SEEAA Fund II Buka Jalan Baru Bagi Startup Energi Bersih Asia, Taruhan Besar Transisi Rendah Karbon

Author: Qoo Media

Schneider Electric memperkuat langkah di sektor energi bersih Asia lewat kemitraan dengan Swiss-Asia Financial Services untuk menghimpun dana melalui Schneider Electric Energy Access Asia Fund II atau SEEAA Fund II. Inisiatif ini dirancang sebagai blended finance untuk menutup kesenjangan pendanaan tahap awal bagi startup energi bersih di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Dana tersebut menargetkan model bisnis berbasis teknologi yang dinilai punya potensi skala besar, terutama di pembangkitan energi, efisiensi energi, manajemen energi, ekonomi sirkular, dan pembiayaan hijau. Pendekatan ini menempatkan SEEAA Fund II sebagai instrumen yang tidak hanya mengejar pembiayaan, tetapi juga dorongan nyata bagi transisi energi di kawasan.

Dorongan untuk startup energi bersih

Kemitraan ini menggabungkan pengalaman Schneider Electric dalam transisi energi dan investasi berdampak dengan kemampuan Swiss-Asia dalam pengelolaan dana serta keterlibatan investor. Kombinasi itu diharapkan dapat membuka akses modal yang selama ini menjadi hambatan utama bagi perusahaan rintisan di sektor energi bersih.

Swiss-Asia Financial Services juga menegaskan komitmennya terhadap ekosistem wirausaha di Indonesia. Menurut Pying-Huan Wang, CEO Swiss-Asia Financial Services, SEEAA Fund II akan menjadi dana ketiga yang mereka kelola untuk investasi di pasar lokal.

Indonesia tetap jadi pasar penting

Indonesia memegang posisi penting dalam portofolio regional SEEAA karena hasil yang sudah terlihat dari investasi sebelumnya melalui SEEAA Fund I. Hingga akhir Desember 2025, perusahaan-perusahaan Indonesia yang didukung SEEAA telah menjangkau lebih dari 38.000 penerima manfaat dan menekan emisi lebih dari 407.000 tCO2e.

Sejumlah startup yang sudah mendapat dukungan antara lain Xurya dan Solarkita di sektor PLTS atap, Dash Electric di bidang logistik rendah karbon, serta Agros yang menawarkan solusi pertanian berkelanjutan bagi petani kecil. Deretan investasi itu menunjukkan bahwa pendanaan energi bersih tidak berhenti pada teknologi, tetapi juga menyentuh kebutuhan operasional dan sosial di lapangan.

Target dampak yang lebih besar

SEEAA Fund II diproyeksikan membawa dampak yang jauh lebih luas dibanding pendanaan sebelumnya. Sasaran yang dipasang mencakup pengurangan sekitar 3 juta ton emisi CO2, manfaat bagi 3,5 juta orang, dan penciptaan kurang lebih 5.000 lapangan kerja baru di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Target tersebut memperlihatkan arah investasi yang menautkan pengembangan bisnis dengan hasil sosial dan lingkungan yang terukur. Dalam konteks ini, startup energi bersih diposisikan sebagai penggerak perubahan yang bisa mempercepat akses energi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi baru.

Struktur pendanaan yang diperkuat

Untuk menyempurnakan struktur dana, Schneider Electric memanfaatkan Asia Climate Solutions Design Grant dari Convergence. Langkah ini sejalan dengan ambisi keberlanjutan perusahaan untuk memperluas akses energi yang terjangkau dan berkelanjutan bagi komunitas yang belum terlayani.

SEEAA Fund II lalu tampil sebagai kelanjutan dari strategi pembiayaan yang lebih terarah, dengan fokus pada skala dampak dan kesiapan pasar. Di tengah kebutuhan pendanaan awal yang masih besar di sektor energi bersih, inisiatif ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem startup yang bergerak di solusi energi di Asia.

Source: www.medcom.id
Terbaru