disebut akan ditenagai chip A20 dan modem C2. Di sisi biometrik, Apple dirumorkan memakai tombol daya dengan Touch ID, bukan Face ID.
Sistem kameranya disebut mengandalkan konfigurasi dua kamera belakang. Dari sisi harga, perangkat ini dirumorkan dibanderol sekitar $2,000.
Bila laporan soal produksi massal akhir Juli terbukti akurat, maka fase terberat pengembangan tampaknya sudah dilewati. Yang kini paling dinanti adalah apakah Apple benar-benar membawa iPhone Ultra ke panggung September, atau memilih memperkenalkannya lebih dulu lalu menunda penjualan hingga beberapa bulan setelahnya.
Source: www.indiatoday.in





