Keputusan pemerintah AS untuk meminta Anthropic menghentikan akses ke model AI canggih Mythos dan Fable pada 12 Juni kini mendapat konteks baru. Surat Anthropic ke Komite Perbankan Senat AS mengungkap dugaan upaya besar-besaran untuk mengakses Claude secara ilegal melalui ribuan akun palsu yang disebut terkait Alibaba.
Informasi itu penting karena menunjukkan bahwa pembatasan akses ke model mutakhir bukan sekadar langkah administratif. Di mata Anthropic, ada risiko nyata bahwa kemampuan AI tingkat lanjut bisa disalin lebih cepat melalui teknik distilasi, sehingga memicu kekhawatiran yang lebih luas soal persaingan teknologi dan keamanan nasional.
Surat tersebut bertanggal 10 Juni dan ditujukan kepada Senator Tim Scott serta Elizabeth Warren, masing-masing sebagai ketua dan anggota senior komite. Dokumen itu dikirim menjelang sidang terjadwal mengenai kecerdasan buatan.
Dalam surat itu, Anthropic menuduh Alibaba Group menjalankan operasi dalam skala besar untuk mengakses model Claude secara “illicitly”. Menurut Anthropic, operasi itu memakai hampir 25.000 akun palsu dan menghasilkan lebih dari 28,8 juta percakapan dengan Claude.
Anthropic menyebut aktivitas itu berlangsung antara 22 April hingga 5 Juni 2026. Perusahaan juga menuding operator yang terlibat berafiliasi dengan Alibaba dan Alibaba Qwen, divisi riset AI milik perusahaan tersebut.
Saat tuduhan itu menjadi publik, Alibaba belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Ketiadaan respons itu membuat tuduhan Anthropic belum mendapat bantahan langsung dari pihak yang disebut.
Mengapa distilasi AI jadi sorotan
Inti sengketa ini berada pada praktik yang dikenal sebagai distilasi AI. Secara sederhana, distilasi adalah cara melatih model yang lebih lemah dengan memanfaatkan jawaban yang dihasilkan model yang lebih canggih.
Pendekatan itu dapat mempercepat pengembangan karena pengembang tidak perlu membangun semuanya dari nol. Mereka cukup mempelajari keluaran model yang lebih kuat untuk meningkatkan sistem buatan mereka sendiri.
Anthropic menilai kampanye yang dituduhkan itu bertujuan mempercepat kemampuan China untuk mendekati performa model Mythos Preview. Bagi perusahaan, pola seperti ini dianggap mengancam karena pesaing bisa meniru kemampuan AI canggih tanpa mengeluarkan investasi riset dan pengembangan yang setara.
Kekhawatiran tersebut juga membantu menjelaskan mengapa akses ke Mythos dan Fable menjadi isu sensitif. Ketika model AI makin kuat, nilainya tidak lagi dipandang semata sebagai produk perangkat lunak, melainkan sebagai aset strategis.
Jika kemampuan mutakhir dapat direplikasi lewat distilasi dalam skala besar, jarak antara pengembang terdepan dan pesaingnya bisa menyusut jauh lebih cepat dari perkiraan. Itulah yang membuat kontrol akses terhadap model canggih kini mendapat perhatian lebih ketat.
Bukan tuduhan pertama
Anthropic sebelumnya juga pernah menyampaikan kekhawatiran serupa terhadap perusahaan AI asal China. Pada Februari, perusahaan mengatakan telah mengidentifikasi kampanye lain yang melibatkan startup DeepSeek serta dua laboratorium AI China lainnya.
Menurut Anthropic, operasi yang dikaitkan dengan DeepSeek mencakup lebih dari 150.000 percakapan dengan Claude. Perusahaan juga menyebut Moonshot AI bertanggung jawab atas lebih dari 3,4 juta percakapan, sementara MiniMax menghasilkan lebih dari 13 juta percakapan.
Saat itu, Anthropic memperingatkan bahwa kampanye semacam ini meningkat dalam “intensity and sophistication”. Perusahaan menilai ancaman tersebut membutuhkan tindakan cepat dan terkoordinasi antara industri AI dan pemerintah.
Pola berulang inilah yang membuat tuduhan terbaru terhadap Alibaba mendapat bobot lebih besar. Bagi pembuat kebijakan di Washington, isu ini tidak lagi tampak sebagai insiden tunggal, melainkan bagian dari tren yang sedang berkembang.
Washington makin waspada
Dalam suratnya, Anthropic menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah AS untuk melawan aktivitas semacam itu. Perusahaan menekankan pentingnya berbagi intelijen ancaman dan kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan AI swasta.
Perhatian Washington terhadap aliran teknologi AI canggih memang sedang meningkat. Tuduhan terbaru ini muncul di tengah sikap AS yang kian berhati-hati terhadap akses perusahaan China ke sistem AI paling maju.
Alibaba sendiri bulan ini masuk daftar Pentagon yang berisi perusahaan China yang disebut terkait militer. Penetapan itu sedang digugat oleh Alibaba.
Di saat yang sama, pendekatan pemerintah AS terhadap perusahaan AI China lain tidak selalu seragam. DeepSeek, misalnya, belum dimasukkan ke daftar hitam perdagangan AS meski dilaporkan dipandang sebagai risiko keamanan nasional oleh komite antarlembaga pemerintah.
Perbedaan perlakuan itu menunjukkan bahwa perdebatan di Washington masih terus berkembang. Namun satu hal tampak semakin jelas, yakni model seperti Mythos dan Fable kini berada di pusat tarik-menarik antara inovasi, kontrol akses, dan kepentingan strategis negara.
Bagi Anthropic, persoalan ini berkaitan dengan perlindungan atas hasil riset bertahun-tahun. Bagi pembuat kebijakan AS, kasus ini mempertegas bahwa persaingan AI dengan China kini menyentuh wilayah yang lebih sensitif daripada sekadar kompetisi bisnis.
Source: www.indiatoday.in






