Sebuah MMO bernama World of ClaudeCraft berhasil dibuat dalam dua hari dengan bantuan Claude Fable 5, tetapi reaksi gamer justru tidak seantusias klaim awalnya. Bagi banyak pemain, kecepatan pembuatan itu memang mengesankan, namun kualitas teknis dan ambisi jangka panjang game ini masih memicu banyak tanda tanya.
Proyek ini datang dari studio Levy Street yang berbasis di Selandia Baru. Menurut para pengembangnya, fondasi yang bisa dimainkan lahir lewat pendekatan vibe coding, yaitu saat developer menjelaskan apa yang harus dilakukan game, lalu AI menyusun kode, sistem, dan fitur yang dibutuhkan.
Skala yang mengejutkan untuk proyek akhir pekan
Dalam bentuk awalnya, World of ClaudeCraft sudah memuat sembilan kelas karakter, tiga zona open-world, hampir 90 quest, dungeon, sistem pertarungan, progres karakter, fitur grup, elemen PvP, dan ekonomi dalam game yang sederhana. Game ini juga berjalan langsung di browser, gratis dimainkan, serta dirancang agar bisa dipakai di PC desktop maupun smartphone.
Capaian itu membuat proyek ini terlihat jauh lebih besar daripada sekadar eksperimen kecil. Meski dikerjakan sebagai proyek akhir pekan, hasilnya sudah mendekati kerangka MMO yang benar-benar dapat dimainkan.
Claude Fable 5 hanya tersedia singkat
Claude Fable 5 sendiri sempat dirilis Anthropic pada 9 Juni 2026. Akses terhadap model itu kemudian dihentikan lagi pada 12 Juni, setelah perusahaan menyebut ada perintah pemerintah Amerika Serikat yang dikaitkan dengan kekhawatiran keamanan nasional dan kontrol ekspor.
Kondisi itu membuat proyek World of ClaudeCraft terasa semakin unik. Dalam waktu yang sangat singkat, tim Levy Street memanfaatkan model tersebut untuk membangun fondasi MMO yang langsung dapat diuji di browser.
Pengembangan berlanjut setelah eksperimen awal
Eksperimen AI itu ternyata tidak berhenti pada versi awal. Setelah proyek pertama selesai, pengembang terus melanjutkan pengembangan game dan menambahkan Nythraxis sebagai pertarungan bos baru untuk sepuluh pemain.
Konten tambahan itu hadir bersama alur pencarian khusus, mekanik pertarungan spesial, musik, dan dialog bersuara. Artinya, proyek ini berkembang dari demonstrasi teknologi menjadi game yang terus dipoles setelah fase awal selesai.
Kenapa banyak gamer belum terkesan
Meski terdengar ambisius, sejumlah kritik justru menyorot kualitas fondasi teknisnya. WinFuture menyebut World of ClaudeCraft sebagai contoh yang mengesankan dari pengembangan game berbantuan AI, tetapi menilai kualitas kodenya masih bermasalah karena sebagian terlihat tidak terstruktur dan mirip rangkaian perintah sederhana.
Masalah itu dianggap penting karena pengembangan AI yang cepat tidak otomatis menghasilkan arsitektur software yang bersih. Dalam game online, terutama MMO, tuntutan teknis jauh lebih besar daripada demo single-player kecil yang hanya menunjukkan konsep dasar.
Di Reddit, respons yang muncul juga cenderung skeptis. Banyak pengguna melihat proyek ini lebih sebagai proof of concept daripada MMO penuh, terutama karena isu skalabilitas, netcode, struktur database, dan keamanan.
Ada pula yang menyoroti penggunaan aset bebas pakai. Bagi sebagian komentar, hal itu membuat proyek ini tampak tidak sepenuhnya AI-generated seperti kesan awal yang mungkin muncul.
Eksperimen yang tetap penting untuk industri
Terlepas dari kritik tersebut, World of ClaudeCraft tetap menjadi eksperimen yang menarik untuk diamati. Proyek ini menunjukkan bahwa AI kini bisa mempercepat lahirnya prototipe game dalam skala yang mengejutkan.
Namun, hasilnya juga menegaskan batas yang masih jelas. Jaminan kualitas, arahan kreatif, pengawasan teknis, dan perawatan jangka panjang tetap menjadi pekerjaan yang belum bisa digantikan AI secara utuh.
