Kenaikan harga mendadak pada TRIMUI Brick Hammer Pro U langsung mengubah posisi handheld ini di pasar. Perangkat yang semula menarik perhatian lewat harga promo agresif kini justru masuk ke wilayah yang membuat calon pembeli mulai melirik Retroid dan menunggu langkah AYANEO.
Perubahan itu bukan sekadar selisih kecil. Sejumlah pengecer kini menampilkan harga jauh lebih tinggi, sementara pelanggan yang sudah melakukan pre-order disebut mulai menerima email untuk menambah pembayaran, beralih ke model lain, atau membatalkan pesanan dengan pengembalian dana penuh.
Harga baru mengubah peta persaingan
TRIMUI Brick Hammer Pro U kini disebut memiliki harga eceran minimum $249.99. Informasi ini muncul dalam email yang diterima pelanggan GoGameGeek, yang juga menyebut TRIMUI mewajibkan semua retailer menjual perangkat tersebut setidaknya di angka itu.
Di saat yang sama, harga yang tampil di beberapa toko bahkan melampaui batas minimum tersebut. GoGameGeek memasang harga $287.49, MechDIY menampilkan $294.99, LITNXT mencantumkan $293.99, dan TRIMUI Store menaruhnya di $293.99.
Ada satu pengecualian yang menonjol, yakni situs TRIMUI.net yang masih menampilkan harga $199. Namun listing itu sudah berstatus “sold out,” sehingga tidak lagi mencerminkan situasi penjualan aktif yang sedang dihadapi calon pembeli.
Perubahan ini terasa signifikan karena banyak pembeli awal memesan perangkat itu pada harga promosi jauh lebih rendah. Menurut laporan yang dikutip dari RetroHandhelds, sebagian pelanggan awal berharap mendapatkan unit di kisaran $135.99 atau $159.99.
Pembeli lama diminta memilih tiga opsi
Email yang dikirim GoGameGeek kepada pelanggan pre-order menjadi sorotan utama dalam polemik ini. Dalam pesan itu, pembeli diberi tiga pilihan yang sangat jelas terkait nasib pesanan mereka.
Opsi pertama adalah membayar selisih harga agar tetap menerima handheld versi metal beserta satu set aksesori. Opsi kedua adalah mengganti pesanan ke Brick Pro versi plastik, sementara opsi ketiga adalah membatalkan pesanan dan menerima refund penuh tanpa biaya atau potongan.
Skema itu menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak hanya berdampak pada pembeli baru. Konsumen yang sudah mengunci pesanan lebih awal pun kini harus menimbang ulang apakah perangkat itu masih sepadan dengan tambahan biaya yang diminta.
Alasan resmi yang disampaikan kepada pelanggan mengarah pada biaya bahan baku. Dalam email yang diterima salah satu pelanggan, TRIMUI disebut mengaitkan kenaikan harga ini dengan naiknya biaya raw material.
GoGameGeek juga menyatakan telah memperoleh kesepakatan eksklusif dengan TRIMUI untuk menjual perangkat itu di harga $212.49. Meski begitu, angka tersebut tetap jauh di atas harga promosi yang sebelumnya memicu minat awal terhadap Brick Hammer Pro U.
Mengapa Retroid dan AYANEO ikut diuntungkan
Masalah terbesar bagi TRIMUI bukan hanya soal nominal baru, melainkan posisi produk setelah harganya naik. Ketika banderol bergerak ke kisaran $249.99 hingga hampir $295, perangkat ini tidak lagi bermain sebagai alternatif murah yang mudah dibeli tanpa banyak pertimbangan.
Di titik itu, Retroid Pocket Nova menjadi pembanding yang sulit diabaikan. Perangkat yang baru diluncurkan tersebut mulai dari $229 dan disebut menawarkan prosesor yang jauh lebih baik, RAM lebih besar, serta layar AMOLED.
Artinya, selisih harga antara Brick Hammer Pro U dan rivalnya kini justru membuka pertanyaan baru soal nilai. Jika calon pembeli bisa mendapatkan spesifikasi yang dinilai lebih kuat di harga awal lebih rendah, maka daya tarik TRIMUI otomatis tertekan.
Tekanan itu bisa bertambah dari sisi AYANEO. Pocket Micro 2 dijadwalkan diumumkan dalam hitungan jam, dan kehadirannya berpotensi menambah persaingan langsung di segmen handheld Android premium ringkas.
Kombinasi dua nama itu membuat kenaikan harga TRIMUI terasa semakin sensitif. Saat harga awal masih rendah, Brick Hammer Pro U punya ruang untuk menjual karakter uniknya, tetapi setelah naik tajam, pembeli cenderung membandingkan spesifikasi dan kualitas layar dengan lebih ketat.
Jadwal kirim tetap berjalan
Di tengah kontroversi harga, jadwal pengiriman perangkat ini disebut belum bergeser. Brick Hammer Pro U diperkirakan mulai dikirim pada 30 Juli.
Jadwal itu penting karena menunjukkan perangkat tetap bergerak menuju peluncuran komersial, meski sentimen pasar mulai berubah. Respons komunitas juga terlihat cukup keras, dengan sejumlah pengguna sudah menyebut handheld ini “dead on arrival” setelah lonjakan harga tersebut mencuat.
Istilah itu memang datang dari reaksi pengguna, bukan pernyataan resmi perusahaan. Namun nada keberatan tersebut memperlihatkan bagaimana harga bisa mengubah persepsi produk dalam waktu sangat cepat, terutama di pasar handheld yang kini dipenuhi opsi dari Retroid, AYANEO, dan merek lain yang semakin agresif.
