Xreal 1 Pro atau Viture Beast, Kacamata XR 2026 yang Benar-Benar Enak Diajak Kerja Mobile

Persaingan kacamata XR untuk kerja portabel dan multitasking makin tajam lewat dua model yang sama-sama hadir pada 2026, yakni Xreal 1 Pro dan Viture Beast. Setelah pengujian selama tiga bulan yang dibagikan KevZ, perbedaan paling menonjol muncul pada kualitas layar, performa 3D, dan arah penggunaan yang dibidik masing-masing perangkat.

Bagi pengguna yang ingin mengganti monitor tambahan dengan perangkat yang lebih ringkas, dua model ini menawarkan pendekatan yang berbeda. Xreal 1 Pro lebih menekankan kemudahan pakai dan ekosistem aksesori, sedangkan Viture Beast tampil lebih agresif di kualitas visual dan dukungan penggunaan intensif di lingkungan terang.

Layar jadi pembeda utama

Keduanya memakai panel Sony micro-OLED yang dirancang untuk menghasilkan visual tajam dan warna kaya. Namun, Viture Beast unggul di resolusi 1920×1200 piksel dan tingkat kecerahan 1250 nits, sementara Xreal 1 Pro berada di 1920×1080 piksel dengan kecerahan 700 nits.

Selisih ini membuat Viture Beast lebih siap dipakai di area dengan cahaya sekitar yang tinggi. Untuk pengguna yang sering bekerja mobile di kafe, ruang terbuka, atau lokasi dengan pencahayaan kuat, aspek ini bisa menjadi faktor penting.

Dukungan HDR10 tersedia di kedua perangkat untuk meningkatkan kontras dan kedalaman warna. Bidang pandangnya juga nyaris sama, dengan Xreal 1 Pro di 57 derajat dan Viture Beast sedikit lebih lebar di 58 derajat.

Dalam pemakaian sehari-hari, perbedaan sudut pandang itu tidak terlalu besar. Meski begitu, kombinasi resolusi dan kecerahan yang lebih tinggi tetap memberi Viture Beast keunggulan visual yang lebih jelas untuk film, game, dan tampilan kerja.

Multitasking dan kerja portabel

Untuk produktivitas, keduanya mendukung mode ultrawide dan multi-screen. Fitur ini memungkinkan pengguna membuka beberapa jendela kerja sekaligus, sesuatu yang penting untuk editing, komunikasi, dan pengelolaan dokumen saat bepergian.

Xreal 1 Pro membawa tambahan berupa aksesori kamera 6 DOF opsional. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas dan pelacakan, terutama saat perangkat dipakai di lingkungan yang lebih dinamis atau untuk pekerjaan yang membutuhkan tracking lebih presisi.

Di sisi lain, Viture Beast menawarkan tata letak tiga panel yang ditujukan untuk alur kerja multitasking. Pendekatan ini membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin membagi ruang kerja virtual dengan lebih rapi tanpa membawa monitor eksternal.

Meski demikian, keduanya belum sepenuhnya menggantikan pengalaman setup multi-monitor tradisional. Perannya lebih realistis sebagai workstation portabel yang fleksibel, bukan sebagai pengganti total meja kerja tetap.

3D: praktis versus hasil akhir

Perbedaan filosofi juga terlihat di pemrosesan 3D. Xreal 1 Pro mengandalkan AI onboard untuk konversi 3D real-time, sehingga pengguna mendapat pengalaman yang lebih plug-and-play.

Keunggulan cara ini ada pada kemudahan. Namun, pendekatan tersebut kadang memunculkan artefak visual seperti tearing atau distorsi yang bisa mengurangi kenyamanan saat menikmati konten 3D.

Viture Beast mengambil jalur berbeda dengan mengandalkan software eksternal untuk rendering 3D. Proses ini memang menuntut setup tambahan dan pemahaman teknis yang lebih tinggi, tetapi hasilnya dinilai lebih bersih dengan artefak yang lebih sedikit.

Bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi penggunaan, Xreal 1 Pro lebih praktis. Sebaliknya, pengguna yang mengejar kualitas 3D terbaik kemungkinan akan lebih cocok dengan pendekatan Viture Beast.

Nyaman dipakai lama, tapi tanpa penyesuaian diopter

Soal kenyamanan, keduanya berada di kelas yang mirip. Xreal 1 Pro dan Viture Beast sama-sama berbobot sekitar 90 gram, memakai lengan yang dapat disesuaikan, serta nose pad yang bisa diganti.

Konfigurasi itu mendukung pemakaian lebih lama tanpa terlalu membebani wajah. Namun, keduanya tidak memiliki penyesuaian diopter bawaan, sehingga pengguna yang membutuhkan koreksi penglihatan perlu mempertimbangkan keterbatasan ini.

Viture Beast menonjol lewat kualitas rancang bangun yang lebih premium dan kesan desain yang kokoh. Sementara itu, Xreal 1 Pro menawarkan frame cover yang dapat diganti, memberi ruang personalisasi tampilan yang tidak ditemukan di rivalnya.

Audio dan privasi di ruang publik

Kedua model dibekali speaker internal yang dirancang untuk menekan kebocoran suara. Pendekatan ini penting bagi pengguna yang memakai kacamata XR di ruang bersama atau saat bekerja di tempat umum.

Xreal 1 Pro disebut memberi performa bass yang sedikit lebih baik. Karakter ini bisa menambah kesan imersif saat menonton film atau bermain game.

Viture Beast justru lebih unggul dalam kontrol kebocoran suara. Hasilnya, perangkat ini menjadi pilihan yang lebih aman bagi pengguna yang memprioritaskan privasi audio saat dipakai di area publik.

Ekosistem aksesori menunjukkan arah produk

Perbedaan paling jelas lain terlihat pada ekosistem pendukungnya. Xreal menawarkan aksesori seperti perangkat input Beam Pro dan sistem spatial camera yang memperluas skenario penggunaan untuk kerja kreatif maupun profesional.

Viture mengambil arah yang lebih dekat ke gaming. Aksesori seperti connection hub dan mobile controller memperkuat posisinya sebagai perangkat yang ramah untuk konsol dan permainan portabel.

Dalam konteks penggunaan nyata, keduanya sama-sama cocok untuk menonton film di layar virtual besar. Namun, Viture Beast lebih kuat untuk gaming dan visual terang, sedangkan Xreal 1 Pro lebih menonjol bagi pengguna yang mencari antarmuka sederhana, konversi 3D instan, dan dukungan aksesori kerja yang lebih luas.

KevZ juga mencatat bahwa perkembangan di pasar ini belum berhenti. Xreal telah menyiapkan Project Aura sebagai model XR premium berikutnya, sebuah sinyal bahwa persaingan kacamata XR untuk kerja mobile dan hiburan masih akan bergerak cepat.

Source: www.geeky-gadgets.com

Terkait